Penurunan Harga Bahan Pangan Pokok di Pasar Eceran Nasional
Pada pekan kedua Oktober 2025, terjadi penurunan harga sejumlah bahan pangan pokok di pasar eceran nasional. Data terbaru dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan bahwa beberapa komoditas mengalami penurunan yang cukup signifikan, yang menandakan adanya perbaikan pasokan di berbagai daerah.
- Cabai rawit merah, yang selama beberapa bulan terakhir menjadi komoditas paling fluktuatif, kini turun menjadi Rp44.214 per kilogram dari sebelumnya Rp45.378 per kilogram.
- Bawang merah juga mencatat penurunan harga menjadi Rp38.821 per kilogram dari Rp39.047 per kilogram.
- Beras, komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi pangan, ikut mengalami penurunan di seluruh jenisnya. Harga beras premium turun menjadi Rp15.852 per kilogram dari sebelumnya Rp16.026 per kilogram. Beras medium turun menjadi Rp13.670 per kilogram, dan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) turun tipis ke Rp12.526 per kilogram.
- Jagung di tingkat peternak juga turun menjadi Rp6.605 per kilogram dari Rp6.740 per kilogram.
- Kedelai biji kering impor pun menurun ke Rp10.675 per kilogram dari Rp10.701 per kilogram.
- Bawang putih bonggol turun menjadi Rp37.191 per kilogram dari Rp37.381 per kilogram.
- Cabai merah keriting anjlok dari Rp57.898 menjadi Rp54.452 per kilogram, dan cabai merah besar turun menjadi Rp46.479 dari Rp50.859 per kilogram.
Beberapa Komoditas Mengalami Kenaikan Harga
Meskipun banyak komoditas mengalami penurunan harga, beberapa bahan pangan justru mencatat kenaikan harga:
- Daging sapi murni naik ke Rp135.494 per kilogram dari Rp135.306.
- Telur ayam ras naik tipis ke Rp30.573 per kilogram dari Rp30.522 per kilogram.
- Harga minyak goreng juga mengalami perubahan: minyak goreng kemasan turun ke Rp20.776 per liter dari Rp21.004, sementara minyak goreng curah naik tipis menjadi Rp17.536 per liter.
- Varian MinyaKita berada di Rp17.523 per liter, turun sedikit dari Rp17.453 per liter.
- Untuk komoditas tepung terigu, harga curah kini di Rp9.641 per kilogram dari Rp9.835, dan tepung kemasan turun ke Rp12.789 per kilogram dari Rp13.103.
- Harga ikan juga mengalami fluktuasi. Ikan kembung naik menjadi Rp42.960 per kilogram dari Rp42.019, ikan tongkol sedikit turun menjadi Rp34.955 dari Rp35.109, dan ikan bandeng turun ke Rp34.259 dari Rp35.484 per kilogram.
- Garam konsumsi pun ikut turun ke Rp11.371 per kilogram dari Rp11.656, sementara daging kerbau beku impor menurun ke Rp104.048 dari Rp105.290.
- Sebaliknya, daging kerbau segar lokal naik sedikit ke Rp141.500 dari Rp141.400 per kilogram.
Tanda Positif untuk Stabilitas Pasokan
Penurunan harga yang terjadi secara nasional ini menjadi indikator positif menjelang akhir tahun, di mana stabilitas pasokan dan pengendalian distribusi mulai menunjukkan hasil. Pemerintah melalui Bapanas diharapkan terus menjaga kelancaran rantai pasok untuk mencegah lonjakan harga menjelang musim liburan akhir tahun.

















