Insiden Kontroversial Pasca-Derbi: Pemain Persija Jakarta Terekam Aksi Tak Pantas, Thom Haye Diancam
Pertandingan klasik antara Persib Bandung dan Persija Jakarta selalu menyajikan tensi tinggi, tidak hanya di atas lapangan namun juga di luar batas permainan. Pekan ke-17 Liga Super Indonesia yang mempertemukan kedua tim di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 11 Januari 2026, berakhir dengan kemenangan tipis Persib Bandung 1-0. Namun, sorotan publik tak berhenti pada hasil akhir, melainkan pada insiden yang terjadi setelah peluit panjang dibunyikan.
Situasi di lapangan sempat memanas sesaat setelah wasit mengakhiri pertandingan. Beberapa pemain terlihat terlibat dalam adu argumen, meski akhirnya berhasil ditenangkan. Namun, kamera para suporter terus merekam, bahkan ketika para pemain Persija Jakarta kembali menuju ruang ganti.
Sebuah rekaman video yang beredar luas, salah satunya diunggah di kanal YouTube @pemainke12, memperlihatkan gelandang Persija Jakarta asal Brasil, Van Basty Sousa, sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton. Meskipun aksi tersebut berlangsung singkat dan segera dihentikan, rekaman tersebut dengan cepat menjadi viral.
Aksi ini turut menjadi perhatian akun basis penggemar Persib Bandung, @stay_persib, yang mengunggahnya pada Senin, 12 Januari 2025. Akun tersebut mempublikasikan foto Van Basty Sousa yang mengacungkan jari tengah kepada suporter. Lebih lanjut, akun tersebut juga menampilkan kolase foto dua pemain Persib Bandung, Ciro Alves dan Putu Gede, yang pernah melakukan tindakan serupa di masa lalu.
Dalam keterangan unggahan @stay_persib, disebutkan bahwa Ciro Alves pernah dijatuhi sanksi larangan bermain sebanyak dua kali dan denda sebesar Rp 75 juta. Sementara itu, Putu Gede menerima hukuman lebih berat, yaitu larangan bermain empat kali dan denda Rp 75 juta. Kedua insiden tersebut terjadi setelah Persib Bandung mengalami kekalahan 1-2 dari Persis Solo di Stadion Manahan, Surakarta, pada 8 Agustus 2023.
Akun @stay_persib secara tegas mempertanyakan apakah Van Basty Sousa juga akan mendapatkan sanksi serupa. “Sama sama mengacungkan jari tengah dan tentu tindak tersebut adalah tindakan yang memprovokasi Supporter. Kita lihat Apakah pemain persija Juga akan terkena sanksi atau lolos dari Sanksi ?” tulisnya dalam caption.
Kolom komentar unggahan tersebut pun dibanjiri respons dari para pendukung Persib Bandung yang menyerukan agar Van Basty Sousa juga dikenakan sanksi. Berbagai komentar bernada serupa muncul, mendesak agar kasus ini dilaporkan ke pihak berwenang terkait, seperti Komite Disiplin PSSI, PSSI, dan bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga.
- “Si tubarao ge nginjek pantau di sanksi teu. Si Sousa ngacung keun jari tengah. Kudu di up pantau terus!!!”
- “UP TERUS SHARE KE SEMUA MEDIA PERSIB BIAR DAPET SANKSI YANG SAMA”
- “@komdispssi @pssi @erickthohir hrs nya kena sanksi kan”
- “Bukan lebay, soal keadilan, pantau terus”
- “Klo si eta… Masih punya rasa keadilan. Ditunggu sanksi-sanksinya. Ulah ngan bisa tebang pilih wae”
Profil Singkat Van Basty Sousa
Van Basty Sousa adalah seorang gelandang profesional asal Brasil yang lahir pada 27 November 1994. Pemain dengan tinggi badan 1,84 meter ini bergabung dengan Persija Jakarta pada 1 Juli 2025, didatangkan secara gratis dari klub Brasil, Nautico. Sousa memiliki kaki kiri sebagai kaki dominannya dan saat ini diperkirakan memiliki nilai pasar sekitar Rp 4,35 miliar.
Bersama tim Macan Kemayoran, Van Basty Sousa telah tampil dalam 16 pertandingan, mencatatkan 1 gol, 2 assist, menerima 4 kartu kuning, dan mengumpulkan total 1.387 menit bermain. Dalam penilaian Sofascore saat pertandingan melawan Persib Bandung, Van Basty Sousa mendapatkan rating 6,7.
Ancaman Mengerikan untuk Thom Haye
Di tengah panasnya atmosfer pertandingan dan insiden yang melibatkan pemain, gelandang Persib Bandung, Thom Haye, juga menjadi sasaran ancaman mengerikan. Melalui unggahan di Insta Story Instagram pribadinya, Thom Haye mengungkapkan bahwa keluarganya menerima pesan bernada ancaman kematian yang sangat mengerikan.
Dalam pesannya, Thom Haye menyampaikan kebanggaannya atas kemenangan timnya dalam pertandingan derbi tersebut dan apresiasinya terhadap atmosfer sepak bola Indonesia yang menurutnya memiliki potensi besar. Namun, ia juga mengungkapkan rasa sedihnya melihat banyak pertandingan yang tercoreng oleh perilaku tidak hormat dan pelanggaran yang tidak perlu.
“Kami memenangkan derbi hari ini dan saya bangga dengan tim kami dan Bobotoh. Saya benar-benar percaya sepak bola Indonesia memiliki potensi. Semangat dan atmosfernya istimewa. Pada saat yang sama, saya merasa sedih, sangat disayangkan terlalu banyak pertandingan yang dibayangi oleh perilaku tidak hormat dan pelanggaran yang tidak perlu. Sangat menyedihkan melihat pemain berkontribusi pada hal ini dan merusak kualitas permainan. Yang gila adalah jika Anda menyuarakan pendapat tentang hal itu, mereka malah ingin berkelahi lebih banyak. Rasa hormat sangat penting untuk pertumbuhan permainan. Dan satu hal terakhir… Saya bisa menerima banyak hal sebagai seorang profesional, tetapi saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirimkan harapan kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti. Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu. Mari kita bangun lingkungan sepak bola yang lebih baik bersama-sama untuk para pemain, untuk para penggemar, dan untuk masa depan sepak bola Indonesia,” tulis Thom Haye.
Hingga berita ini diturunkan, Thom Haye belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai identitas pihak-pihak yang melayangkan ancaman tersebut. Namun, dukungan penuh datang dari para Bobotoh yang mengecam keras tindakan tersebut dan memberikan solidaritas kepada Thom Haye beserta keluarganya. Kejadian ini sekali lagi menyoroti pentingnya menjaga sportivitas dan menciptakan lingkungan sepak bola yang aman serta penuh rasa hormat bagi semua pihak yang terlibat.

















