PSI Bali Perkuat Struktur dengan Tokoh Lintas Partai, Targetkan Papan Atas di Pemilu 2029
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Bali menunjukkan geliatnya dengan membentuk susunan kepengurusan baru yang dijadwalkan akan dilantik pada 24 Januari 2026. Perubahan ini menandai langkah strategis PSI Bali untuk memperkuat basisnya, terutama dengan kehadiran sejumlah tokoh berpengalaman yang sebelumnya aktif di partai politik lain, seperti Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
DPW PSI Bali kini berada di bawah kepemimpinan I Wayan Suyasa, seorang figur yang tidak asing lagi di kancah politik Bali. Suyasa sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Badung, membawa serta pengalaman organisasi dan jaringan politik yang luas ke dalam struktur PSI. Kehadiran Suyasa diharapkan dapat memberikan arah yang jelas dan strategi yang efektif bagi PSI Bali dalam menghadapi dinamika politik daerah.
Tokoh Lintas Partai Ramaikan Kepengurusan PSI Bali
Perubahan kepengurusan PSI Bali tidak hanya sekadar pergantian pucuk pimpinan, melainkan juga penguatan jajaran pengurus dengan menarik figur-figur yang memiliki rekam jejak politik yang solid. Beberapa nama penting dari Golkar dan PDIP kini bergabung dan dipercaya memegang posisi strategis di PSI Bali.
Dari Lingkungan Golkar:
- Komang Suarsana: Sebelumnya merupakan kader Golkar dan pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Bangli. Di PSI Bali, Suarsana dipercaya mengemban amanah sebagai bendahara DPW PSI Bali.
- I Ketut Badra: Dipercaya memimpin PSI Karangasem, Badra juga memiliki latar belakang kuat sebagai mantan kader Golkar. Pengalamannya tidak diragukan lagi, mengingat ia pernah dua periode duduk di kursi DPRD Karangasem dari tahun 2014 hingga 2029, dan bahkan sempat menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar di lembaga legislatif tersebut.
- I Wayan Mardana: Posisi bendahara PSI di Klungkung diisi oleh I Wayan Mardana, yang juga merupakan mantan politisi Golkar. Kehadirannya menambah kekuatan PSI di wilayah Klungkung dengan pengalaman politiknya.
Dari Lingkungan PDIP:
- I Made Edi Wirawan: Mantan Wakil Bupati Tabanan ini kini dipercaya untuk memimpin PSI Tabanan. Pengalaman eksekutifnya di pemerintahan daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi PSI Tabanan.
- I Putu Alit Yandinata: Sebagai Ketua PSI Badung, I Putu Alit Yandinata juga memiliki latar belakang sebagai mantan kader PDIP. Ia bahkan sempat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Badung pada Pilkada 2024, menunjukkan ambisi dan kesiapannya dalam kontestasi politik.
- Anak Agung Gde Bagus: Seorang kader senior PDIP di Klungkung yang pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Klungkung dan Ketua DPRD Klungkung periode 2004-2009, kini memilih untuk bergabung dengan PSI. Lompatan politik ini tentu menjadi perhatian dan menambah warna baru bagi PSI di Klungkung.
Strategi PSI Bali: Partai Terbuka dan Kolaborasi Figur
Menanggapi fenomena bergabungnya tokoh-tokoh dari partai lain, Ketua DPW PSI Bali, I Wayan Suyasa, menegaskan bahwa PSI merupakan partai yang terbuka bagi siapa saja. Ia menjelaskan bahwa identitas PSI yang selama ini identik dengan partai anak muda dan Generasi Z, kini diperkaya dengan kolaborasi bersama tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman dan figur yang kuat di masyarakat Bali.
“Dari dulu identik dengan partainya anak muda, Gen Z. Kita kolaborasikan dengan tokoh-tokoh karena Bali itu kan beda. Ketokohan dan figur identik, kita kolaborasi dengan adanya kader dari partai-partai yang lain,” ujar Suyasa.
Suyasa menekankan bahwa PSI Bali membuka peluang luas bagi tokoh-tokoh, baik yang muda maupun yang berpengalaman, untuk bergabung dan berkontribusi. Pendekatan ini dinilai strategis untuk merangkul berbagai segmen pemilih dan memperluas basis dukungan PSI di Bali.
Optimisme Menuju Parlemen dengan Dukungan Figur Nasional
Keberadaan Presiden Joko Widodo dalam dewan pembina PSI menjadi salah satu faktor yang meningkatkan optimisme PSI untuk dapat menembus parlemen pada Pemilu 2029. Suyasa mengungkapkan keyakinannya bahwa figur Presiden Jokowi masih diterima dengan baik di Bali. Selain itu, dukungan dari tokoh-tokoh di tingkat kabupaten dan kota yang kini bergabung dengan PSI juga dinilai akan memperkuat posisi partai.
“Di Bali figur Pak Jokowi juga masih diterima dan tokoh-tokoh di kabupaten kota juga bagus. Saya kira akan mampu bersaing secara sehat di perpolitikan di Bali. Target kami empat besar,” paparnya dengan penuh keyakinan.
Target empat besar di Bali menunjukkan ambisi PSI untuk menjadi salah satu kekuatan politik utama di Pulau Dewata. Dengan kepengurusan yang diperkuat oleh figur-figur lintas partai dan strategi politik yang inklusif, PSI Bali berupaya keras untuk mewujudkan target tersebut dan memberikan kontribusi yang berarti dalam peta perpolitikan Indonesia.
Kumpulan Artikel Bali

















