alreinamedia, Bukittinggi – Dalam upaya meningkalkan pengetahuan peserta mengenai manfaat program Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). BPJS Kesehatan melaksanakan kegiatan sarasehan dan supervisi kepada organisasi peserta yaitu PWRI, LVRI dan PEPABRI di Bukit Tinggi Sumatera Barat. Kamis (11/10/18), di Royal Denai Hotel.
Hadir dalam kegatan tersebut Deputi Direksi Bidang pelayanan Peserta BPJS Kesehatan. Pengurus Besar PWRI, Dewan Pengurus Pusat LVRI dan Dewan Pengurus Besar PEPABRI, serta 200 peserta perwakilan dan pengurus wilayah ketiga organisasi tersebut menurut Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaefudin mengatakan salah satu faktor Penunjang kepuasan peserta adalah terpenuhinya informasi yang akurat dan update.
” Untuk itu BPJS Kesehatan terus menggalakkan sosialisasi untuk memastikan para peserta memahami hak. kewajiban. manfaat. hingga prosedur penjaminan pelayanan kesehatan JKN-KIS dan Harapan kami, pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai program JKN-KIS dapat meningkat sehingga bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan dengan lancar Selain itu. sosialisasi ini juga dapat mendorong partisipasi dan peran masyarakat dalam menyokong keberlangsungan program JKN-KIS Kami ucapkan terimakasih kepada pengurus besar PWRI, LVRI dan PEPABRI karena terus berkomitmen dalam mendukung Program JKN-KIS.” ungkap Arief.
Arief menambahkan, salah satu Program BPJS Melalui aplikasi mobile JKN, peserta tak perlu mengunjungi Kantor Cabang BPJS Kesehatan untuk mengubah data kepesertaan. lokasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Perlama (FKTP). mencari informasi. hingga melakukan pengaduan. Peserta juga dapat menelusuri riwayat pembayaran iurannya dan mengecek tagihan Bahkan, kini peserta cukup menunjukkan KIS Digital yang ada di aplikasi Mobile JKN jika ia hendak berobat ke fasilitas kesehatan.
“Mobile JKN diciptakan untuk membawa kemudahan akses pelayanan kepada seluruh peserta JKN-KIS yang berada di berbagai penjuru Indonesia. Semoga masyarakat dapat memanfaatkan kehadiran fitur tersebut seoptimal mungkin.”tutur Arief.
Dalam kesempatan tersebut Arief juga memboyong Ade Rai selaku Brand Ambassador BPJS Kesehatan untuk mempromosikan pola hidup sehat kepada peserta JKN-KIS Kehadiran Ade Rai tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk memahami betapa mudah dan murahnya menerapkan perilaku hidup sehat dalam keseharian.
Dalam konferensi persnya Kepala cabang BPJS Bukittinggi Yessi rahimi menjelaskan, saat ini fasilitas pelayanan BPJS yang mencakupi wilayah kerja Bukittinggi sebanyak 5 Kota/Kab terdiri dari sebanyak 70 puskesmas, 15 klinik pratama, 3 klinik TNI, 6 klinik Polri, 27 praktek Dokter perorangan dan 8 Dokter gigi mandiri, seluruh penyakit atau indikasi medis di tanggung BPJS kesehatan, ada beberapa yang tidak dijamin oleh BPJS yakni yang tidak sesuai prosedur seperti sistem rujukan online, kemudian peserta kita tidak efisiensi tanpa rujukan online, kecuali emergency, kemudian kecelakaan lalu lintas sampai batas tertentu, karena itu ranah Jasa Raharja tapi mereka ada flafon 20 juta, misalnya peserta BPJS patah tulang dan di operasi, pasien kena 30 juta, maka BPJS kesehatan bisa membantu selebihnya, dan BPJS tidak bisa menanggung kecelakaan kerja karena itu ranahnya BPJS Tenaga Kerja”ujarnya.
Yesi juga mengharapkan, dengan adanya sarasehan dan sosialisasi ini kita bisa juga menjalin silaturrahmi dan bisa meningkatkan kemitraan dalam penyampaian program yang ada di BPJS kesehatan.(Rudi)

















