Berita

Israel Siap Luncurkan Operasi Hancurkan Terowongan Hamas di Gaza

×

Israel Siap Luncurkan Operasi Hancurkan Terowongan Hamas di Gaza

Sebarkan artikel ini



TEL AVIV, alreinamedia.com–

Pemerintah Israel mengumumkan rencana besar-besaran untuk menghancurkan sisa jaringan terowongan bawah tanah yang dikelola oleh kelompok Hamas di wilayah Jalur Gaza. Langkah ini akan dilakukan setelah seluruh sandera yang masih ditahan dipulangkan dan berada dalam “mekanisme internasional” yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa operasi penghancuran terowongan tersebut akan menjadi tantangan utama bagi negara setelah fase pembebasan sandera. Ia menekankan bahwa pasukan pertahanan Israel telah diperintahkan untuk bersiap menjalani misi ini. Menurutnya, jaringan terowongan Hamas sangat luas dan memungkinkan anggota kelompok tersebut bergerak secara rahasia serta meluncurkan serangan tanpa terdeteksi oleh sistem pengintaian Israel.

Beberapa terowongan bahkan mencapai perbatasan wilayah Israel, sehingga digunakan sebagai sarana untuk melakukan serangan mendadak. Selama dua tahun konflik yang dimulai dari serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober 2023, sebagian besar terowongan telah dihancurkan. Namun, menurut Katz, masih ada sisa jaringan yang perlu diberantas sebagai bagian dari upaya pelucutan senjata dan demiliterisasi Hamas.

Rencana gencatan senjata yang disponsori oleh AS mencakup beberapa tahapan. Tahap pertama telah disetujui oleh Hamas, yang menghasilkan gencatan senjata pada Jumat (10/10/2025). Tahap berikutnya, yang direncanakan pada Senin (13/10/2025), akan melibatkan pembebasan 48 sandera Israel, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Dalam pertukaran, Israel diperkirakan akan membebaskan sekitar 250 tahanan politik Palestina, termasuk beberapa individu yang diduga terlibat dalam serangan mematikan, serta 1.700 warga Gaza yang ditahan oleh militer Israel.

Baca Juga :  Warga Padati Makam Raja Imogiri Jelang Pemakaman Raja Solo

Meski begitu, Hamas belum sepenuhnya menerima langkah pelucutan senjata. Seorang pejabat senior Hamas, Hossam Badran, menyampaikan kepada AFP bahwa tahap kedua dari rencana yang diajukan AS memiliki banyak kompleksitas dan kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa proses penyelesaian konflik masih penuh tantangan dan memerlukan komitmen dari semua pihak terkait.

Fase Gencatan Senjata dan Tantangan Berikutnya

  • Pembebasan Sandera

    Pembebasan 48 sandera Israel merupakan salah satu fokus utama dalam tahap kedua rencana gencatan senjata. Proses ini tidak hanya menuntut kesiapan dari pihak Israel, tetapi juga koordinasi dengan Hamas agar bisa berjalan lancar.

  • Pembebasan Tahanan Palestina

    Dalam pertukaran, Israel akan membebaskan sejumlah besar tahanan politik Palestina. Ini mencakup individu yang dituduh melakukan tindakan kekerasan, serta warga sipil yang ditahan karena alasan keamanan.

  • Kesulitan dalam Pelucutan Senjata

    Hamas menolak beberapa aspek dari rencana pelucutan senjata yang diajukan AS. Mereka menganggap bahwa mekanisme yang ditawarkan masih belum cukup untuk memastikan keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut.

  • Peran Amerika Serikat

    AS dianggap sebagai pihak utama dalam memfasilitasi gencatan senjata dan membantu menciptakan perdamaian di wilayah tersebut. Namun, peran mereka juga menjadi sorotan karena dinilai kurang objektif oleh sebagian pihak.

Baca Juga :  Jamaah Masjid Nurul Huda Blok 3 Puji Program PSPK

Perkembangan Terkini

  • Pembebasan Sandera

    Pembebasan sandera menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan antara Israel dan Hamas. Meski sudah ada kesepakatan awal, prosesnya tetap membutuhkan waktu dan koordinasi yang baik.

  • Keberlanjutan Gencatan Senjata

    Gencatan senjata yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir masih rentan terhadap gangguan. Kedua belah pihak harus terus berkomunikasi untuk memastikan bahwa situasi tetap stabil.

  • Ancaman dari Terowongan Hamas

    Meskipun sebagian besar terowongan telah dihancurkan, sisa jaringan tersebut tetap menjadi ancaman. Operasi penghancuran terowongan akan menjadi prioritas utama bagi pasukan Israel.

Dengan semua tantangan yang ada, proses penyelesaian konflik di Jalur Gaza tetap memerlukan komitmen dan kerja sama yang kuat dari semua pihak terkait.