Gempa Guncang Sulawesi Utara, Warga Diminta Tetap Waspada
Manado, Sulawesi Utara – Wilayah Sulawesi Utara kembali diguncang oleh aktivitas seismik yang signifikan pada Minggu, 18 Januari 2026. Dua peristiwa gempa tercatat terjadi di dua lokasi berbeda di provinsi ini, menimbulkan kekhawatiran sekaligus mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam.
Gempa pertama dan yang terbesar terjadi pada siang hari, tepatnya pukul 11.16 WIB atau 12.16 WITA. Pusat gempa dilaporkan berada di laut, dengan kekuatan magnitudo 5,2 skala Richter. Lokasi gempa ini cukup dekat dengan daratan, berjarak sekitar 81 kilometer arah tenggara dari Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Koordinat gempa tercatat berada di 0.56 Lintang Utara (LU) dan 125.34 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman pusat gempa mencapai 67 kilometer. Berdasarkan informasi yang dirilis, gempa ini dilaporkan tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sebuah kabar baik bagi masyarakat pesisir.
Pagi harinya, aktivitas gempa juga telah dirasakan di wilayah lain di Sulawesi Utara. Sekitar pukul 06.12 WIB atau 07.12 WITA, gempa berkekuatan magnitudo 3,3 skala Richter mengguncang kawasan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud. Gempa ini juga berpusat di laut, dengan lokasi yang lebih jauh dari daratan, yaitu sekitar 157 kilometer arah barat laut dari Melonguane. Titik koordinat gempa ini berada di 5.23 LU dan 125.98 BT, dengan kedalaman yang relatif dangkal, hanya 10 kilometer. Meskipun kekuatannya lebih kecil, gempa ini tetap menjadi pengingat akan dinamika geologi yang aktif di wilayah tersebut.
Data Lengkap Gempa
Berikut adalah rangkuman data lengkap kedua gempa yang terjadi di Sulawesi Utara pada Minggu, 18 Januari 2026, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG):
Gempa 1 (Ratahan, Minahasa Tenggara):
* Magnitudo: 5.2 SR
* Tanggal & Waktu: 18 Januari 2026, pukul 11:16:48 WIB
* Lokasi: 0.56 LU, 125.34 BT (81 km Tenggara Ratahan, Minahasa Tenggara, Sulut)
* Kedalaman: 67 Km
* Potensi Tsunami: Tidak berpotensi tsunami
Gempa 2 (Melonguane, Kepulauan Talaud):
* Magnitudo: 3.3 SR
* Tanggal & Waktu: 18 Januari 2026, pukul 06:12:23 WIB
* Lokasi: 5.23 LU, 125.98 BT (157 km Barat Laut Melonguane, Sulut)
* Kedalaman: 10 Km
Panduan Keselamatan Saat Gempa Bumi Melanda
Menghadapi gempa bumi, terutama di wilayah yang aktif secara seismik seperti Sulawesi Utara, kesiapan dan pengetahuan tentang tindakan yang tepat sangat krusial untuk meminimalkan risiko. Berikut adalah panduan yang perlu diingat dan dipraktikkan oleh masyarakat:
1. Tetap Tenang dan Lakukan Penilaian Situasi
Langkah pertama dan terpenting saat gempa terjadi adalah menjaga ketenangan. Kepanikan dapat menghambat kemampuan berpikir jernih dan mengambil keputusan yang tepat. Tarik napas dalam-dalam, perhatikan kondisi sekitar, dan segera identifikasi tempat berlindung yang paling aman.
2. Jika Berada di Dalam Ruangan (Rumah, Bangunan)
- Cari Perlindungan: Segera berlindung di bawah meja yang kokoh atau furnitur lain yang dapat menahan jatuhan benda-benda berat. Hindari berdiri di dekat jendela, rak buku, atau benda lain yang berpotensi roboh.
- Lindungi Kepala: Gunakan bantal, helm, atau benda empuk lainnya untuk melindungi kepala dan leher dari benturan. Jika tidak ada, gunakan kedua tangan untuk menutupi kepala dan meringkuk.
- Jauhi Benda Berbahaya: Jauhi peralatan listrik, kompor, atau benda lain yang bisa menimbulkan kebakaran atau cedera.
3. Jika Berada di Luar Ruangan
- Menjauh dari Struktur: Segera bergerak menjauhi gedung, tiang listrik, pohon, atau struktur lain yang berpotensi roboh.
- Cari Area Terbuka: Pindah ke area terbuka yang lapang, jauh dari potensi bahaya jatuhan material.
- Tetap Waspada Gempa Susulan: Setelah guncangan pertama mereda, tetaplah waspada karena gempa susulan seringkali terjadi.
4. Jika Berada di Kerumunan
- Ikuti Arahan Petugas: Perhatikan dan ikuti arahan dari petugas keamanan atau tim penyelamat yang ada.
- Menuju Titik Evakuasi: Usahakan untuk bergerak menuju tangga darurat atau jalur evakuasi yang telah ditentukan untuk mencapai area terbuka.
- Hindari Kepanikan Massal: Cobalah untuk tetap tenang dan membantu orang lain di sekitar Anda untuk tidak panik.
5. Jika Berada di Gunung atau Dataran Tinggi
- Bergerak ke Area Lapang: Segera bergerak menuju daerah yang datar dan terbuka.
- Hindari Lereng: Jauhi area lereng gunung atau perbukitan yang berisiko longsor akibat getaran gempa.
6. Jika Berada di Dekat Laut
- Waspada Tsunami: Ingat bahwa gempa yang berpusat di laut berpotensi menimbulkan tsunami. Jika merasakan guncangan yang kuat dan berdurasi lama, segera evakuasi diri ke dataran yang lebih tinggi.
- Ikuti Peringatan Dini: Perhatikan peringatan dini tsunami dari pihak berwenang.
7. Jika Berada di Dalam Kendaraan
- Berhenti di Tempat Aman: Segera menepi dan hentikan kendaraan di tempat yang aman, jauh dari jembatan, gedung, tiang listrik, atau pohon.
- Tetap di Dalam Kendaraan: Tetaplah berada di dalam kendaraan sampai guncangan berhenti. Kendaraan dapat memberikan perlindungan dari benda yang berjatuhan.
- Waspada Rute Evakuasi: Setelah guncangan berhenti, perhatikan kondisi jalan sebelum melanjutkan perjalanan dan hindari area yang rusak.
Dengan memahami dan mempraktikkan langkah-langkah keselamatan ini, masyarakat dapat meningkatkan ketahanan diri dan mengurangi potensi dampak buruk dari bencana gempa bumi.

















