SBM ITB Tutup Rangkaian Ekosistem Startup 2025 dengan Bandung Startup Pitching Day ke-12
Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) mengakhiri serangkaian kegiatan ekosistem startup tahun 2025 dengan menyelenggarakan Bandung Startup Pitching Day (BSPD) ke-12. Acara prestisius ini berlangsung pada Kamis, 11 Desember 2025, dan menjadi penutup yang gemilang bagi berbagai inisiatif yang telah dijalankan sepanjang tahun. Dengan mengusung tema “Impactful Innovation and Beyond,” BSPD ke-12 berhasil menghadirkan 20 startup terpilih yang berkesempatan mempresentasikan inovasi dan model bisnis mereka di hadapan para investor terkemuka serta para pemimpin industri.
Acara ini merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan sebelumnya yang diadakan pada Juli 2025, dan kembali menegaskan posisi Bandung sebagai salah satu pusat pertumbuhan startup yang dinamis di kancah nasional. Keberhasilan BSPD ke-12 tidak lepas dari kolaborasi erat antara lima pilar utama ekosistem startup Bandung. Kelima pilar tersebut meliputi The Greater Hub SBM ITB, Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB, Startup Bandung, Innovation Factory, dan Geek Hunter. Sinergi ini menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan startup.
Sinergi Lintas Ekosistem untuk Memperkuat Daya Saing Startup
Pembukaan acara dilakukan oleh Kepala Inkubator The Greater Hub SBM ITB, Dina Dellyana. Dalam sambutannya, Dina Dellyana menekankan betapa pentingnya sinergi lintas ekosistem dalam memperkuat daya saing para startup. Ia menyoroti bahwa di tengah dinamika industri yang terus berubah dan tantangan dalam mendapatkan pendanaan, kolaborasi yang solid antar berbagai pemangku kepentingan menjadi sangat krusial. Sinergi ini tidak hanya membantu startup dalam hal pendanaan, tetapi juga membuka akses terhadap sumber daya, keahlian, dan jaringan yang lebih luas.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik SBM ITB, Dr. rer. pol. Eko Agus Prasetio, menambahkan pandangannya mengenai esensi dari Bandung Startup Pitching Day. Menurutnya, acara ini bukan sekadar menjadi wadah bagi para startup untuk memamerkan ide-ide inovatif mereka. Lebih dari itu, BSPD juga berfungsi sebagai ruang penting untuk membentuk ketahanan atau resiliensi bagi para pelaku startup. Ketahanan ini sangat vital dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul dalam perjalanan bisnis mereka. Dr. Eko Agus Prasetio berpendapat bahwa keberlanjutan sebuah startup sangat bergantung pada dukungan ekosistem yang kuat serta kemampuan untuk mengakses jejaring strategis yang dapat mendukung pertumbuhan mereka.
20 Startup Unggulan Presentasikan Solusi Berbasis Teknologi
Sebanyak 20 startup yang terpilih dalam BSPD ke-12 memaparkan solusi-solusi berbasis teknologi yang mereka kembangkan. Inovasi-inovasi ini dirancang secara khusus untuk menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi oleh masyarakat di berbagai sektor. Mulai dari teknologi kesehatan, pendidikan, agrikultur, hingga solusi untuk efisiensi bisnis, para startup menunjukkan potensi besar mereka dalam menciptakan perubahan positif.
Presentasi yang disaksikan oleh para investor dan perwakilan lembaga modal ventura ini berlangsung dengan antusias. Hadir dalam acara tersebut investor dari berbagai latar belakang, termasuk Antler, MDI Ventures, BNI Ventures, Telkomsel Ventures, Spiral Ventures, Arunami, DSX Ventures, Init-6, Kopital, dan Rahmania Foundation. Selain itu, komunitas investor yang berpengaruh seperti Indonesian Bankers Club dan Aliansi VC Tech juga turut hadir, memberikan apresiasi dan peluang bagi para startup untuk berinteraksi langsung dengan calon mitra strategis mereka.
Apresiasi untuk Startup Terbaik
Menjelang akhir acara, panitia memberikan penghargaan kepada startup-startup yang dinilai unggul dalam beberapa kategori. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras, inovasi, dan potensi yang ditunjukkan oleh para startup. Kategori penghargaan yang diberikan antara lain:
- Pitch Terbaik: Penghargaan ini diraih oleh Paperless Hospital, yang dinilai berhasil menyampaikan visi dan model bisnisnya dengan sangat meyakinkan.
- Paling Inovatif: Startup Tanabur berhasil membawa pulang penghargaan ini, menunjukkan bahwa mereka menghadirkan solusi yang benar-benar baru dan berbeda dari yang sudah ada.
- Paling Berdampak: Libere dinobatkan sebagai startup paling berdampak, menggarisbawahi kontribusi mereka dalam menciptakan solusi yang memberikan dampak sosial atau ekonomi yang signifikan.
- Paling Siap Dipasarkan: Penghargaan ini diberikan kepada Ernawa, yang dinilai memiliki kesiapan produk dan strategi pasar yang matang untuk segera diluncurkan atau dikembangkan lebih lanjut.
Sebagai agenda startup terbesar yang menjadi penutup di Bandung pada tahun 2025, BSPD ke-12 dinilai telah berhasil menjalankan fungsinya dengan sangat baik. Acara ini terbukti efektif dalam memperkuat perannya sebagai jembatan vital antara para inovator dan sumber pendanaan yang mereka butuhkan. Lebih jauh lagi, BSPD ke-12 kembali menegaskan komitmen kuat Kota Bandung dalam mendorong inovasi teknologi yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga mampu memberikan dampak yang berarti bagi masyarakat luas.

















