Peringatan Darurat Listrik 7 Hari: Mantan Pejabat BSSN Imbau Warga Siapkan “Panic Kit”
Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol. (Purn.) Dharma Pongrekun, baru-baru ini menyampaikan peringatan yang cukup menghebohkan publik. Beliau mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi pemadaman listrik total yang bisa berlangsung hingga tujuh hari. Peringatan ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah ajakan serius untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi darurat yang mungkin tak terduga.
Dharma Pongrekun menekankan bahwa pemadaman listrik berhari-hari adalah salah satu skenario darurat yang perlu diwaspadai. Dalam sebuah kesempatan, beliau secara gamblang memaparkan konsekuensi dari pemadaman listrik berkepanjangan. “Adik-adik kasih tahu orangtua, untuk mempersiapkan keadaan darurat dadakan selama 7 hari. Mulai dari listrik mati, ATM nggak bisa jalan, AC mati, kulkas mati berarti bahan makanan busuk, malam tidak ada lampu, air bersih tidak ada karena tergantung pada jet pump dan sebagainya. Mulai pikirkan dari sekarang, sebelum didadak,” ungkapnya.
Peringatan ini didasari oleh pengamatan Dharma terhadap langkah-langkah antisipasi yang telah diambil oleh beberapa negara di Eropa. Beliau menyebutkan bahwa di beberapa negara, termasuk Belanda dan Jerman, pemerintah telah menerbitkan buku panduan atau manual berisi instruksi untuk menghadapi situasi darurat serupa. “Di beberapa negara, himbauan itu sudah ada. Di Belanda di bagian buku manual, bukan di Belanda saja. Di Jerman juga ada, ada yang dipublish, ada yang belum disampaikan. Nggak usah tanya kapan, kalau tahu kapan itu bukan krisis, bukan darurat,” jelasnya.
Kesaksian Langsung dari Diaspora di Belanda
Tak lama setelah pernyataan Dharma Pongrekun menjadi viral, muncul konfirmasi dari warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Belanda. Mereka memberikan kesaksian langsung mengenai kejadian pemadaman listrik yang sempat terjadi di sana, membenarkan kekhawatiran yang diungkapkan oleh mantan pejabat BSSN tersebut.
Seorang diaspora Indonesia pemilik akun TikTok @dinastirahadiyanti menceritakan pengalamannya di Amsterdam. Ia mengungkapkan bahwa kota tersebut baru saja mengalami pemadaman listrik mendadak pada Rabu, 14 Januari 2026. Pemadaman ini berdampak signifikan, melumpuhkan sebagian besar aktivitas kota karena terganggunya fasilitas umum.
“Amsterdam mati lampu. Trem berhenti. Pulang jadi lama. Yang bikin panik bukan gelapnya, tapi pikiran kita sendiri,” ujar Dinasti, menggambarkan suasana saat kejadian. Ia menambahkan bahwa sebelum pemadaman tersebut, pemerintah Belanda sempat mendistribusikan buku manual yang berisi panduan bertahan hidup selama 72 jam tanpa listrik. Beruntung, durasi pemadaman yang dialaminya tidak sampai menyentuh batas waktu tersebut.
Hal senada juga disampaikan oleh diaspora lain bernama Patricia Suzan melalui akun TikTok @patriciasuzan. Patricia mengaku menerima notifikasi peringatan resmi melalui ponselnya. Pesan tersebut berisi imbauan untuk sementara waktu tidak menggunakan listrik secara berlebihan dan anjuran untuk saling memeriksa kondisi tetangga.
Patricia mengakui bahwa pesan peringatan tersebut sempat membuatnya cemas. “Aku langsung mikir, langsung parno apalagi kalau dilihat di konten kan pemerintahan Belanda itu udah nyebar pamflet untuk bersiap-siap kalau tiba-tiba ada hal yang tidak diinginkan supaya kita survive selama 72 jam. Langsung parno, ada pemadaman apa di mana? Nggak pernah ini terjadi,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa sejak sekitar pukul setengah lima sore, banyak transportasi publik di Amsterdam yang tidak beroperasi akibat pemadaman tersebut. Patricia berharap kejadian tersebut hanyalah kesalahan teknis atau kerusakan biasa, bukan sesuatu yang lebih serius.
Memahami Sosok Dharma Pongrekun
Peringatan dan imbauan dari Dharma Pongrekun tentu memiliki bobot tersendiri, mengingat latar belakang dan rekam jejak beliau. Dharma Pongrekun adalah seorang purnawirawan perwira tinggi (pati) Polri yang resmi pensiun pada tahun 2024. Jabatan terakhirnya di institusi Polri adalah sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.
