Ekonomi

IHSG Sesi I Meroket 0,33% ke 8.715

×

IHSG Sesi I Meroket 0,33% ke 8.715

Sebarkan artikel ini


Perdagangan Saham Rabu Siang: IHSG Menguat, Rupiah Sedikit Tertekan

Pada penutupan perdagangan sesi I hari Rabu, 17 Desember, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau, menunjukkan tren positif di pasar modal Indonesia. IHSG tercatat menguat signifikan sebesar 28,564 poin atau 0,33 persen, membawanya bertengger di level 8.715,033. Kenaikan ini disambut baik oleh para pelaku pasar yang mengamati pergerakan bursa saham.

Selain IHSG, indeks LQ45 yang mencerminkan saham-saham berkapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi juga menunjukkan performa apik. LQ45 berhasil naik 3,519 poin atau 0,41 persen, mencapai angka 857,856. Pergerakan positif ini didukung oleh mayoritas saham yang diperdagangkan. Tercatat, sebanyak 408 saham mengalami kenaikan harga, sementara hanya 236 saham yang turun, dan 157 saham lainnya stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Aktivitas perdagangan pada sesi ini terbilang cukup ramai. Frekuensi saham yang ditransaksikan mencapai 1.648.511 kali. Total volume perdagangan pun tercatat impresif, dengan 34,431 miliar saham berpindah tangan, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 26,891 triliun. Angka-angka ini mengindikasikan adanya minat investor yang cukup tinggi terhadap pasar saham Indonesia pada hari itu.

Saham-Saham Unggulan Siang Ini

Beberapa saham berhasil mencuri perhatian dengan kenaikan harga yang signifikan, menempatkan mereka sebagai saham-saham top gainers pada sesi perdagangan siang tersebut. Performa gemilang ini patut dicermati oleh investor yang mencari peluang pertumbuhan.

  • Dua Putra Utama Makmur (DPUM): Saham ini melonjak drastis sebesar 49 poin atau 34,75 persen, ditutup pada harga 190. Kenaikan yang luar biasa ini menunjukkan adanya sentimen positif yang kuat terhadap emiten ini.
  • Puri Sentul Permai (KDTN): Mengalami kenaikan sebesar 210 poin atau 24,71 persen, saham KDTN ditutup di level 1.060. Performa ini menegaskan minat investor pada sektor properti atau terkait.
  • Multi Makmur Lemindo (PIPA): Saham PIPA menunjukkan kenaikan sebesar 46 poin atau 22,12 persen, mencapai harga 254. Kenaikan ini mengindikasikan adanya apresiasi pasar terhadap fundamental perusahaan.
  • Soechi Lines (SOCI): Emiten di sektor maritim ini mencatat kenaikan harga sebesar 88 poin atau 21,78 persen, mengakhiri sesi di harga 492. Kinerja positif ini bisa jadi mencerminkan prospek cerah di industri pelayaran.
  • Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO): Saham RMKO turut meramaikan jajaran top gainers dengan kenaikan 54 poin atau 21,77 persen, ditutup pada harga 302. Performa ini mengindikasikan kepercayaan pasar terhadap sektor konstruksi atau infrastruktur.
Baca Juga :  Ekonomi Indonesia Tetap Stabil Meski Hadapi Gelombang Demonstrasi

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah dan Bursa Asia

Di tengah penguatan IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) justru menunjukkan tren pelemahan pada siang hari yang sama. Mengutip data dari Bloomberg, rupiah melemah tipis sebesar 8,00 poin atau 0,05 persen, diperdagangkan di angka Rp 16.699 per dolar AS. Pelemahan ini perlu dicermati lebih lanjut dampaknya terhadap inflasi dan neraca perdagangan.

Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang beragam. Kondisi ini mencerminkan dinamika ekonomi global yang kompleks dan sentimen investor yang berbeda di setiap negara.

  • Indeks Nikkei 225 (Jepang): Mengalami penurunan sebesar 49,101 poin atau 0,10 persen, ditutup pada level 49.334,199. Pasar Jepang menunjukkan sedikit koreksi pada sesi ini.
  • Indeks Hang Seng (Hong Kong): Mencatat kenaikan yang sangat tipis, hanya 0,570 poin atau 0,00 persen, berada di angka 25.235,980. Pergerakan indeks ini terbilang datar.
  • Indeks SSE Composite (China): Menunjukkan tren positif dengan kenaikan 4,639 poin atau 0,12 persen, mencapai 3.829,449. Pasar Tiongkok memberikan sinyal penguatan moderat.
  • Indeks Straits Times (Singapura): Mengalami penurunan sebesar 13,500 poin atau 0,29 persen, ditutup pada level 4.566,229. Bursa Singapura terlihat sedikit tertekan pada perdagangan siang itu.
Baca Juga :  Hadapi Tekanan Ganda, Petani Apel Pasuruan Minta Pupuk Subsidi Dikembalikan

Perbedaan pergerakan di pasar saham Asia ini menegaskan bahwa faktor-faktor domestik dan global memainkan peran penting dalam menentukan arah pergerakan indeks di masing-masing negara. Investor perlu terus memantau perkembangan ekonomi makro dan mikro untuk membuat keputusan investasi yang tepat.