Bill Gates Bantah Keras Tuduhan Terkait Jeffrey Epstein, Sebut Klaim Tak Masuk Akal dan Salah Total
Pendiri Microsoft, Bill Gates, secara tegas membantah tuduhan yang dilontarkan oleh mendiang pelaku pelecehan seksual berantai, Jeffrey Epstein, mengenai kemungkinan tertular penyakit menular seksual dari “gadis-gadis Rusia.” Klaim yang tidak berdasar ini muncul ke permukaan setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen, 180.000 gambar, dan 2.000 video yang berkaitan dengan investigasi Epstein. Rilis besar-besaran ini merupakan yang terbesar sejak undang-undang transparansi mewajibkan pengungkapan materi sensitif ke ranah publik.
Pihak Bill dan Melinda Gates Foundation telah memberikan tanggapan resmi. Gates, yang kini berusia 70 tahun, menyebut klaim tersebut “benar-benar tidak masuk akal dan sepenuhnya salah.” Pernyataan ini datang dari seorang juru bicara yang juga menepis tuduhan terbaru yang muncul dari berkas Epstein yang baru dirilis, termasuk klaim bahwa Gates tertular penyakit menular seksual, sebagai sesuatu yang “sama sekali tidak masuk akal dan sepenuhnya salah.”
Detail Tuduhan dan Bukti yang Dirilis
Berkas-berkas yang dirilis mencakup dua draf email yang tertanggal 18 Juli 2013. Email ini ditulis dari alamat email Epstein sendiri ke akun yang sama, tanpa ada indikasi bahwa email tersebut pernah benar-benar dikirim atau diterima oleh Bill Gates. Dokumen-dokumen ini tampaknya merupakan catatan yang disusun oleh Epstein untuk seseorang bernama Boris, yang bekerja untuk Yayasan Bill & Melinda Gates, untuk disampaikan kepada Bill Gates setelah terjadi perselisihan.
Kedua draf pesan tersebut tidak ditandatangani, dan yang terpenting, tidak ada email milik Bill Gates yang muncul dalam materi yang dirilis. Salah satu draf tersebut berbentuk surat pengunduran diri dari Yayasan Bill & Melinda Gates, yang secara keliru menuduh bahwa obat-obatan telah diperoleh untuk Gates “untuk mengatasi konsekuensi dari hubungan seks dengan gadis-gadis Rusia.”
Draf email lainnya dimulai dengan sapaan “Bill yang terhormat” dan menuduh Gates mengakhiri persahabatan. Pesan ini juga mengulangi klaim bahwa Gates menyembunyikan penyakit infeksi menular seksual—termasuk dari istrinya saat itu, Melinda French Gates. Dalam email tersebut, Epstein menulis bahwa Bill Gates telah meminta obat untuk penyakit menular seksual diberikan secara “diam-diam” kepada mantan istrinya.
Bahkan, ada email lain yang menyebutkan bahwa “Boris” telah membantu Bill Gates “mendapatkan narkoba,” serta memfasilitasi “pertemuan rahasia” antara pendiri Microsoft tersebut dengan “gadis-gadis Rusia” dan “wanita yang sudah menikah.”
Penegasan dan Konteks dari Pihak Gates
Menanggapi tuduhan yang beredar, juru bicara Bill Gates menegaskan kepada media bahwa tuduhan tersebut berasal dari “seorang pembohong yang terbukti dan tidak puas.” Juru bicara tersebut menekankan kembali bahwa klaim tersebut “benar-benar tidak masuk akal dan sepenuhnya salah.” Lebih lanjut, juru bicara tersebut menjelaskan bahwa berkas-berkas tersebut kemungkinan besar hanya mencerminkan frustrasi Epstein karena tidak memiliki hubungan yang berkelanjutan dengan Gates, dan menunjukkan “sejauh mana ia akan berusaha untuk menjebak dan mencemarkan nama baik.”
