Berita Utama

GKR Mangkubumi Pimpin KADIN DIY: UMKM & Investasi Berkelanjutan Unggul

×

GKR Mangkubumi Pimpin KADIN DIY: UMKM & Investasi Berkelanjutan Unggul

Sebarkan artikel ini

GKR Mangkubumi Pimpin KADIN DIY Periode 2025–2030, Fokus UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Investasi Ramah Lingkungan

Yogyakarta – Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah resmi memiliki nakhoda baru untuk periode kepengurusan 2025–2026, dengan fokus strategis yang jelas untuk memajukan perekonomian daerah. Dalam sebuah acara pelantikan yang penuh khidmat pada Sabtu, 31 Januari 2026, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum KADIN DIY untuk masa bakti 2025–2030.

Pengukuhan ini menandai era baru bagi KADIN DIY, di mana GKR Mangkubumi bertekad untuk memperkuat peran organisasi sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Lebih dari itu, KADIN DIY di bawah kepemimpinannya akan berupaya menjadi penggerak utama dunia usaha sekaligus penjaga nilai-nilai luhur dan kekhasan Yogyakarta.

Pilar Utama: UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Investasi Berkelanjutan

Dalam pidato pelantikannya, GKR Mangkubumi menegaskan komitmennya untuk menempatkan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif sebagai prioritas utama. Ia menyadari potensi besar yang dimiliki oleh para pelaku UMKM dan pekerja seni di Yogyakarta, dan bertekad untuk memberikan dukungan yang lebih terstruktur dan komprehensif.

Program-program pelatihan yang intensif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta fasilitasi akses permodalan dan pasar akan menjadi agenda penting. Tujuannya adalah agar UMKM dan pelaku ekonomi kreatif di DIY tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang pesat, bahkan menembus pasar nasional dan internasional.

Baca Juga :  Belum Bayar Utang, Pemkab Natuna Sibuk Bagi Proyek

Selain itu, GKR Mangkubumi juga menyoroti pentingnya menarik investasi yang berkualitas dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa masuknya investor ke DIY harus dilakukan dengan seleksi yang ketat. Investor yang diharapkan adalah mereka yang tidak hanya mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan alam dan budaya Yogyakarta.

“Yogyakarta memiliki luasan yang terbatas, sehingga setiap pembangunan dan investasi harus dilakukan dengan konsep yang matang dan berwawasan lingkungan,” ujar GKR Mangkubumi. “Investor yang masuk harus benar-benar mampu bergerak bersama pemerintah daerah dan masyarakat, dengan mengedepankan prinsip-prinsip pembangunan hijau dan berkelanjutan.”

Untuk mewujudkan visi ini, KADIN DIY akan memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Koperasi Desa Merah Putih dan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal). Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan yang lebih merata dan inklusif.

Pesan Adaptasi dan Kolaborasi dari Gubernur DIY

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya, memberikan penekanan kuat pada urgensi adaptasi dunia usaha terhadap era digitalisasi. Beliau mengingatkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, organisasi bisnis yang tidak mampu beradaptasi akan tertinggal.

“Dunia usaha dituntut untuk senantiasa adaptif, kolaboratif, dan menjadikan pembelajaran sepanjang hayat sebagai bagian tak terpisahkan dari operasional mereka,” tegas Sri Sultan.

Beliau berharap KADIN DIY dapat berperan sebagai simpul penghubung yang efektif. Simpul yang mampu menjembatani berbagai kepentingan, mulai dari pengusaha kecil dengan pengusaha besar, kebijakan pemerintah dengan praktik di lapangan, hingga potensi lokal dengan peluang global. Melalui peran strategis ini, Sri Sultan berharap akan lahir lebih banyak lagi “local champion” yang mampu bersaing di kancah nasional hingga kancah ekspor.

Baca Juga :  Pelantikan IMI Kepri, Nurdin: Even Olahraga Otomotif Dapat Menarik Wisatawan

Dukungan Penuh dari KADIN Indonesia

Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang terjalin antara KADIN DIY dengan Pemerintah Daerah DIY. Ia menilai kolaborasi ini telah terbukti mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Menurut Anindya Bakrie, DIY memiliki tiga keunikan yang menjadi modal berharga dalam pembangunan ekonomi. Pertama adalah kekayaan sumber daya manusia dan sektor ekonomi kreatifnya yang dinamis. Kedua adalah kekuatan UMKM dan ekonomi berbasis warisan budaya (heritage economy). Ketiga adalah stabilitas ekonomi daerah yang kondusif bagi investasi.

“DIY adalah contoh yang sangat baik dalam membangun ekonomi yang inklusif, di mana masyarakat turut dilibatkan secara aktif,” ujar Anindya Bakrie. “Visi pembangunan ekonomi yang jelas di DIY ini perlu menjadi inspirasi dan dapat diikuti oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia.”

Dengan kepemimpinan baru yang berfokus pada inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi, KADIN DIY optimis dapat membawa perekonomian daerah ke tingkat yang lebih tinggi, sekaligus tetap menjaga identitas dan kelestarian Yogyakarta.