Sebelum pensiun, Dharma Pongrekun pernah memegang posisi strategis yang sangat relevan dengan isu keamanan siber dan negara, yaitu sebagai Wakil Kepala BSSN. Beliau menjabat posisi tersebut selama periode Juli 2019 hingga Oktober 2021. Pengalamannya di BSSN memberikannya pemahaman mendalam mengenai ancaman dan kerentanan sistem keamanan negara, termasuk potensi gangguan pada infrastruktur vital seperti listrik.
Dharma Pongrekun lahir di Palu, Sulawesi Tengah, pada tanggal 12 Januari 1966. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1988. Nama lengkap beliau beserta gelar adalah Komjen. Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.Hum.
Karier Dharma Pongrekun di kepolisian sangatlah cemerlang dan kaya akan pengalaman. Sepanjang masa baktinya di Korps Bhayangkara, ia telah menduduki berbagai jabatan penting. Sebagai seorang jenderal yang berpengalaman di bidang reserse, karirnya dimulai dari posisi Pamen Polda Bengkulu. Beberapa jabatan penting yang pernah diemban antara lain:
- Kasat II Dit Narkoba Polda Bengkulu
- Wadirreskrimum Polda Metro Jaya
- Kasubbag Anevopswil Bag Anev Robinops Bareskrim Polri
- Kabagkerma Robinops Bareskrim Polri
- Dosen Utama STIK Lemdikpol
- Analis Kebijakan Madya Bidang STIK Lemdikpol (2014)
- Wadirtipidum Bareskrim Polri (2015)
- Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri (2016)
- Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri (2016)
- Karorenmin Bareskrim Polri (2016)
Pada tahun 2018, Dharma Pongrekun dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di BSSN. Di sana, ia menjabat sebagai Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN sebelum akhirnya diangkat menjadi Wakil Kepala BSSN pada tahun 2019. Setelah masa tugasnya di BSSN selesai, ia kembali dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri pada tahun 2021, dan pada tahun 2024, ia menjalani proses pensiun.
Setelah pensiun dari kepolisian, Dharma Pongrekun sempat mencoba peruntungan di dunia politik dengan maju sebagai calon Gubernur Jakarta pada Pilkada 2024 melalui jalur independen. Meski tidak berhasil terpilih, partisipasinya dalam kontestasi politik menunjukkan bahwa beliau tetap memiliki perhatian terhadap isu-isu publik dan pembangunan negara.
Kesiapan Menghadapi Darurat: Pentingnya “Panic Kit”
Menyikapi peringatan dari Dharma Pongrekun, penting bagi masyarakat untuk memahami apa yang dimaksud dengan “panic kit” dan bagaimana cara menyiapkannya. “Panic kit” atau perlengkapan darurat adalah kumpulan barang-barang esensial yang dirancang untuk membantu seseorang bertahan hidup selama beberapa hari dalam situasi darurat ketika layanan normal terganggu.
Beberapa item penting yang sebaiknya dimasukkan dalam “panic kit” meliputi:
- Air Minum: Siapkan air minum dalam jumlah yang cukup untuk setiap anggota keluarga, minimal satu galon per orang per hari.
- Makanan Siap Saji: Sediakan makanan kaleng, biskuit energi, mi instan, atau makanan kering lainnya yang tidak memerlukan proses memasak yang rumit dan memiliki umur simpan panjang.
- Obat-obatan: Simpan persediaan obat-obatan pribadi, obat-obatan umum seperti pereda nyeri, plester, antiseptik, dan perlengkapan P3K lainnya.
- Penerangan: Sediakan senter dengan baterai cadangan, lilin, dan korek api atau pemantik.
- Komunikasi: Siapkan radio portabel bertenaga baterai atau engkol untuk memantau informasi darurat, serta power bank yang terisi penuh untuk mengisi daya ponsel.
- Sanitasi: Sediakan tisu basah, sabun, disinfektan, dan perlengkapan kebersihan lainnya.
- Dokumen Penting: Simpan salinan dokumen penting seperti KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, paspor, dan polis asuransi dalam wadah tahan air.
- Uang Tunai: Sediakan sejumlah uang tunai dalam pecahan kecil, karena mesin ATM dan sistem pembayaran elektronik mungkin tidak berfungsi.
- Alat Serbaguna: Pisau lipat, selimut darurat, peluit untuk meminta pertolongan, dan alat-alat dasar lainnya.
- Perlengkapan Pribadi: Pakaian ganti, perlengkapan mandi, dan kebutuhan pribadi lainnya.
Menyiapkan “panic kit” adalah langkah proaktif yang dapat memberikan ketenangan pikiran dan kemampuan adaptasi yang lebih baik saat menghadapi situasi darurat yang tidak terduga. Peringatan dari tokoh seperti Dharma Pongrekun seharusnya menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih serius dalam mempersiapkan diri dan keluarga.

