Penting untuk dicatat bahwa tidak diketahui secara pasti apakah isi email tersebut pernah benar-benar dikirimkan kepada Bill Gates. Sejak Epstein meninggal dunia pada tahun 2019 di penjara federal, Bill Gates memang telah menghadapi berbagai pertanyaan mengenai sejauh mana hubungannya dengan Epstein.
Latar Belakang Hubungan Gates dan Epstein
Bill Gates sendiri di masa lalu pernah menyatakan bahwa ia menghadiri beberapa makan malam bersama Epstein dengan alasan filantropis. Ia kini mengungkapkan penyesalannya karena pernah menghabiskan waktu bersama Epstein.
- Pada tahun 2021, sebuah laporan dari Wall Street Journal mengungkapkan bahwa Melinda Gates mulai mencari pengacara perceraian pada tahun 2019. Keputusan ini diambil sekitar waktu ketika berita mengenai pertemuan Bill Gates dengan Epstein mencuat ke publik.
- Pada tahun 2022, Melinda Gates secara terbuka menyatakan kepada CBS bahwa hubungan mantan suaminya dengan Epstein merupakan salah satu faktor penyebab perpisahan mereka.
Rilis 3 Juta Dokumen: Transparansi dan Isu Sensasional
Rilis dokumen yang lebih luas oleh Departemen Kehakiman AS tidak hanya mencakup materi terkait Epstein, tetapi juga informasi mengenai pemenjaraan dan kematiannya, catatan investigasi mengenai rekan lamanya, Ghislaine Maxwell, serta email-email yang melibatkan tokoh-tokoh terkemuka yang berasal dari lebih dari satu dekade lalu.
Menurut Departemen Kehakiman, beberapa materi yang disertakan dalam rilis ini berisi klaim yang tidak benar dan sensasional yang diajukan ke FBI, yang ternyata tidak memiliki dasar yang kuat. Wakil Jaksa Agung Todd Blanche menyatakan bahwa publikasi ini “menandai akhir dari proses identifikasi dan peninjauan dokumen yang sangat komprehensif untuk memastikan transparansi kepada rakyat Amerika dan kepatuhan.”
Pernyataan departemen tersebut lebih lanjut menjelaskan, “Lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar termasuk dalam publikasi tambahan hari ini. Dikombinasikan dengan rilis sebelumnya, ini menjadikan total produksi hampir 3,5 juta halaman yang dirilis sesuai dengan Undang-Undang.”
Proses peninjauan dokumen ini dilakukan dengan instruksi yang jelas kepada para peninjau untuk membatasi penyensoran demi melindungi korban dan keluarga mereka. Namun, beberapa gambar pornografi, baik komersial maupun bukan, telah disunting dengan pertimbangan bahwa Departemen memperlakukan semua wanita dalam gambar tersebut sebagai korban. Tokoh-tokoh penting dan politisi tidak disunting dalam rilis file apa pun.
Departemen juga menegaskan bahwa produksi ini mungkin mencakup gambar, dokumen, atau video palsu atau yang diserahkan secara tidak benar, karena semua yang dikirim ke FBI oleh publik termasuk dalam produksi yang sesuai dengan Undang-Undang tersebut.
Pertanyaan Seputar Materi yang Ditahan
Rilis ini juga menimbulkan pertanyaan. Beberapa dokumen yang dirilis berisi klaim yang tidak benar dan sensasional terhadap Presiden Trump yang diserahkan ke FBI sesaat sebelum pemilihan 2020. Departemen Kehakiman menekankan bahwa klaim tersebut tidak berdasar dan salah.
Di sisi lain, para politisi seperti Perwakilan Ro Khanna dari California, mempertanyakan mengapa hanya sekitar 3,5 juta dari lebih dari enam juta halaman yang teridentifikasi yang akan dirilis setelah peninjauan. Hal ini menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan pengawasan kongres atas materi yang mungkin masih ditahan, dan memunculkan pertanyaan penting, “Ini menimbulkan pertanyaan mengapa sisanya ditahan.”

















