Bisnis

Bisnis Otomotif Indonesia: Neta Beradaptasi, Gaikindo Tetap Bertahan

×

Bisnis Otomotif Indonesia: Neta Beradaptasi, Gaikindo Tetap Bertahan

Sebarkan artikel ini

Nasib Neta di Indonesia: Keanggotaan Gaikindo Tetap, Operasional Beradaptasi dengan Restrukturisasi Induk

Masa depan operasional Neta Auto di Indonesia tengah menjadi sorotan, seiring dengan proses restrukturisasi yang sedang berlangsung di perusahaan induknya di China, Hozon Auto. Meskipun aktivitas produksi dan jaringan diler Neta di Tanah Air dilaporkan berhenti sementara, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menegaskan bahwa Neta Auto Indonesia masih berstatus sebagai anggota mereka.

Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo, memberikan klarifikasi mengenai status keanggotaan Neta. “Secara keanggotaan masih. Mereka kan yang bermasalah di pusatnya, jadi mereka masih bagian dari kita,” ujar Kukuh saat ditemui di Jakarta. Ia menambahkan bahwa Neta Auto Indonesia sempat meminta untuk menjadi anggota Gaikindo, dan permintaan tersebut telah diterima serta dibantu.

Kukuh meyakini bahwa Neta Auto dapat segera memulihkan diri dari proses restrukturisasi di tingkat pusat, sehingga lini bisnis mereka di Indonesia dapat kembali berjalan normal. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa Gaikindo belum menerima laporan terbaru mengenai perkembangan terkini dari perusahaan tersebut.

“Tetapi mereka kan sudah ekspansi salah satunya ke Indonesia. Mereka berharap ternyata Indonesia salah satu yang kinerjanya masih ada, jadi mereka berharap itu bisa dipertahankan,” terang Kukuh.

Terkait kemungkinan Neta Auto Indonesia terdepak dari keanggotaan Gaikindo, Kukuh menjelaskan bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan secara semena-mena. Ada proses panjang yang harus dilalui, dan selama belum ada permintaan resmi dari Neta untuk mengundurkan diri, status keanggotaan mereka tetap sah.

Baca Juga :  2 Atlit Indonesia Melaju Ke Semifinal Spain Masters 2023

Adaptasi Operasional Neta di Indonesia di Tengah Perubahan Global

PT Neta Auto Indonesia (NAI) menegaskan komitmennya untuk tetap eksis di pasar otomotif Indonesia, meskipun operasional saat ini sedang dalam fase penyesuaian. Penyesuaian ini merupakan konsekuensi langsung dari restrukturisasi perusahaan induk, Hozon Auto, yang telah dimulai sejak tahun 2025 di China dan dilaporkan berjalan tertib.

Irvan Mustafa, Head of Marketing PT NAI, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan restrukturisasi perusahaan induk di negara asalnya. Ia juga mengungkapkan bahwa perwakilan Neta Indonesia sempat dikirim ke China untuk mengikuti langsung proses pemulihan bisnis tersebut.

“Jadi untuk 2026 sendiri kalau kita berbicara soal keberadaan itu masih tetap akan ada di Indonesia. Jadi secara ATPM kita masih ada dan saat ini kami tengah fokus benahi after sales,” kata Irvan.

Dalam rangka adaptasi operasional ini, jaringan diler dan bengkel resmi Neta mengalami perubahan signifikan. Layanan purna jual Neta saat ini dijalankan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

“Kalau berbicara 3S boleh dibilang secara official memang sudah tidak ada. Makanya kami bekerja sama dengan Otoklix yang punya jaringan bengkel tersebar di Indonesia dan ada juga yang lainnya di Tangerang,” imbuh Irvan.

Baca Juga :  Kredit Bank di Bali Naik, Akomodasi dan Properti Jadi Penopang

Produksi Lokal Hiatus, Stok Kendaraan dan Komponen Tetap Aman

Lebih lanjut, produksi lokal Neta yang sebelumnya dilakukan di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) juga dilaporkan telah berhenti. Menurut Wakil Presiden Komisaris PT HIM, Jongkie D. Sugiarto, penghentian produksi ini sudah berlangsung sejak sekitar enam bulan lalu.

“Saat ini (produksi Neta) berhenti. Berhentinya sudah lama, enam bulan yang lalu. Sementara (mungkin),” ungkap Jongkie saat ditemui di Jakarta Selatan.

Meskipun lini produksi dihentikan sementara, ketersediaan kendaraan dan komponen Neta di Indonesia diklaim masih aman. Jongkie menjelaskan bahwa stok bahan baku dan unit kendaraan yang sudah dirakit masih tersimpan di fasilitas HIM. Hal ini memberikan jaminan bahwa kebutuhan konsumen terkait suku cadang dan unit kendaraan yang sudah ada di pasar akan tetap terpenuhi.

Proses restrukturisasi yang dialami oleh Hozon Auto di China menjadi faktor utama di balik penyesuaian operasional yang dilakukan oleh Neta Auto Indonesia. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan kelangsungan bisnis Neta di pasar global, termasuk Indonesia, dalam jangka panjang. Dengan fokus pada pembenahan after sales dan strategi adaptif, Neta Indonesia berupaya mempertahankan eksistensinya sembari menunggu pulihnya kondisi perusahaan induk.