Berita

Bupati Karaoke: Ironi Bencana Aceh

×

Bupati Karaoke: Ironi Bencana Aceh

Sebarkan artikel ini

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, tak kuasa menahan air mata saat berbicara mengenai bencana alam yang melanda Aceh dan dugaan tindakan sejumlah bupati yang dinilai lepas tanggung jawab. Peristiwa ini telah memicu sorotan publik terhadap para kepala daerah di provinsi tersebut.

Keprihatinan Mualem atas Bencana dan Sikap Bupati

Mualem mengungkapkan kesedihannya atas musibah banjir dan longsor yang menimpa masyarakat Aceh. Ia bahkan menangis ketika mengingat perilaku beberapa bupati yang justru menghindar dari tanggung jawab, bahkan sampai dikabarkan melakukan kegiatan yang tidak pantas di tengah penderitaan rakyat, seperti berkaraoke.

Kabar mengenai bupati yang diduga asyik berkaraoke di saat warganya kesulitan mendapatkan bantuan langsung menjadi perbincangan hangat dan menuai kecaman. Mualem sendiri mengaku geram dan menuntut klarifikasi penuh atas perilaku kepala daerah tersebut.

Bupati Lepas Tanggung Jawab?

Di tengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat Aceh, muncul dugaan bahwa beberapa bupati justru lepas tanggung jawab. Salah satunya adalah Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang dikabarkan pergi umrah saat bencana melanda.

Selain itu, beberapa kepala daerah juga menerbitkan surat ketidaksanggupan dalam menangani dampak bencana. Langkah ini diduga sebagai upaya untuk mendorong pemerintah pusat menetapkan status darurat bencana nasional, dengan harapan bantuan dari pusat akan lebih besar.

Baca Juga :  Bupati Natuna Buka Rakor PPM bersama SKK Migas

Harapan akan Bantuan dan Solidaritas

Dalam wawancaranya, Mualem mengungkapkan harapannya agar bantuan segera tiba di Aceh. Ia juga menceritakan banyaknya rekan dari Sumatera yang memberikan bantuan, bahkan secara khusus datang ke Aceh.

“Saya pada prinsipnya hanya berusaha, hanya berdoa,” ujar Mualem dengan suara bergetar. “Semoga bantuan-bantuan dapat ada di Aceh, dapat orang tolong ke Aceh.”

Mualem menyebutkan bahwa ada 18 kabupaten di Aceh yang terdampak bencana, dengan Tamiang menjadi wilayah yang paling parah. Ia bahkan mengatakan bahwa masih ada mobil yang hanyut terbawa arus dan di dalamnya terdapat jenazah. Selain Tamiang, wilayah lain seperti Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Takengon, dan sebagian Bireuen juga mengalami dampak yang signifikan.

Kekecewaan terhadap Kepala Daerah yang Tidak Bertanggung Jawab

Mualem menyayangkan sikap sejumlah kepala daerah yang dinilai tidak bertanggung jawab dalam menghadapi kondisi darurat ini. Ia mempertanyakan mengapa para bupati yang dipilih oleh rakyat justru kewalahan dan terkesan acuh tak acuh saat terjadi bencana.

Menurutnya, kondisi masyarakat korban bencana sangat memprihatinkan, dengan banyak rumah yang hilang tersapu banjir, akses jalan dan jembatan yang hancur, kekurangan makanan, hingga kebutuhan akan obat-obatan.

“Lantas gimana kita garis bawahi supaya kalau ada bupati cengeng seperti itu balik kanan aja, buat apa. Ya seperti tulah memimpin rakyat, tidak fokus, tidak dapat ada tanggung jawab,” tegas Mualem.

Baca Juga :  Terkait TKDN, Kader Demokrat Tanggapi Pernyataan Jokowi

Ia juga menyinggung adanya bupati yang tidak hanya mengungsi atau pergi umrah, tetapi juga asyik berkaraoke di saat warganya kesusahan.

“Masa begini-begini dia lari, di Medan lah, karaoke lah,” ungkap Mualem dengan nada kecewa.

Sikap Tegas Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketegasan terhadap kepala daerah yang kabur saat rakyat membutuhkan bantuan. Ia bahkan meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk memecat kepala daerah yang bersikap demikian.

“Kalau yang mau lari, lari aja gak apa-apa. Copot langsung. Mendagri bisa ya diproses?” tanya Presiden kepada Mendagri, yang dijawab “Bisa pak” oleh Tito Karnavian.

Presiden Prabowo menekankan bahwa seorang pemimpin tidak boleh meninggalkan warganya yang sedang kesusahan. Ia bahkan menyamakannya dengan tindakan desersi dalam dunia militer.

Pemecatan Bupati Aceh Selatan dari Partai Gerindra

Presiden Prabowo juga menyinggung partai yang menaungi Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan yang dikabarkan pergi umrah saat bencana. Mirwan diketahui merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Aceh Selatan.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, memastikan bahwa Mirwan telah dipecat dari partai.