kejahatan

Heryanto Memaksa Dina Antar Uang, Bukan Kunci Brankas

×

Heryanto Memaksa Dina Antar Uang, Bukan Kunci Brankas

Sebarkan artikel ini

Alasan Dina Oktaviani Datang ke Rumah Heryanto

Banyak yang bertanya-tanya mengapa Dina Oktaviani, seorang pegawai minimarket, bersedia datang ke rumah Heryanto di Desa Wanawali, Purwakarta. Ternyata alasan utamanya bukanlah kunci brankas Alfamart seperti yang diberitakan sebelumnya.

Menurut informasi yang beredar, Dina memang diminta oleh Heryanto untuk datang ke rumahnya. Namun, alasan yang diberikan tidak sepenuhnya benar. Heryanto mengklaim bahwa Dina meminta bantuan untuk mencari orang pintar agar bisa melupakan mantan pacarnya. Namun, menurut keluarga Dina, ini hanyalah sebuah alibi.

Ibu Dina, Yayah, menyampaikan bahwa Heryanto awalnya memberi alasan bahwa Dina sedang dalam keadaan galau setelah putus dengan pacarnya, Ahmad. “Kalau habis putus, iya. Tapi kalau sampai minta dicarikan orang pintar, itu bohong,” ujarnya.

Yayah juga mengungkap bahwa Dina pernah bercerita bahwa Heryanto meminta uang sebesar Rp 1,5 juta. Anaknya sudah bersedia memberikan uang tersebut, namun Heryanto memaksa Dina untuk mengantarkan uang itu ke rumahnya. “Saya mau transfer, tapi dia memaksa datang ke rumah,” katanya.

Baca Juga :  Pelaku Curat di Sekadau Ditangkap Usai Jebol Dinding Rumah Kosong

Versi Heryanto

Heryanto sendiri menjelaskan bahwa ia bertemu Dina di sebuah minimarket dekat Rumah Sakit Amira Purwakarta. Menurutnya, Dina meminta bantuan untuk mencari orang pintar agar bisa melupakan mantan pacarnya. “Kebetulan saya dekat dengan orang-orang yang bisa dimintain pertolongan,” katanya.

Setelah dari minimarket, Heryanto mengajak Dina ke rumahnya. Di sana, ia mengaku meminjam uang sebesar Rp 1,5 juta karena sedang dalam kondisi keuangan yang kurang stabil. “Dia sempat transfer ke saya,” ujarnya.

Namun, setelah menerima uang tersebut, Heryanto memiliki niat untuk membunuh Dina. Ia mengakui bahwa niatan itu muncul setelah melihat Dina menggunakan barang-barang mewah seperti perhiasan, motor, dan ponsel. “Awalnya saya gak niat, tapi faktor ekonomi. Saya tergiur sama barang-barang mewah yang dipakai,” katanya.

Baca Juga :  Motor Harley Davidson Rp 250 Juta Ditemukan di Bekasi, Pelaku Masih Dicari Polisi

Pembunuhan yang Dilakukan

Heryanto kemudian membunuh Dina dengan cara dicekik. Ia bahkan menyetubuhi jasad Dina setelah melakukan pembunuhan. “Saya cekik dari depan,” katanya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Uyun Saepul Uyun, Heryanto berniat menghilangkan jejak dengan membakar sejumlah barang milik korban. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa Dina meninggal dunia akibat dicekik.

Tanggapan dari Alfamart

Manajemen Alfamart telah memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Mereka menyatakan sangat mengecam tindakan keji yang dilakukan oleh pelaku, yang diketahui merupakan rekan kerja korban. Manajemen juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan agar kasus ini dapat diungkap tuntas dan pelaku mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya.