Berita

Belajar dari Kebakaran Kilang Dumai, Pemerintah Diminta Perbaiki Sektor Migas

×

Belajar dari Kebakaran Kilang Dumai, Pemerintah Diminta Perbaiki Sektor Migas

Sebarkan artikel ini

Kebakaran Kilang Dumai: Tanda Bahaya bagi Ketahanan Energi Nasional

Kilang Dumai, salah satu kilang minyak terbesar yang dimiliki oleh PT. Pertamina (Persero), mengalami kebakaran hebat pada Rabu (1/10/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Kejadian ini menjadi sinyal peringatan bagi ketahanan energi nasional. Kilang yang berlokasi di Dumai, Provinsi Riau, merupakan salah satu pusat pengolahan minyak mentah menjadi berbagai produk turunan seperti bensin, solar, avtur (bahan bakar pesawat), minyak tanah, dan produk petrokimia lainnya.

Kilang Dumai memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi di wilayah Sumatra, khususnya untuk pasokan bahan bakar. Pada malam kejadian, terjadi ledakan yang menyebabkan kebakaran. Meskipun api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.20 WIB setelah lebih dari tiga jam upaya pemadaman, sekitar 100 meter persegi di bagian atas bangunan kilang terdampak.

Tim pemadam internal Pertamina bergerak cepat untuk mencegah api merembet ke area lain. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, namun beberapa warga sekitar mengalami trauma akibat bunyi ledakan dan kobaran api. Sebanyak 20 warga dilarikan ke RSUD Dumai, namun kondisi mereka telah membaik dan pulang ke rumah masing-masing.

Peringatan dari Tokoh Politik

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Mulyanto, menilai kejadian ini bukan sekadar insiden teknis, tetapi menunjukkan lemahnya infrastruktur perminyakan Indonesia yang semakin mengkhawatirkan. Ia mendesak pemerintah segera melakukan audit komprehensif dan peningkatan keamanan terhadap seluruh kilang eksisting, terutama yang sudah berusia tua seperti Dumai, Balongan, dan Cilacap.

Baca Juga :  OSS Issues 200,000 More Business ID Number Since Its Initial Launch

Mulyanto menekankan pentingnya penggantian peralatan rentan, evaluasi sistem proteksi kebakaran, dan penerapan manajemen risiko yang lebih ketat. Ia juga mengingatkan bahwa dalam empat bulan terakhir, hampir selalu terjadi insiden kebakaran di fasilitas kilang. Padahal, di Pertamina sudah dibentuk unit setingkat direktur yang khusus menangani manajemen risiko.

“Seharusnya aspek ini dievaluasi secara mendalam, kalau memang pemerintah serius menangani soal ketahanan energi ini,” kata Mulyanto dalam keterangannya, Minggu (5/10/2025).

Pentingnya Modernisasi dan Pembangunan Kilang Baru

Selain langkah teknis, Mulyanto juga menyoroti pentingnya percepatan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan pembangunan kilang baru untuk memperkuat pasokan domestik. “Modernisasi kilang Balikpapan, Cilacap dan Balongan harus dituntaskan sesuai jadwal. Kita sedih melihat kilang Balikpapan yang terbakar tahun lalu padahal baru saja berhasil ditingkatkan kapasitasnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, proyek kilang Tuban juga perlu segera diselesaikan agar tidak bernasib sama seperti proyek kilang Bontang yang terhenti. Pembangunan kilang baru dengan tambahan kapasitas minimal 500 ribu barel per hari dapat dilakukan melalui kemitraan dengan swasta dan investor asing.

Baca Juga :  Ini Riwayat Penyakit Irrfan Khan Sebelum Meninggal Dunia

“Jangan terkatung-katung seperti sekarang ini. Salah-salah bisa ambyar pembangunannya seperti kilang Bontang,” ucap Mulyanto.

Kesiapan Pendanaan dan Langkah Konkret

Terkait pendanaan, ia menilai pemerintah dapat memanfaatkan potensi pembiayaan dari Danantara, lembaga investasi nasional. Tanpa langkah-langkah konkret memperkuat kilang lama, mempercepat pembangunan kilang baru, dan mengamankan cadangan BBM nasional, kita akan terus rentan terhadap krisis energi dan defisit migas yang menggerus APBN.

Riwayat Kelam Kilang Dumai

Rasa khawatir masyarakat bukan tanpa alasan. Di balik peran vitalnya, kilang Putri Tujuh juga menyimpan catatan kelam. Sejak berdiri, beberapa kali terjadi kebakaran dan ledakan. Pada 2008, sebuah tangki berkapasitas 5.000 kiloliter terbakar. Setahun kemudian, 2009, pipa bertekanan tinggi di kilang ini meledak dan terbakar. Peristiwa paling memilukan terjadi pada 2014, ketika ledakan menewaskan beberapa orang.

Pada April 2023, insiden ledakan gas compressor memicu api yang melukai sembilan pekerja. Tahun 2025 ini kembali terjadi kebakaran. Dengan riwayat tersebut, penting bagi pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran akan risiko dan memastikan keamanan serta keselamatan operasional kilang.