Real Madrid Raih Kemenangan, Pelatih Arbeloa Respons Cemoohan Suporter di Bernabeu
Pertandingan lanjutan Liga Spanyol musim 2025-2026 antara Real Madrid melawan Levante di Stadion Santiago Bernabeu pada Sabtu (17/1/2026) menyisakan cerita menarik di balik kemenangan 2-0 tim tuan rumah. Meskipun berhasil meraih tiga poin krusial, sorakan dan cemoohan dari sebagian suporter yang hadir justru menjadi sorotan utama, menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap performa tim yang dianggap belum konsisten.
Dalam laga pekan ke-20 tersebut, Real Madrid berhasil menundukkan Levante berkat dua gol yang tercipta di babak kedua. Kylian Mbappe membuka keunggulan timnya pada menit ke-58 melalui eksekusi penalti yang sukses setelah ia dijatuhkan di kotak terlarang. Tujuh menit berselang, Raul Asencio menggandakan keunggulan Los Blancos melalui sundulan keras memanfaatkan umpan sepak pojok dari Arda Guler.
Namun, kemenangan yang seharusnya disambut gembira ini diwarnai oleh atmosfer yang kurang menyenangkan. Sejumlah pemain Real Madrid dilaporkan menerima siulan dan cemoohan, baik sebelum pertandingan dimulai maupun saat jeda babak pertama. Hal ini menjadi indikasi kekecewaan mendalam dari para pendukung yang berharap penampilan tim kesayangan mereka lebih meyakinkan, terutama setelah beberapa hasil yang dinilai kurang memuaskan di pertandingan sebelumnya di LaLiga.
Tanggapan Arbeloa: Tuntutan Tinggi adalah Ciri Khas Real Madrid
Menanggapi situasi yang terjadi di stadion, pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, memberikan pandangannya. Arbeloa, yang berusia 43 tahun, menyatakan bahwa reaksi dari suporter merupakan hal yang wajar terjadi di klub sebesar Real Madrid. Baginya, tuntutan tinggi dari para pendukung adalah bagian integral dari identitas dan kebesaran klub.
“Saya selalu menghormati Bernabeu. Saya juga sering dicemooh, dan salah satu aspek yang membuat klub ini hebat adalah tuntutan terhadap tim,” ujar Arbeloa. Ia menambahkan bahwa tekanan dari suporter seharusnya tidak dilihat sebagai beban, melainkan sebagai pemicu bagi para pemain untuk senantiasa meningkatkan performa mereka di setiap pertandingan.
Arbeloa menekankan pentingnya para pemain untuk memahami akar dan ekspektasi yang ada di Real Madrid. “Kami tahu dari mana kami berasal dan tuntutan yang ada. Kami harus menghadapinya dengan baik karena mereka tahu bahwa kami mampu memberikan lebih banyak,” tegasnya. Ia juga mengambil tanggung jawab penuh atas performa tim, menyatakan bahwa bukan suporter yang patut disalahkan, melainkan para pemain dan staf pelatih yang harus berjuang lebih keras untuk memberikan yang terbaik bagi Santiago Bernabeu.
Kritik untuk Presiden Klub, Arbeloa Angkat Bicara
Situasi kurang mengenakkan tidak hanya dialami oleh para pemain. Sebagian suporter juga terdengar melontarkan cemoohan kepada presiden klub, Florentino Perez. Arbeloa turut menanggapi hal ini dengan nada yang tegas. Menurutnya, kritik yang ditujukan kepada Perez datang dari pihak-pihak yang dinilai tidak sepenuhnya memahami kontribusi besar sang presiden bagi Real Madrid.
Arbeloa berpendapat bahwa jasa dan dedikasi Florentino Perez selama memimpin klub seharusnya mendapatkan penghormatan yang lebih besar dari para pendukung. Ia mengindikasikan bahwa cemoohan tersebut mungkin berasal dari individu atau kelompok yang tidak sepenuhnya mencintai Real Madrid, meskipun mereka mengaku sebagai penggemar.
“Saya tahu dari mana datangnya siulan, dari mana datangnya kampanye-kampanye itu. Dan saya percaya teriakan itu bukan dari orang-orang yang tidak mencintai Florentino, melainkan dari orang-orang yang tidak mencintai Real Madrid,” pungkas Arbeloa. Ia meyakini bahwa setiap madridista sejati menyadari betapa beruntungnya klub memiliki sosok seperti Florentino Perez, dan mengerti dari mana serta siapa saja yang melontarkan kritik tersebut.
Kemenangan Perdana Arbeloa di LaLiga Bersama Tim Utama
Terlepas dari dinamika yang terjadi di tribun penonton, kemenangan atas Levante memiliki makna tersendiri bagi Alvaro Arbeloa. Hasil ini tercatat sebagai kemenangan pertamanya di ajang LaLiga bersama tim utama Real Madrid sejak ia dipercaya untuk menangani skuad senior.
Sebelumnya, Arbeloa harus menelan kekecewaan saat Real Madrid tersingkir di babak 16 besar Copa del Rey setelah kalah 2-3 dari Albacete. Kekalahan tersebut diyakini menjadi salah satu faktor yang turut memicu kekecewaan suporter terhadap performa tim yang dianggap belum stabil. Kemenangan ini diharapkan dapat menjadi momentum positif bagi Arbeloa dan pasukannya untuk membangun kembali kepercayaan diri dan konsistensi di sisa musim kompetisi.
















