Berita UtamaKepriNatunaNews

Idul Adha dan Ironi Daerah Minim PAD

×

Idul Adha dan Ironi Daerah Minim PAD

Sebarkan artikel ini
Gambar merupakan ilustrasi dari berita (Foto: Alreinamedia.com)

Alreinamedia.com- Hari Raya Idul Adha sejatinya menjadi momen refleksi tentang keikhlasan, pengorbanan, dan prioritas dalam hidup. Nilai-nilai tersebut semestinya juga tercermin dalam tata kelola pemerintahan, khususnya di daerah yang tengah menghadapi krisis fiskal dan minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sayangnya, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan hal sebaliknya.

Di sejumlah daerah yang PAD-nya rendah dan beban utangnya tinggi, pemerintah daerah justru terkesan mengabaikan kewajiban utama seperti pelunasan utang proyek, pembayaran rekanan, atau hak-hak pihak ketiga. Alih-alih menuntaskan kewajiban yang bersifat hukum dan moral itu, Pemda malah dulu membayar belanja tak wajib, seperti Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), perjalanan dinas, hingga kegiatan seremonial yang tidak mendesak.

Baca Juga :  Polda Kepri Laksanakan Upacara Harlah Polairud ke 17

Ini menjadi ironi tersendiri saat masyarakat diminta meneladani kisah Nabi Ibrahim dalam hal pengorbanan, pemerintah justru tidak mampu menunda kenyamanan internal demi menuntaskan tanggaung jawab ekternal. Bukankah keikhlasan berkurban itu juga berarti berani melepaskan kepentingan pribadi atau kelompok untuk kepentingan yang lebih besar?

Kondisi ini menunjukkan lemahnya skala prioritas dalam pengelolaan anggaran daerah. Ketika beban utang menggunung, langkah logis adalah menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu sebelum memikirkan insentif atau tambahan tunjangan yang tidak bersifat wajib. Jika tidak, kepercayaan publik akan tergerus, kredibilitas pemerintah runtuh, dan pembangunan daerah akan berjalan pincang.

Di tengah keterbatasan fiskal, efisiensi dan penataan prioritas menjadi kunci. Pemimpin daerah dituntut tidak hanya paham administrasi, tapi juga memiliki sensitivitas sosial serta keberanian mengambil keputusan yang tidak selalu populer, tapi benar secara etika dan keuangan.

Baca Juga :  Prediksi Skor Chelsea Women vs Paris FC Women 15 Oktober 2025

Momentum Idul Adha ini seharusnya menjadi cermin bagi pemda untuk kembali pada nilai-nilai dasar kepemimpinan integritas, tanggung jawab, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat. Karena pada akhirnya, yang dinilai bukan hanya berapa banyak yang dikorbankan, tetapi apakah yang seharusnya ditunaikan benar-benar telah diselesaikan