Berita

Dapur Geger: Kobra Muncul, Hajatan Bubar!

×

Dapur Geger: Kobra Muncul, Hajatan Bubar!

Sebarkan artikel ini

Suasana panik sempat mewarnai persiapan hajatan di sebuah rumah di Desa Baran, Klaten, Sabtu malam (6 Desember 2025). Seekor ular kobra Jawa berukuran cukup besar, sekitar 1,2 meter, tiba-tiba muncul di dapur rumah Ngatimin, seorang warga desa tersebut. Kemunculan ular ini sontak membuat para ibu yang sedang sibuk membantu memasak untuk acara hajatan berlarian ketakutan.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan warga, ular tersebut muncul secara tiba-tiba dari bawah tatakan kompor. Kehadirannya langsung disadari oleh salah seorang anak Ngatimin yang kemudian berteriak, memicu kepanikan massal di dapur. Ngatimin, yang menyadari bahaya situasi tersebut, segera menghubungi relawan Exalos Indonesia Regional Klaten dan Tim Reaksi Cepat Tanggap Darurat (RCTD) setempat untuk meminta bantuan evakuasi.

Tak lama berselang, Mardiyono, seorang relawan dari Exalos Klaten, tiba di lokasi kejadian. Ia segera melakukan persiapan untuk mengevakuasi ular kobra tersebut. Situasi saat itu cukup menegangkan karena dapur dipenuhi dengan peralatan masak dan bahan makanan yang berantakan.

Proses Evakuasi yang Mendebarkan

Proses evakuasi ular kobra ini tidaklah mudah. Mardiyono harus berhati-hati menyingkirkan berbagai barang yang menghalangi akses ke ular tersebut, termasuk tabung gas yang berada di dekatnya. Dengan peralatan seadanya dan penuh kehati-hatian, Mardiyono akhirnya berhasil menangkap ular kobra indukan tersebut dalam waktu sekitar 15 menit. Ular itu kemudian diamankan di dalam sebuah galon kosong.

Baca Juga :  Live Streaming Leeds United Vs West Ham 25 Oktober 2025 - Cek Di Sini!

“Alhamdulillah terkondisikan walaupun sedikit repot. Itu ular kobra indukan, rencananya dibawa ke markas untuk bahan edukasi,” ujar Mardiyono.

Dugaan Adanya Sarang Ular Kobra

Kejadian ini menjadi lebih mengkhawatirkan ketika diketahui bahwa pada pagi harinya, sebelum kemunculan ular indukan, pemilik rumah juga sempat menemukan seekor anak ular kobra di sekitar rumah. Penemuan ini memicu dugaan kuat bahwa di sekitar rumah Ngatimin terdapat sarang ular kobra.

Mardiyono mencurigai adanya tumpukan genteng yang cukup besar di belakang rumah Ngatimin. Ia menduga bahwa sarang ular kobra tersebut berada di bawah tumpukan genteng tersebut. “Saya curiga dengan adanya tumpukan genteng banyak sekali di belakang rumahnya. Saya prediksi di bawah tumpukan genteng itu ada sarang. Karena ular kobra paling senang di bawah genteng, kemungkinan besar masih ada. Jadi tadi saya sempat edukasi agar genteng-genteng itu dipindahkan atau dibongkar,” jelasnya.

Imbauan dan Tips Pencegahan

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan rumah. Lingkungan yang kurang terawat, seperti tumpukan barang bekas, tumpukan genteng, atau area lembap, dapat menjadi tempat yang ideal bagi ular berbisa untuk bersarang.

Baca Juga :  Kepala SPN Polda Riau dan Kapolres Meranti Cek Kesiapan Personel Pospam Ops Tertib Ramadan LK serta Berbagi Takjil

Untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, Mardiyono memberikan beberapa tips sederhana:

  • Gunakan Kapur Barus atau Pewangi: Ular tidak menyukai aroma menyengat. Menaburkan kapur barus atau menggunakan pewangi lantai diyakini dapat membuat ular enggan mendekat ke dalam rumah.
  • Jaga Kebersihan Lingkungan: Pastikan tidak ada tumpukan barang bekas atau area lembap di sekitar rumah yang dapat menjadi tempat persembunyian ular.
  • Waspada di Musim Hujan: Ular cenderung lebih aktif mencari tempat kering dan hangat saat musim hujan. Tingkatkan kewaspadaan dan periksa secara berkala area-area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.
  • Perhatikan Tumpukan Genteng atau Kayu: Tumpukan material seperti genteng atau kayu seringkali menjadi tempat favorit ular untuk bersarang. Pastikan tumpukan tersebut tertata rapi dan tidak lembap.

Pentingnya Kewaspadaan dan Tindakan Cepat

Kehadiran ular kobra di tengah persiapan hajatan ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi warga Desa Baran. Meski sempat menimbulkan kepanikan, berkat kesigapan relawan, ular tersebut berhasil dievakuasi dengan aman. Kejadian ini sekali lagi mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dan tindakan cepat dalam menghadapi situasi darurat seperti ini. Selalu perhatikan kondisi lingkungan sekitar rumah dan segera hubungi pihak berwenang atau relawan terlatih jika menemukan tanda-tanda keberadaan ular berbisa.