Kesehatan

Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal saat Dirawat di RSUD Dr. Soetomo, Kisahnya Viral di Medsos

×

Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal saat Dirawat di RSUD Dr. Soetomo, Kisahnya Viral di Medsos

Sebarkan artikel ini

Kisah kematian seorang bayi di Surabaya menjadi sorotan warganet setelah cerita itu beredar di media sosial. Bayi bernama Alena disebut meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, pada Minggu (11/10) pagi. Dalam unggahan yang ramai dibagikan, keluarga mengaitkan kondisi bayi itu dengan pemberian telur mentah oleh nenek kandungnya, namun pihak rumah sakit tidak membuka rincian penyebab medisnya.

Informasi tersebut mula-mula muncul lewat akun Threads @calisthaarisha yang mengaku sebagai tante dari Alena. Dalam unggahannya, ia menyampaikan kabar duka bahwa keponakannya telah wafat dan memohon doa dari para pengguna media sosial. Ia juga menulis bahwa urusan keluarga terkait suami Ariana sudah ditindaklanjuti dan meminta publik tidak terus menanyakan persoalan itu karena keluarga masih berduka.

Baca Juga :  RSBP Batam Kini Miliki Layanan Aritmia dan Ablasi Jantung

Masih dalam unggahan yang sama, akun itu menyebut Alena belum genap sebulan saat harus berjuang dalam kondisi kritis. Ia menuliskan bahwa bayi tersebut diduga diberi telur mentah oleh neneknya dengan alasan agar demam yang dialami turun. Narasi itu kemudian memicu perhatian luas di media sosial karena menyangkut keselamatan bayi yang masih sangat rentan.

Dari pihak rumah sakit, Kepala Bagian Umum RSUD Dr. Soetomo, Robeth Jabbar, membenarkan bahwa bayi tersebut pernah dirawat di rumah sakit itu. Ia mengatakan tim medis telah melakukan penanganan maksimal sesuai standar pelayanan dan kebutuhan pasien. Meski begitu, pasien dinyatakan meninggal pada sekitar pukul 07.10 WIB, dengan usia 28 hari.

Baca Juga :  Cek Status BPJS Kesehatan: WhatsApp, Mobile JKN, Call Center 165

Robeth tidak menjelaskan lebih jauh soal kronologi maupun diagnosis bayi tersebut. Menurut dia, rumah sakit memilih tidak menyampaikan detail medis secara terbuka sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang sedang berduka. Dengan begitu, informasi yang beredar di media sosial belum mendapat penjelasan resmi dari rumah sakit mengenai hubungan langsung antara dugaan pemberian telur mentah dan penyebab kematian.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa bayi berusia sangat muda membutuhkan penanganan kesehatan yang hati-hati dan tidak bisa diberikan asupan sembarangan tanpa arahan tenaga medis. Di tengah ramainya unggahan warganet, keluarga juga meminta agar publik memberi ruang duka dan tidak memperpanjang pembahasan yang belum tentu membantu mereka.