Dominasi Ganda Putra dan Tunggal Putra Indonesia di Kualifikasi Indonesia Masters 2026
Jakarta – Arena Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, menjadi saksi bisu perjuangan para atlet bulu tangkis dalam babak kualifikasi Indonesia Masters 2026. Panggung bergengsi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi bagi para pemain kelas dunia, tetapi juga menjadi gerbang bagi talenta-talenta baru untuk menembus babak utama. Hasil dari pertandingan kualifikasi kali ini memberikan kabar gembira bagi tuan rumah, terutama di sektor ganda putra dan tunggal putra, yang berhasil menambah amunisi mereka di babak selanjutnya.
Ganda Putra: Devin/Faathir Bangkit dari Ketertinggalan
Dalam laga krusial di sektor ganda putra, pasangan muda Indonesia, Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan, berhasil menunjukkan mental juang yang luar biasa. Mereka sukses membalikkan keadaan dan mengalahkan wakil Prancis, Mael Cattoen/Lucas Renoir, dengan skor akhir 20-22, 21-16, 21-14. Perjalanan mereka menuju kemenangan tidaklah mudah.
Sejak awal pertandingan, Devin/Faathir harus berjuang keras menghadapi soliditas Cattoen/Renoir. Di gim pertama, mereka sempat kewalahan dan tertinggal cukup jauh. Pertandingan berjalan alot, dengan kedua pasangan saling berbagi angka hingga kedudukan 3-3. Devin/Faathir sempat mendapatkan momentum dengan mencetak lima poin beruntun, membawa mereka unggul 8-3. Namun, lawan yang merupakan juara Odisha Masters itu mampu bangkit dan mencatatkan tujuh poin beruntun, membalikkan keadaan.
Meskipun sempat tertinggal, Devin/Faathir menunjukkan determinasi tinggi. Tekanan dari Devin di area depan net dan servisnya yang akurat berhasil menyumbangkan dua poin. Sayangnya, pelanggaran servis setelahnya membuat lawan kembali unggul satu poin pada interval gim pertama. Selepas jeda, kedua pasangan kembali saling kejar-kejaran angka, menyamakan kedudukan hingga 14-14 dan 15-15. Namun, ganda Prancis kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak tiga angka beruntun, membawa mereka unggul 18-15. Devin/Faathir berusaha keras menyamakan kedudukan, namun permainan agresif lawan di area depan membuat mereka harus merelakan gim pertama dengan skor 20-22.
Gim kedua pun tidak kalah sengit. Devin/Faathir sempat unggul 7-5, namun Cattoen/Renoir berhasil membalikkan keadaan menjadi 11-10 pada interval. Pasangan Prancis yang memiliki peringkat dunia lebih tinggi (peringkat 47) menunjukkan permainan yang lebih solid dalam reli dan adu drive dibandingkan Devin/Faathir yang masih berada di peringkat 65 dunia, meskipun baru berpasangan selama lima bulan. Tertinggal lebih jauh hingga 12-15, Devin/Faathir kembali menunjukkan semangat juang mereka. Mereka berhasil melesakkan tujuh poin beruntun, memimpin 19-15. Momentum ini berhasil mereka bawa hingga akhir gim kedua, memastikan kemenangan 21-16.

Kini, dengan kepercayaan diri yang meningkat, Devin/Faathir melangkah ke gim ketiga. Keunggulan lima angka pada skor 19-14 menunjukkan dominasi mereka di gim penentuan ini. Dua poin terakhir berhasil mereka raih, memastikan tiket ke babak utama Indonesia Masters 2026.
Kemenangan Devin/Faathir ini menambah jumlah wakil ganda putra Indonesia di babak 32 besar menjadi lima pasangan. Hal ini tentu menjadi suntikan moral yang berharga bagi tim ganda putra tuan rumah dalam mengarungi turnamen bergengsi ini.
Tunggal Putra: Yusuf Lolos, Potensi Tambahan Masih Terbuka
Sektor tunggal putra Indonesia juga mendapatkan tambahan amunisi di babak utama, meskipun harus kehilangan salah satu andalan mereka, Jonatan Christie, yang terpaksa mundur karena masalah kebugaran. Dari empat pemain yang berjuang di babak kualifikasi, Muhammad Yusuf berhasil menjadi yang pertama mengamankan tiket ke babak utama.
Yusuf berhasil memenangi “perang saudara” melawan seniornya di pemusatan latihan nasional, Yohanes Saut Marcellyno. Pemain yang tahun lalu berhasil meraih dua gelar di level International Challenge/Series ini menunjukkan performa gemilang dengan kemenangan dua gim langsung, 21-14, 21-18. Kemenangan ini semakin mempertegas performa apik Yusuf dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, Indonesia masih memiliki peluang untuk menambah wakil di sektor tunggal putra. Dua nama lain yang masih berjuang di babak kualifikasi adalah Prahdiska Bagas Shujiwo dan Anthony Sinisuka Ginting. Perjuangan mereka masih dinantikan oleh para penggemar bulu tangkis tanah air, dengan harapan dapat menyusul Yusuf, Alwi Farhan, dan Moh Zaki Ubaidillah ke babak utama.
Keberhasilan para atlet di babak kualifikasi ini menunjukkan kedalaman skuad bulu tangkis Indonesia dan potensi besar yang dimiliki oleh para pemain muda. Dukungan dari penonton dan persiapan matang diharapkan dapat membawa para wakil Merah Putih melangkah lebih jauh dalam kompetisi Indonesia Masters 2026.

















