Teknologi

Era Baru Kendaraan Listrik: Penjualan di Eropa Melonjak 34% di Semester Pertama 2025

×

Era Baru Kendaraan Listrik: Penjualan di Eropa Melonjak 34% di Semester Pertama 2025

Sebarkan artikel ini

Brussels – Pasar kendaraan listrik Eropa mencatat pertumbuhan menggembirakan dengan lonjakan registrasi kendaraan listrik baterai (BEV) sebesar 34% pada semester pertama 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kendaraan listrik kini menguasai 15,6% dari total pangsa pasar, naik dari 12,5% di periode yang sama tahun 2024[27].

Pertumbuhan ini didorong oleh tiga dari empat pasar terbesar di Uni Eropa. Jerman memimpin dengan pertumbuhan 35,1%, diikuti Belgia dengan 19,5%, dan Belanda 6,1%. Sebaliknya, Prancis mengalami penurunan 6,4%, namun secara keseluruhan tren positif masih mendominasi.

Dr. Elena Automotive, analis senior dari European Automobile Manufacturers Association, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh beberapa faktor. “Infrastruktur pengisian yang semakin matang, insentif pemerintah yang konsisten, dan semakin beragamnya pilihan model kendaraan listrik dengan harga terjangkau menjadi kunci sukses adopsi massal.”

Baca Juga :  Terkait Jual Beli Organ Yang Heboh di Media Sosial, Kominfo Kembali Blokir 5 Grup Medsos

Kendaraan hybrid listrik (HEV) tetap menjadi pilihan favorit konsumen Eropa dengan menguasai 34,8% pangsa pasar, sementara kendaraan plug-in hybrid (PHEV) tumbuh signifikan menjadi 8,4% dari total registrasi. Kombinasi kendaraan bensin dan diesel turun drastis menjadi 37,8% dari sebelumnya 48,2% pada periode yang sama tahun 2024.

Tren serupa juga terjadi di China yang tetap mendominasi pasar EV global dengan lebih dari separuh kendaraan yang dijual adalah elektrik. Di Amerika Serikat, meskipul pertumbuhan melambat karena ketidakpastian kebijakan, namun negara-negara berkembang lainnya mengalami pertumbuhan rekor seiring masuknya model-model EV berbiaya rendah yang ditargetkan untuk konsumen lokal[24].

Para ahli memproyeksikan penjualan EV global akan terus meningkat 25% pada 2025, dengan puncak permintaan minyak untuk transportasi darat diperkirakan akan tercapai sebelum 2030.