Alreinamedia.com-NTT,Suasana aula kantor Camat Oebobo, Rabu (22/10/2025), tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga hadir dan ada sebagian nampak sedang memegang kartu hijau bertuliskan BPJS Ketenagakerjaan. Wajah mereka tergambar harapan baru—sebuah perlindungan yang selama ini terasa jauh, kini hadir di depan mata.
Di tangan mereka, bukan hanya sebuah kartu, tapi juga secercah kepastian hidup kedepannya bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kerumunan itu, tampak Muhamad Ansor, anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Golkar. Dengan senyum hangat, ia juga sedang menyerahkan secara simbolis santunan kematian dan kecelakaan kerja sebesar Rp42 juta kepada dua orang ahli waris peserta BPJS.
“Program ini luar biasa. Dengan iuran hanya Rp16.800 per bulan, seseorang bisa mendapatkan perlindungan hingga puluhan juta rupiah. Harga rokok sebatang pun lebih mahal dari rasa aman ini,” tutur Ansor di hadapan peserta yang memenuhi ruangan.
Ia mengajak seluruh camat, lurah, hingga perangkat desa di Kecamatan Oebobo untuk aktif menyosialisasikan manfaat BPJS Ketenagakerjaan. “Semakin banyak warga terlindungi, semakin kecil kemungkinan mereka terpuruk saat musibah datang,” ujarnya lagi.
Program perlindungan pekerja rentan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT, BPJS Ketenagakerjaan, dan Bank NTT. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma telah menyiapkan anggaran hingga Rp20 miliar untuk memastikan 100 ribu tenaga kerja di seluruh NTT terlindungi jaminan sosialnya.
“Bantuan ini bukan hanya angka di atas kertas. Ini tentang keberpihakan kepada rakyat kecil—petani, nelayan, tukang ojek, buruh, hingga wartawan—yang selama ini bekerja tanpa perlindungan,” lanjut Ansor.
Data menunjukkan, pembagian kartu BPJS Ketenagakerjaan kali ini mencakup 2.525 warga di Kota Kupang, dan khusus Kecamatan Oebobo ada 377 orang penerima manfaat. Bagi mereka, kartu hijau itu ibarat perisai kecil melawan ketidakpastian hidup.
Di akhir acara, Ansor berdiri di antara warga penerima manfaat sambil tersenyum bangga. Di belakangnya, terpampang tulisan besar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Rentan NTT. Ini bukan sekedar acara seremonial, tapi karena rasa syukur yang tulus.
“Semoga ini menjadi awal perubahan, bukan hanya di Oebobo, tapi di seluruh NTT. Perlindungan kerja bukan kemewahan, tapi hak setiap pekerja,” pungkas Ansor.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT, Wawan Burhanuddin, menyampaikan bahwa hingga saat ini100 ribu pekerja rentan sudah berhasil didaftarkan dan menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami berharap program perlindungan bagi pekerja rentan ini tidak berhenti pada tahun anggaran ini saja, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan di seluruh NTT.” Ucap Wawan.
Menurutnya, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bukan hanya bentuk bantuan, tetapi investasi bagi kesejahteraan masyarakat.
“Dengan semakin banyak pekerja yang terlindungi, kita sedang membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat, di mana setiap warga-baik petani, nelayan, pedagang, maupun pekerja informal-memiliki rasa aman dalam bekerja.” Tambahnya.
Wawan juga menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan akan siap terus berkolaborasi dengan Pemprov NTT dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan tidak ada lagi pekerja yang dibiarkan tanpa perlindungan.
Di sisi lain, Bank NTT turut mengambil peran penting. Perwakilan Bank NTT Cabang Khusus Kota Kupang, Hetty Lia Marbun, menyampaikan bahwa pihaknya sudah membuka 1.400 rekening baru bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kota Kupang.
“Kalau bapak ibu sudah mendaftar, silakan datang ke kantor Bank NTT untuk mengambil buku tabungan. Cukup membawa KTP dan Kartu keluarga. Kami siap membantu,” ujar Hetty.
Menurutnya, pembukaan rekening tersebut merupakan bentuk dukungan Bank NTT terhadap program pemerintah dalam memberikan perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat pekerja rentan, khususnya di Kecamatan Oebobo.
“Silakan datang kapan saja. Kami di Bank NTT sangat mendukung program ini karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tambah Hetty dengan ramah.
Hari ini menjadi saksi bagaimana sebuah program sosial bisa menghadirkan lebih dari sekadar angka—ia membawa rasa tenang, kepedulian, dan harapan baru bagi ribuan pekerja rentan di Nusa Tenggara Timur. (Marcho)



















