Kasus Penelantaran Anak Denada Memanas: Sindiran Keras untuk Irfan Hakim
Perjuangan Ressa Rizky Rossano untuk mendapatkan pengakuan sebagai anak kandung dari penyanyi Denada tak kunjung menemukan titik terang. Kasus yang telah bergulir lama ini kembali memicu perhatian publik, terutama setelah munculnya komentar dari presenter kondang Irfan Hakim. Komentarnya tersebut dinilai berpihak pada Denada, sehingga menuai berbagai reaksi, termasuk sindiran tajam dari kuasa hukum Ressa.
Situasi ini semakin memanas ketika Ronald Armada, kuasa hukum Ressa Rizky Rossano, secara terbuka melontarkan sindiran kepada Irfan Hakim. Armada merasa bahwa Irfan Hakim, yang dikenal memiliki kedekatan dengan Denada, telah menunjukkan sikap yang cenderung membela sang penyanyi dalam kasus ini.
Dalam sebuah program televisi beberapa waktu lalu, Irfan Hakim terdengar mempertanyakan motif di balik kemunculan Ressa yang baru memperjuangkan statusnya sebagai anak kandung Denada di usianya yang sudah dewasa. “Anaknya kan sudah 24 tahun, kan hitungannya sudah dewasa, nah kenapa tidak diungkapnya dulu gitu? Kenapa baru sekarang?,” ujar Irfan Hakim, menimbulkan pertanyaan tentang waktu penuntutan hak yang dirasa terlambat.
Komentar Irfan Hakim ini pun kemudian ditanggapi oleh pakar hukum ternama, Hotman Paris. Hotman Paris memberikan pandangan bahwa mungkin Ressa baru memiliki keberanian untuk angkat bicara dan memperjuangkan haknya. Ia juga menyebutkan bahwa Ressa bukanlah seorang ahli hukum dan hanya bekerja di warung kopi dengan gaji yang relatif kecil.
“Mungkin dia baru ada keberanian, dia kan bukan ahli hukum. Saya dengar dia cuma kerja di warung kopi gaji Rp3 juta sebulan di daerah Banyuwangi. Mungkin dia baru ada yang berani menyarankan, berani memberikan nasihat, baru dia ada keberanian. Itu memang boleh-boleh aja, tidak ada kedaluwarsa istilahnya, belum,” papar Hotman Paris, memberikan perspektif yang berbeda mengenai penundaan Ressa untuk menuntut pengakuan.
Namun, komentar Irfan Hakim tersebut justru memicu reaksi keras dari pihak Ressa. Perjuangan Ressa untuk mendapatkan pengakuan ini bukan sekadar soal status, melainkan menyangkut luka lama yang telah membekas selama puluhan tahun. Oleh karena itu, sikap Irfan Hakim yang dianggap meragukan motif Ressa dianggap kurang peka terhadap perjuangan yang sedang dijalani.
Permintaan Kuasa Hukum Ressa: Irfan Hakim Diminta Objektif
Menanggapi komentar Irfan Hakim, Ronald Armada secara tegas meminta agar presenter tersebut tidak memihak Denada hanya karena kedekatan pertemanan. Armada menekankan pentingnya objektivitas dalam melihat kebenaran sebuah kasus, terlepas dari ikatan emosional.
“Saya mau menyampaikan sesuatu kepada Bang Irfan Hakim, Bang Irfan saya lihat orang yang beradab dan berakhlak. Saya sangat kagum sama beliau,” ujar Ronald Armada, menunjukkan rasa hormatnya terlebih dahulu sebelum menyampaikan kritiknya.
“Jangan karena temannya dia melakukan pembelaan, kalau temannya salah katakan salah, benar katakan benar,” tegas Armada, mengimbau Irfan Hakim untuk tetap berpegang pada prinsip keadilan. Ia berharap Irfan Hakim dapat bersikap netral dan tidak mengaburkan fakta demi membela Denada.
Tekanan Psikologis dan Dampaknya pada Ressa
Ronald Armada juga menyuarakan kekesalannya terhadap rekan-rekan Denada yang dinilai telah memberikan tekanan psikologis kepada Ressa. Menurut Armada, Ressa merasa diteror secara psikis oleh orang-orang terdekat Denada, seolah-olah Ressa yang bersalah dalam permasalahan ini.
“Teman-temannya Denada yang tadi sempat menekan dia secara psikologis, saya agak sedikit jengkel, tapi mungkin saya harus bersikap dingin. Sempat dikerubungi diteror secara psikis seakan-akan dia (Ressa) yang bersalah dalam persoalan ini,” ungkap Armada.
Tekanan psikologis ini diduga berimbas pada kehidupan Ressa, bahkan hingga mempengaruhi karier Denada. Armada menyebutkan bahwa ada isu yang beredar bahwa Denada tidak mendapat pekerjaan di stasiun televisi karena adanya boikot yang dipicu oleh situasi ini.
Kasus ini menyoroti kompleksitas hubungan keluarga dan perjuangan individu dalam mencari kebenaran. Di satu sisi, ada Denada yang menghadapi tudingan penelantaran anak. Di sisi lain, ada Ressa yang gigih memperjuangkan haknya sebagai anak kandung, didukung oleh kuasa hukumnya. Sementara itu, pihak ketiga seperti Irfan Hakim, yang memiliki kedekatan dengan salah satu pihak, diharapkan dapat bersikap bijak dan objektif agar tidak memperkeruh suasana. Perjuangan Ressa untuk mendapatkan pengakuan ini masih terus berlanjut, dan publik menantikan perkembangan selanjutnya dari kasus yang penuh drama ini.

















