Lokal

Bandung Langitkan Pohon: Kisah Cegah Bencana

×

Bandung Langitkan Pohon: Kisah Cegah Bencana

Sebarkan artikel ini

Reboisasi Udara: 5,2 Juta Bibit Tebar di Lahan Kritis Bandung

Sebuah inisiatif luar biasa tengah dilakukan di Kabupaten Bandung untuk memulihkan lahan kritis yang terdampak bencana. Melalui metode aeroseeding, ribuan prajurit TNI menerbangkan pesawat CASSA NC 212 I untuk menyebar 5,2 juta bibit tanaman di atas area seluas 738 hektare. Misi ambisius ini dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari 2026, membawa harapan baru bagi kelestarian lingkungan Bumi Pasundan.

Inspirasi di balik program reboisasi udara ini muncul dari peristiwa tragis. Bencana tanah longsor yang melanda salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung pada Desember 2025 meninggalkan luka mendalam. Ratusan warga terpaksa mengungsi, dan hingga kini, tiga korban yang tertimbun longsor belum berhasil ditemukan. Peristiwa kelam ini menjadi pengingat betapa pentingnya langkah pencegahan jangka panjang selain penanganan darurat.

Inovasi Aeroseeding untuk Akses Lahan Tersulit

Metode aeroseeding atau penyebaran bibit melalui udara merupakan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan reboisasi di daerah yang sulit dijangkau oleh kendaraan darat. Pesawat CASSA NC 212 I dari Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang, menjadi armada utama dalam misi ini. Pesawat tersebut akan terbang rendah, menaburkan bibit-bibit yang telah dikemas dalam karung. Meskipun bau menyengat dari kotoran hewan yang menjadi media pertumbuhan bibit tercium, efektivitas metode ini dalam menjangkau area “gundul” sangatlah dinilai tinggi.

Baca Juga :  TNI-Unhan Hadirkan Air Bersih untuk Korban Bencana Sumut

Kolaborasi Tanpa APBD: Kekuatan Sumbangan Siswa dan CSR

Yang membuat program ini semakin istimewa adalah pendanaannya yang tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengungkapkan bahwa gagasan ini lahir dari perundingan dan diskusi rutin yang menghasilkan solusi kreatif. Ketika Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat menghadapi kendala ketersediaan bibit, muncul ide cemerlang untuk melibatkan masyarakat secara langsung.

Inspirasi tersebut datang dari lingkungan sekolah. Menjelang pembagian rapor, para siswa diajak untuk menyumbangkan bibit tanaman. Inisiatif sederhana namun berdampak besar ini berhasil mengumpulkan total 5,2 juta bibit, dengan perkiraan berat mencapai 8 ton. Mayoritas bibit yang terkumpul adalah jenis Albasiah dan Gamelina, dilengkapi dengan bibit tanaman buah-buahan dan kayu-kayuan lainnya.

“Pasca bencana kemarin. Itu salah satu awal kenapa dilakukan aeroseeding. Kami berunding, bicara, mengadakan rutin setiap bulan. Nah setelah itu timbul gagasan ini,” ungkap Dadang.

“Jadi pada waktu pembagian rapot, anak-anak kami ajak untuk memberikan bibit tanaman. Dan dari situ, terkumpulah 5,2 juta bibit yang tentunya hampir 8 ton, jika ditimbang bersama,” tambahnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit Meroket Jelang Ramadan di Sigi

Program ini merupakan wujud nyata dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkolaborasi dengan pola Pentahelix, melibatkan berbagai elemen masyarakat, pemerintah, akademisi, bisnis, dan komunitas. Bupati Dadang Supriatna menyampaikan apresiasinya yang mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terlaksananya program mulia ini.

Fokus pada Area Kritis dan Rawan Bencana

Penyebaran bibit melalui udara ini secara khusus difokuskan pada wilayah-wilayah yang telah teridentifikasi sebagai kawasan kritis dan rawan bencana. Berdasarkan pemetaan, terdapat tiga desa yang mengalami tingkat kekritisan lahan yang signifikan:

  • Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari: Seluas 123 hektare.
  • Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari: Seluas 137 hektare.
  • Desa Girimulya, Kecamatan Pacet: Sekitar 478 hektare.

Luasan total yang menjadi target aeroseeding adalah 738 hektare. Namun, area yang akan dijangkau tidak hanya terbatas pada desa-desa tersebut, melainkan juga mencakup perbatasan-perbatasan yang sulit diakses oleh kendaraan darat. Beberapa area perbatasan yang menjadi perhatian meliputi daerah yang berdekatan dengan Kabupaten Garut, Cianjur, Sumedang, dan Kabupaten Bandung Barat.

Dengan memadukan teknologi, kesadaran lingkungan, dan partisipasi masyarakat, Kabupaten Bandung berupaya keras memulihkan keindahan dan keberlanjutan alamnya. Misi aeroseeding ini tidak hanya menanam bibit, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan yang lebih hijau dan aman.