Bisnis

INPP Target Pendapatan 2026 Naik 15%: Intip Strateginya

×

INPP Target Pendapatan 2026 Naik 15%: Intip Strateginya

Sebarkan artikel ini

Paradise Property Bidik Pertumbuhan Pendapatan 5-10% di 2026 Lewat Ekspansi Strategis

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menancapkan target ambisius untuk meraih pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar 5% hingga 10% pada tahun 2026. Proyeksi optimis ini didorong oleh sejumlah strategi pengembangan dan diversifikasi yang telah disiapkan perusahaan, mencakup monetisasi unit residensial yang sedang berjalan hingga ekspansi ke segmen properti gaya hidup berdensitas rendah.

Anthony P. Susilo, CEO Paradise Indonesia, mengungkapkan bahwa pencapaian target pendapatan tersebut akan sangat ditopang oleh keberlanjutan monetisasi unit residensial di proyek Antasari Place Tower 1. Selain itu, kontribusi arus kas yang signifikan juga diharapkan datang dari pengoperasian Semarang Shopping Center yang dijadwalkan akan dimulai pada semester pertama tahun ini.

“Memasuki tahun 2026, kami menargetkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sekitar 5% hingga 10%,” ujar Anthony, menekankan kesiapan perusahaan untuk menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

Lebih lanjut, INPP tidak hanya berfokus pada proyek-proyek yang sudah ada. Sebagai langkah diversifikasi segmen pasar yang baru, perusahaan ini juga berencana untuk mengembangkan konsep properti gaya hidup dengan kepadatan rendah (low-density lifestyle) di Balikpapan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen INPP untuk terus berinovasi dan menjangkau segmen pasar yang lebih luas, sekaligus memperkaya portofolio propertinya.

Baca Juga :  Minat ke Indonesia Tinggi, Menparekraf Optimistis Target Kunjungan Wisman Tercapai 

Alokasi Belanja Modal untuk Ekspansi dan Peningkatan Kualitas Aset

Menyambut target pertumbuhan tersebut, INPP telah menetapkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp400 miliar untuk tahun 2026. Dana ini akan difokuskan secara strategis untuk dua pilar utama: ekspansi aset baru dan renovasi properti yang sudah ada.

Distribusi alokasi belanja modal pada tahun 2026 dirancang dengan cermat, di mana 78% dialokasikan untuk kegiatan ekspansi dan sisanya, 22%, untuk operasional. Pendanaan untuk capex ini akan bersumber dari kombinasi pinjaman sebesar 70% dan dana internal perusahaan sebesar 30%, menunjukkan keseimbangan antara pemanfaatan instrumen keuangan eksternal dan kemampuan finansial internal.

Secara lebih rinci, penggunaan capex akan terbagi sebagai berikut:

  • 10% untuk sektor perhotelan
  • 69% untuk sektor komersial
  • 21% untuk penjualan properti

Anthony menambahkan bahwa ke depannya, perusahaan juga akan melakukan transformasi portofolio sebagai bagian integral dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Transformasi ini bertujuan untuk mendorong target pendapatan berulang (recurring income) hingga mencapai 75% dari total pendapatan konsolidasi pada tahun 2026.

Strategi Transformasi Portofolio untuk Pendapatan Berulang yang Stabil

Strategi perusahaan INPP sangat difokuskan pada pembangunan struktur pendapatan yang kokoh secara fundamental. Hal ini akan ditopang oleh aset-aset yang secara konsisten menghasilkan pendapatan, terutama dari segmen perhotelan dan komersial. Komposisi portofolio yang seimbang ini tidak hanya akan meningkatkan visibilitas arus kas perusahaan, tetapi juga memperkuat stabilitas kinerja keuangan secara keseluruhan.

Baca Juga :  Danantara Siap IPO, Rosan Tunggu Demutualisasi

“Kami akan memperkuat struktur pendapatan dengan menjaga porsi pendapatan berulang di kisaran 70%, seiring dengan pengembangan aset yang dilakukan secara konsisten,” imbuh Anthony, menegaskan komitmen perusahaan terhadap pendapatan pasif yang stabil.

Selain mengoptimalkan kinerja aset-aset eksisting, INPP juga secara konsisten menjalankan strategi perluasan pasar melalui ekspansi yang terukur dan selektif. Setiap pengembangan proyek baru dilakukan dengan berorientasi pada kebutuhan pasar yang sesungguhnya, serta mempertimbangkan dinamika dan tren industri properti yang terus berkembang.

“Pada tahun 2026, kami akan melakukan peningkatan dan ini menjadi prioritas kami. Kita akan mengintensifkan belanja modal untuk aset-aset yang strategis,” tegasnya.

Kontribusi Segmen Kunci pada Kinerja Keuangan 2026

Direktur INPP, Surina, memperkirakan bahwa kontributor utama kinerja keuangan perusahaan pada tahun 2026 akan ditopang oleh segmen komersial dan perhotelan, masing-masing diperkirakan menyumbang sebesar 38%. Sementara itu, segmen penjualan properti diprediksi akan memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan sebesar 24%. Perkiraan ini mencerminkan fokus strategis perusahaan pada aset-aset yang menghasilkan pendapatan berulang.