Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur memastikan Gubernur Rudy Mas’ud berada di Singapura saat gelaran Formula 1 Singapore pada Minggu, 11 Oktober 2026. Pemerintah provinsi menegaskan kunjungan itu bukan untuk menyaksikan balapan di Marina Bay, melainkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Klarifikasi ini muncul setelah beredar foto Rudy di sebuah hotel di Singapura melalui platform Threads pada Senin, 12 Oktober.
Foto tersebut memicu perhatian warganet karena waktunya bertepatan dengan F1 Singapore Grand Prix yang berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay. Di tengah spekulasi publik, Pemprov Kaltim memilih memberi penjelasan resmi agar tujuan perjalanan luar negeri gubernur tidak disalahartikan.
Kepala Diskominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan perjalanan Rudy ke luar negeri sudah melalui prosedur yang berlaku dan memperoleh izin dari pemerintah pusat. Ia menyebut dokumen dari Kementerian Dalam Negeri telah diterbitkan sebelum keberangkatan. Menurut Ririn, agenda utama Rudy adalah pengobatan atau medical check-up, bukan kegiatan lain di luar itu.
"Izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah ada. Gubernur melakukan perjalanan khusus untuk pengobatan atau cek kesehatan," ujar Ririn saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon WhatsApp, Senin, 12 Oktober. Ia juga menyampaikan bahwa Rudy tiba di Singapura pada Sabtu, 10 Oktober, lalu menyelesaikan agenda medisnya dan kembali bekerja pada Senin yang sama.
Meski membenarkan adanya perjalanan dinas luar negeri tersebut, Diskominfo Kaltim belum menyampaikan detail mengenai rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang didatangi Rudy. Saat ditanya soal nama tempat pemeriksaan, Ririn memilih belum menjelaskannya lebih jauh. Ia hanya menegaskan bahwa informasi yang sudah pasti adalah izin perjalanan untuk tujuan kesehatan.
Ririn juga mengaku tidak memegang data lengkap mengenai frekuensi Rudy Mas’ud menjalani pemeriksaan kesehatan ke Singapura selama menjabat sebagai gubernur. Ia menyebut kemungkinan kunjungan serupa pernah terjadi sebelumnya, tetapi untuk periode akhir-akhir ini dirinya belum mendapatkan pembaruan rinci. Pemprov Kaltim, kata dia, berfokus pada kepastian bahwa keberangkatan tersebut sah, berizin, dan berkaitan dengan kebutuhan medis.
















