Haji Uma Tinjau Langsung Dampak Banjir Bandang di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya
NAGAN RAYA – Pasca banjir bandang yang meluluhlantakkan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, mengakibatkan akses jalan terputus total. Menanggapi situasi darurat ini, Haji Uma melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak untuk memantau kondisi terkini dan memastikan penanganan darurat berjalan optimal sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam peninjauannya, Haji Uma menggambarkan bahwa Beutong Ateuh Banggalang merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat bencana alam tersebut. Badan jalan banyak yang hilang tersapu arus deras, sementara sejumlah jembatan mengalami kerusakan berat, mengisolasi kawasan tersebut dari dunia luar.
Setibanya di lokasi, Haji Uma berdialog langsung dengan Abdul Chalil, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Badan Jalan yang bertanggung jawab mengawasi proses rekonstruksi jalan dan jembatan di Beutong Ateuh Banggalang. Abdul Chalil memberikan penjelasan detail mengenai progres penanganan pasca-banjir.
Menurut Abdul Chalil, pekerjaan rekonstruksi telah dimulai sejak 28 November lalu sebagai langkah tindak lanjut segera setelah banjir surut. Ia menekankan bahwa seluruh tim bekerja secara intensif untuk membuka akses alternatif secepat mungkin demi memulihkan mobilitas warga.
“Sejak tanggal 28 November, rekonstruksi jalan dan jembatan sudah dimulai sebagai tindak lanjut pasca banjir,” jelas Abdul Chalil. “Pekerjaan terus dipercepat, dan insya Allah pada hari Sabtu, 13 Desember, jalan ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda empat sebagai akses alternatif sementara. Untuk kendaraan roda dua sendiri sudah dapat melintas.”
Abdul Chalil menegaskan bahwa pembukaan akses secara bertahap ini menjadi prioritas utama. Tujuannya adalah agar aktivitas dan mobilitas warga dapat segera pulih, serta distribusi logistik, seperti bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya, tidak mengalami hambatan berarti.
Apresiasi dan Harapan untuk Percepatan
Menanggapi upaya yang telah dilakukan, Haji Uma memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak terkait atas langkah cepat dan sigap mereka. Menurutnya, kecepatan bertindak dan koordinasi yang solid di lapangan sangat krusial untuk meminimalkan dampak lanjutan yang mungkin dialami oleh masyarakat.
“Saya bersyukur rekonstruksi berjalan dengan baik,” ujar Haji Uma. “Saya berharap percepatan ini terus dijaga agar masyarakat tidak terlalu lama terisolasi. Pembukaan akses sementara ini sangat membantu warga yang ingin menuju Aceh Tengah maupun wilayah lainnya.”
Haji Uma juga menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi merupakan wujud komitmennya untuk memastikan bahwa penanganan bencana dilakukan secara menyeluruh dan efektif. Ia ingin memastikan bahwa semua proses berjalan lancar dan masyarakat mendapatkan kepastian dalam penanganan situasi darurat ini.
“Saya ingin memastikan semua proses berjalan dengan baik. Masyarakat butuh kepastian, dan pekerjaan seperti ini harus mendapat dukungan penuh,” tegasnya.
Dengan dibukanya akses untuk kendaraan roda dua sejak hari itu dan rencana pembukaan akses untuk kendaraan roda empat pada 13 Desember mendatang, diharapkan masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang dan wilayah sekitarnya dapat kembali beraktivitas dengan lebih lancar. Hal ini menjadi solusi sementara sembari menunggu proses rekonstruksi permanen selesai sepenuhnya.
Pemerintah bersama dengan pihak-pihak teknis terkait terus berupaya keras untuk mengakselerasi proses perbaikan. Tujuannya adalah agar jalur strategis ini dapat segera berfungsi normal seperti sedia kala, memulihkan konektivitas dan perekonomian daerah yang sempat terganggu akibat bencana alam tersebut. Upaya ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi dan memulihkan diri dari bencana.

















