Persib Bandung kokoh di Puncak: Pertahanan Terbaik, Tantangan Baru di Putaran Kedua
Persib Bandung tampil impresif di putaran pertama Liga Super 2025/2026, menorehkan rekor pertahanan terbaik di liga. Tim berjuluk Maung Bandung ini berhasil menjadi tim paling sedikit kebobolan, sebuah pencapaian krusial yang menjadi fondasi kuat dalam perburuan gelar juara. Hingga pekan ke-17, gawang Persib hanya mampu dijebol sebanyak 11 kali.
Statistik pertahanan Persib musim ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Pada putaran pertama musim lalu, tim asuhan Bojan Hodak tercatat kebobolan 12 gol. Peningkatan ini menegaskan efektivitas strategi dan kedisiplinan lini belakang Persib di bawah arahan pelatih asal Kroasia tersebut.
Filosofi Juara: Pertahanan Solid Kunci Gelar Bergengsi
Bojan Hodak, pelatih Persib Bandung, memiliki pandangan yang jelas mengenai kunci kesuksesan sebuah tim. Ia mengakui bahwa ketajaman lini serang memang mampu memenangkan pertandingan, namun pertahanan yang kokoh adalah elemen tak terpisahkan untuk meraih gelar juara liga.
“Jika melihat hasil dan klasemen, tentu yang paling penting adalah pertahanan berjalan dengan baik,” ujar Hodak. “Jadi sejauh ini pertahanan kami yang terbaik di liga. Tentu saja ini adalah kunci. Karena serangan bisa memenangkan pertandingan, tapi pertahanan bisa memenangkan gelar juara.”
Meskipun merasa bangga dengan rekor pertahanan yang gemilang, Hodak tidak lantas berpuas diri. Ia secara khusus menyoroti kinerja lini serang tim yang menurutnya masih perlu ditingkatkan. Kombinasi pertahanan yang solid dan serangan yang tajam akan menjadi senjata ampuh Persib dalam menghadapi kerasnya persaingan di putaran kedua.
Putaran Kedua: Tekanan Meningkat, Ambisi Lawan Semakin Liar
Memasuki putaran kedua, Persib Bandung dihadapkan pada tantangan yang lebih besar. Tekanan untuk mempertahankan posisi puncak klasemen akan semakin terasa. Selain ekspektasi tinggi dari para pendukung setia, tim-tim lawan juga diprediksi akan semakin termotivasi untuk memberikan perlawanan sengit.
Para rival diprediksi akan melakukan pembenahan skuad dan strategi untuk mencoba mengalahkan Persib. Target utama setiap tim lawan di putaran kedua adalah menggagalkan ambisi Persib untuk mencatatkan sejarah sebagai tim yang berhasil meraih hat-trick juara liga.
Tekanan Adalah Bagian dari Identitas Persib
Hodak menyadari betul bahwa tekanan adalah hal yang lumrah dalam dinamika Persib Bandung. Ia menegaskan bahwa ekspektasi tinggi dari berbagai pihak selalu menyertai setiap pertandingan yang dilakoni tim.
“Di Persib, setiap pertandingan itu selalu ada tekanan. Orang-orang selalu menaruh ekspektasi yang tinggi, terutama karena sekarang kami mulai bisa memenangkan setiap pertandingan,” jelas Hodak.
Namun, pelatih yang telah tiga tahun menukangi Persib ini menambahkan bahwa timnya telah terbiasa menghadapi situasi tersebut. Kehidupan sehari-hari di lingkungan Persib telah membentuk mentalitas skuad untuk terbiasa dengan tekanan dan ekspektasi tinggi.
“Tapi ini adalah sesuatu hal yang membuat kami sudah terbiasa. Sebab kami sudah sehari-hari hidup seperti ini dalam tiga tahun. Jadi ini hal yang normal di Persib,” pungkasnya.
Dengan pertahanan yang kokoh dan mentalitas yang teruji, Persib Bandung siap menghadapi badai tantangan di putaran kedua Liga Super 2025/2026. Perjuangan untuk mempertahankan mahkota juara akan semakin menarik untuk disaksikan.

















