Berita Utama

Alonso Tak Peduli Piala Super Usai Kalah dari Barcelona

×

Alonso Tak Peduli Piala Super Usai Kalah dari Barcelona

Sebarkan artikel ini

Real Madrid Fokus Jangka Panjang Usai Kalah dari Barcelona di Piala Super Spanyol

Kekalahan di partai final Piala Super Spanyol 2026 melawan Barcelona menyisakan kekecewaan bagi kubu Real Madrid. Namun, pelatih Xabi Alonso memilih untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Ia menegaskan bahwa fokus tim harus segera dialihkan kepada agenda-agenda penting lainnya yang telah menanti. Menurut Alonso, gelar Piala Super Spanyol bukanlah kompetisi yang paling krusial dalam kalender tim.

Pertandingan final yang digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Senin (12/1/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor tipis 3-2 untuk kemenangan Barcelona. Duel bertajuk El Clasico ini memang berlangsung sengit, namun pada akhirnya Los Blancos harus mengakui keunggulan rival abadi mereka.

“Kami harus segera melupakan hal ini,” ujar Xabi Alonso dalam konferensi pers pasca-pertandingan. “Ini hanya satu pertandingan, satu kompetisi, dan di antara semua yang kami miliki, ini yang paling tidak penting.”

Alonso menekankan pentingnya untuk segera bangkit dan menatap ke depan. Ia bertekad untuk memulihkan kondisi fisik dan mental para pemainnya, serta meningkatkan semangat tim untuk menghadapi tantangan berikutnya. “Kami perlu melihat ke depan, berusaha memulihkan para pemain, dan meningkatkan semangat tim, serta terus maju,” tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Suurya Menerima Audiensi dari PT Bank Sumut Cabang Kisaran

Pelatih asal Spanyol ini juga mengakui bahwa turnamen ini menghadirkan duel intens melawan dua rival kuat dalam waktu yang berdekatan. “Ini hanya kompetisi di mana kami menghadapi dua rival hebat hanya dalam beberapa hari,” jelasnya.

Meskipun ada rasa kecewa karena gagal meraih gelar, Alonso tetap mengambil sisi positif dari penampilan timnya. Ia bangga melihat para pemainnya telah memberikan segalanya dan bersaing hingga akhir pertandingan. “Ada perasaan yang bercampur, di satu sisi kecewa karena tidak mampu memenangi titel. Tetapi juga kebanggaan bahwa tim ini memberikan semua yang mereka bisa. Kami bersaing sampai akhir,” tuturnya.

“Kami mengambil hal positif dan terfokus untuk tantangan berikutnya,” pungkas eks maestro lini tengah timnas Spanyol itu.

Jalannya Pertandingan yang Dramatis

Barcelona berhasil unggul lebih dahulu melalui gol Raphinha pada menit ke-36. Namun, drama sesungguhnya terjadi menjelang akhir babak pertama, di mana tercipta tiga gol dalam interval waktu yang sangat singkat.

Vinicius Junior sempat menyamakan kedudukan untuk Real Madrid pada menit ke-45+2. Akan tetapi, keunggulan Madrid tidak bertahan lama. Robert Lewandowski kembali membawa Barcelona unggul pada menit ke-45+4, sebelum akhirnya Gonzalo Garcia berhasil menyamakan skor lagi pada menit ke-45+6.

Memasuki babak kedua, Barcelona kembali berhasil mencetak gol kemenangan melalui gol kedua Raphinha pada menit ke-73. Meskipun Real Madrid sempat unggul jumlah pemain di akhir waktu normal setelah Frenkie de Jong mendapatkan kartu merah, mereka gagal memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan “remontada” atau kebangkitan dramatis. Laga pun berakhir dengan kemenangan bagi Barcelona.

Baca Juga :  Herman Deru: Penurunan Angka Stunting Merupakan Tugas Bersama

Catatan Sejarah dan Dominasi Barcelona

Hasil ini tidak hanya menambah daftar kekecewaan Real Madrid, tetapi juga mencatat rekor kekalahan beruntun dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Tahun sebelumnya, di bawah asuhan Carlo Ancelotti, Real Madrid harus menelan kekalahan telak dengan skor 2-5 dari tim asuhan Hansi Flick.

Prestasi ini semakin memperkokoh posisi Barcelona sebagai penguasa trofi Supercopa de España dengan total 16 gelar juara. Sementara itu, Real Madrid berada di urutan kedua dengan 13 trofi.

Perjalanan Real Madrid di Piala Super Spanyol tahun ini memang harus berakhir lebih dini dari yang diharapkan. Namun, seperti yang ditekankan oleh Xabi Alonso, fokus utama kini adalah bagaimana tim dapat bangkit dan menunjukkan performa terbaik mereka di kompetisi-kompetisi yang lebih bergengsi. Dengan kalender yang padat, efisiensi dalam pemulihan pemain dan strategi yang matang akan menjadi kunci keberhasilan Los Blancos di sisa musim.