Asahan,- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menuliskan di akun twitternya tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dimana orang nomor 1 di Indonesia itu mengatakan, Sebagai pegangan menghadapi gejolak ekonomi global saya meminta jajaran pemerintah untuk pertama pertama, fokus untuk peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri menggunakan potensi belanja barang dan modal untuk membeli produk dalam negeri.
Namun cuitan tersebut direspon oleh Sekretaris Departemen DPP Demokrat Hasbil Mustaqim Lubis di akun twitternya, Kamis (28/4/2022).
Dimana menurut Hasbil pelaku industri lebih suka membeli produk OEM dari negara lain seperti china dan ini sangat tidak sesuai dengan pernyataan Jokowi.
“Pak Jokowi tolong di audit semua yang terkait TKDN, jangan sampai kecolongan karena fakta dilapangan pelaku industri lebih suka membeli produk OEM dari negara lain seperti dari china,” tulis Hasbil di akun twitter dalam merespon pernyataan Presiden RI.
Saat dikonfirmasi Hasbil membenarkan bahwa cuitannya tersebut merupakan tujuan merespon pernyataan Jokowi, sebab menurut padangan hasbil fakta dilapangan tak sesuai apa yang dikatakan Presiden.
“Chek lapangan aja kalau tidak percaya, karena untuk produk OEM dari negara lain seperti china itu untungnya lebih menjanjikan dan hanya tinggal ganti merk saja,” katanya.
Ia juga berharap agar Presiden Jokowi agar benar benar fokus merealisasikan target TKDN yang telah ditetapkan.
“Iya, gak akan pernah tercapai target TKDN, selama pelaku industri lebih memilih beli produk OEM china. Pengusaha untung banyak kalau impor produk OEM, gak pusing mikirin operasional pabrik dan lain lain, Cukup impor produknya, stempel ganti nama,” tutup Hasbil.(Nanda)

















