Berita Utama

Kenaikan Pangkat 23 Marinir Korban Longsor Cisarua, Keluarga Bersatu Kuat

×

Kenaikan Pangkat 23 Marinir Korban Longsor Cisarua, Keluarga Bersatu Kuat

Sebarkan artikel ini

Penghormatan Tertinggi: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk 23 Prajurit Marinir yang Gugur dalam Tugas

Jakarta – Dalam sebuah upacara yang penuh haru dan khidmat, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada 23 prajurit Korps Marinir. Para pahlawan laut ini gugur dalam tugas mulia saat menjalankan Latihan Pratugas Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia-Papua Nugini di wilayah Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Penganugerahan KPLB ini merupakan wujud penghormatan tertinggi dari negara atas segala pengabdian, dedikasi, serta pengorbanan tanpa pamrih yang telah mereka berikan demi menjaga kedaulatan bangsa. Acara penganugerahan dipimpin langsung oleh Panglima Komando Korps Marinir (Pangkormar), Letnan Jenderal TNI Mar Endi Supardi, di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, pada Jumat, 30 Januari 2026.

Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang menunjukkan bagaimana Pangkormar Endi Supardi secara personal menghampiri perwakilan keluarga para prajurit yang telah berpulang. Di hadapan para keluarga yang duduk memangku foto almarhum putra mereka, suasana haru bercampur dengan semangat saling menguatkan terpancar jelas.

Bentuk Penghormatan dan Apresiasi Negara

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, menjelaskan bahwa pemberian KPLB ini adalah bentuk apresiasi tertinggi dari negara. “Seluruh prajurit yang meninggal dunia dinaikkan satu tingkat lebih tinggi dari pangkat terakhir yang disandang semasa hidup,” ujar Laksamana Tunggul pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Turun Tangan, Kasus Guru Tampar Siswa di Subang Diselesaikan Damai

Langkah ini tidak hanya sekadar kenaikan pangkat semata, melainkan sebuah pengakuan formal atas jasa dan pengabdian luar biasa para prajurit yang gugur di medan tugas. Mereka telah mengorbankan nyawa demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jaminan dan Dukungan Penuh untuk Keluarga Prajurit

Selain kenaikan pangkat, TNI AL juga memastikan bahwa hak-hak serta kesejahteraan keluarga para prajurit yang gugur akan tetap terjamin. Dalam video yang beredar, terlihat perwakilan keluarga menerima santunan duka yang diserahkan oleh bank-bank Himbara dan Asabri.

Laksamana Tunggul menegaskan komitmen TNI AL untuk memberikan dukungan berkelanjutan kepada keluarga prajurit. Dukungan ini mencakup pemberian santunan duka, jaminan penuh atas pendidikan anak-anak mereka, serta pendampingan yang terus menerus. Hal ini dilakukan agar keluarga yang ditinggalkan dapat tetap melanjutkan kehidupan dengan lebih tenang dan terjamin.

Pengorbanan para prajurit Marinir dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, imbuh Laksamana Tunggul, akan senantiasa dikenang sebagai teladan pengabdian tanpa batas bagi generasi penerus. Semangat juang dan dedikasi mereka akan menjadi inspirasi abadi.

Duka Cita Mendalam dari KASAL

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya 23 prajurit terbaik Korps Marinir. Beliau menekankan bahwa dedikasi dan loyalitas para patriot bangsa ini merupakan wujud nyata pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena.

Baca Juga :  Sekda Batam Ungkap Rahasia Pajak Biayai Intensif RT/RW

“Dedikasi dan loyalitas para patriot ini merupakan wujud nyata pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengabdian mereka akan selalu terukir dalam sejarah TNI Angkatan Laut,” tegas Laksamana Ali.

Upaya Pencarian dan Evakuasi Berlanjut

Tragedi tanah longsor di Cisarua ini memang menyisakan duka mendalam, namun juga menunjukkan semangat juang dan solidaritas yang tinggi. Hingga Jumat, 30 Januari 2026, tim SAR gabungan dan prajurit TNI AL di lokasi kejadian telah berhasil mengevakuasi 7 jenazah prajurit.

Namun, upaya pencarian terhadap 16 prajurit lainnya masih terus dilakukan secara maksimal oleh tim SAR gabungan. Semangat pantang menyerah dalam mencari dan memulangkan para prajurit yang belum ditemukan terus membara.

Kadispenal Laksamana Tunggul juga telah merilis identitas dari tujuh prajurit yang berhasil dievakuasi. Dua di antaranya baru diumumkan pada kesempatan tersebut, yaitu Serda Marinir Rein Pasaike dan Koptu Marinir Edi Haryono. Identitas lima prajurit lainnya telah diungkapkan pada Rabu, 28 Januari 2026.

Berikut adalah daftar 7 prajurit yang telah berhasil dievakuasi:

  • Serda Marinir Sidiq Hariyanto
  • Praka Marinir Muhammad Kori
  • Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita
  • Praka Marinir Ari Kurniawan
  • Pratu Marinir Febry Bramantio
  • Serda Marinir Rein Pasaike
  • Koptu Marinir Edi Haryono

Perjuangan dan pengorbanan para prajurit Marinir ini menjadi pengingat akan harga dari sebuah kedaulatan dan keamanan negara. Semangat mereka akan terus hidup dalam ingatan bangsa Indonesia.