Riyadh – Otoritas Saudi, Senin (6/11), mengumumkan pembekuan atas rekening-rekening bank milik tersangka korupsi yang ditangkap secara mengejutkan akhir pekan lalu. Para pejabat menyatakan tidak ada perlakuan istimewa dalam penanganan kasus ini.
Pusat untuk Komunikasi Internasional Saudi, yaitu sebuah inisiatif dari Kementerian Kebudayaan dan Informasi, menyatakan jumlah uang yang tampaknya terkait dengan kasus-kasus korupsi akan digantikan kepada Kementerian Keuangan Saudi.
Pada Minggu (5/11), komite anti-korupsi Saudi, yang dibangun sehari sebelumnya atau Sabtu (4/11), telah menangkap 11 pangeran, empat menteri, dan belasan mantan menteri. Komite itu dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Penangkapan itu dipuji oleh warga Saudi yang menderita karena harga minyak rendah, serta telah lama memprotes bahwa para elite kerajaan telah hidup di atas hukum. “Ini hampir sama dengan penangkapan Bill Gates untuk mendapatkan Pangeran Alwaleed bin Talal ke tahanan,” kata mantan duta besar AS untuk Arab Saudi, Robert Jordan.
Pada Senin, Kejaksaan Agung Saudi menyatakan penangkapan itu hanyalah fase awal dari tindakan melawan korupsi. “Hal itu hanyalah awal dari proses vital untuk mencabut korupsi di mana pun berada,” kata Jaksa Agung Saudi, Saud Al Mojeb lewat sebuah pernyataan.
Para tersangka berhak mendapatkan pendampingan hukum dan bersumpah tidak pernah menghdiri persidangan dalam waktu yang tepat dan secara terbuka,” katanya.
Salah satu pangeran yang ditangkap adalah pengusaha miliuner Al-Waleed bin Talal, yaitu pemilik dari jaringan bisnis dunia seperti Twitter, Apple, Citigroup, News Corp milik Rupert Murdoch, Time Warner, serta jaringan hotel dunia Four Seasons, Fairmont, dan Movenpick. Dia juga investor dalam layanan taksi online, Lyft and Careem, yang keduanya adalah kompetitor Uber di Amerika Serikat (AS) dan Timur Tengah.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mendukung langkah otoritas Saudi. “Saya memiliki keyakinan pada Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi. Mereka tahu betul apa yang mereka lakukan,” katanya.
“Beberapa dari antara mereka yang diperlakukan kasar telah memeras negara mereka selama bertahun-tahun,” kata Trump.
Al Mojeb lewat pernyataannya mengatakan kemajuan penyelidikan tahap pertama sudah lengkap. “Banyak bukti besar telah dikumpulkan dan detil pertanyaan telah dilakukan,” katanya.
“Semua tersangka saat ini akan memiliki akses penuh kepada sumber daya hukum, dan persidangan ini akan dilakukan tepat waktu dan terbuka untuk semua pihak yang berkepentingan.
















