KUPANG – Diduga melakukan kekerasan, seorang pria berusia kurang lebih 20 tahun dianiaya hingga babak-belur.
Hal tersebut terjadi di daerah jalan Thamrin Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Olebobo, Kota kupang, Minggu (3/9/2023) dini hari.
Kejadian bermula ketika dicky anak yang diduga menjadi korban tersebut duduk bersama teman-teman di lokasi yang sedang diadakan pesta wisuda.
Awalnya dicky datang secara baik-baik untuk mengikuti kebahagiaan acara wisuda tersebut.
Namun ada beberapa oknum dengan kondisi mengkonsumsi miras langsung diduga melakukan penganiayaan kepada dicky, dikeroyok hingga babak belur.
Mirisnya lagi setelah penganiayaan dari oknum pelaku tak dikenal, pelaku tersebut justru dibela oleh keluarganya.
Salah seorang oknum yang diduga melakukan penganiayaan adalah berinisial Jh (Jhon).
Pria tersebut diduga membela orang-orang yang
menganiaya dicky.
“Dicky mengatakan,” saya tidak tau apa-apa, saya datang secara baik-baik tiba saya dianiaya”.
Mereka bilang saya mabuk dan buat masalah, padahal saya tidak mabuk, Orang yang tiba-tiba mau pukul saya” ujar Dicky.
Dia mengatakan lagi, Saya heran waktu tiba-tiba kakak semua keroyok saya.
Peristiwa tersebut tentu membuat dicky sock.
Ada beberapa oknum yang diduga pura-pura secara diam-diam tidak mau membela dicky diantaranya diduga satu oknum tersebut adalah salah calon dewan yang lagi maju untuk calon DPRD Kota kupang dapil Oebobo.
Pesta wisuda yang diwarnai dengan insiden tersebut tentu membuat ibu dari korban menjadi shock.
Karena pada saat itu ibu korban dalam keadaan sedang tidur.
Masalah ini tentu membuat pesta wisuda sempat terdiam beberapa saat.
Ada beberapa oknum diduga membela para pelaku karena pesta yang dilakukan di lokasi tersebut adalah keluarga pelaku.
Tentu ini menjadi perhatian kepada bapa kapolres, agar setiap kegiatan ataupun pesta di lokasi perlu adanya surat ijin dan ditempatkan babin untuk menjaga ketertiban.
Karena acara tersebut tidak sesuai aturan yang dimana setiap pesta harus ditutup pada pukul 24.00 wita.
Marcho

















