Berita Utama

Batu Antisipasi Tumpukan Sampah Libur Nataru 2026

×

Batu Antisipasi Tumpukan Sampah Libur Nataru 2026

Sebarkan artikel ini

Antisipasi Penumpukan Sampah Sambut Libur Natal dan Tahun Baru 2026 di Kota Batu

Pemerintah Kota Batu telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah yang diperkirakan akan terjadi selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026. Peningkatan jumlah sampah ini secara alami berkaitan erat dengan prediksi kedatangan jutaan wisatawan yang akan memadati kota berjuluk “Kota Apel” tersebut. Berbagai persiapan telah dirancang untuk memastikan kebersihan kota tetap terjaga meski di tengah keramaian liburan.

Prediksi Peningkatan Volume Sampah

Berdasarkan data dan pengalaman dari momen liburan sebelumnya, diperkirakan volume sampah di Kota Batu akan mengalami peningkatan signifikan. Pada hari-hari biasa, Kota Batu menghasilkan sekitar 120 ton sampah per hari. Namun, selama periode libur Natal dan Tahun Baru mendatang, angka ini diprediksi melonjak hingga 20 ton per hari, mencapai total sekitar 140 ton sampah setiap harinya.

Peningkatan ini tidak merata di seluruh kota, melainkan terkonsentrasi di area-area yang menjadi tujuan utama wisatawan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni, menjelaskan bahwa tempat-tempat wisata seperti alun-alun menjadi salah satu episentrum penumpukan sampah. Selain itu, 21 ruas jalan protokol yang rutin dibersihkan petugas kebersihan juga akan mengalami peningkatan volume sampah.

Baca Juga :  Disrupsi: Ancaman Atau Peluang ?

“Pada hari biasa, volume sampah dari 21 ruas jalan protokol di Kota Batu hanya sekitar 30 ton. Jumlah itu dapat naik menjadi 50 ton per hari saat libur Nataru,” ungkap Dian Fachroni pada Jumat (12/12/2025).

Jenis sampah yang paling banyak mendominasi selama liburan biasanya adalah sampah kemasan makanan dan minuman, sisa makanan, serta botol plastik. Sampah-sampah ini berasal dari aktivitas wisatawan selama berlibur.

Strategi Pengolahan Sampah yang Dioptimalkan

Untuk menghadapi lonjakan sampah tersebut, Pemerintah Kota Batu tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah disiapkan, dengan fokus utama pada optimalisasi alat pengolahan sampah yang ada.

Salah satu langkah krusial adalah memastikan bahwa alat insinerator yang berlokasi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung berfungsi dengan optimal. Dengan insinerator yang bekerja maksimal, diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah secara signifikan dan memproses sampah yang masuk agar tidak menumpuk.

Selain mengandalkan fasilitas di TPA Tlekung, Pemkot Batu juga akan memanfaatkan insinerator yang dimiliki oleh Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Dadaprejo dan TPS3R Sisir. Penggunaan fasilitas tambahan ini bertujuan untuk memperluas kapasitas pengolahan sampah dan mendistribusikan beban kerja.

“Antisipasi yang kami lakukan dengan memastikan alat insinerator TPA Tlekung berfungsi dengan baik. Sehingga nantinya tidak terjadi timbunan sampah,” jelas Dian Fachroni.

Baca Juga :  Banda Indung #2: Ekspresi Keseharian

Saat ini, terdapat tiga unit insinerator di TPA Tlekung dengan kapasitas pengolahan mencapai 23 ton per hari. Pemerintah kota juga sedang dalam tahap finalisasi pembangunan tahap kedua untuk “big composter”, sebuah fasilitas pengomposan skala besar yang diharapkan dapat menambah solusi pengolahan sampah organik.

Pengembangan Fasilitas Pengomposan Skala Lokal

Selain berfokus pada insinerator, Pemkot Batu juga menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan sampah organik dengan mengembangkan fasilitas rumah kompos. Dian Fachroni menambahkan bahwa saat ini Pemkot Batu tengah bersiap untuk pembangunan dan pengoperasian 16 titik rumah kompos yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Batu.

Keberadaan rumah-rumah kompos ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat lokal dalam mengelola sampah organik dari rumah tangga dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, volume sampah yang berakhir di TPA dapat berkurang, sekaligus menghasilkan kompos yang bermanfaat untuk pertanian dan perkebunan, yang merupakan salah satu sektor unggulan Kota Batu.

Melalui kombinasi optimalisasi teknologi pengolahan sampah seperti insinerator dan pengembangan fasilitas pengomposan skala lokal, Pemerintah Kota Batu optimis dapat mengelola lonjakan sampah selama libur Natal dan Tahun Baru 2026 dengan baik, serta menjaga kebersihan dan kenyamanan kota bagi seluruh pengunjung maupun masyarakat setempat.