JAKARTA — PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA), perusahaan keramik, akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp330,36 miliar kepada pemegang saham pada akhir April 2026.
Berdasarkan informasi yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (8/4/2026).
Perseroan berencana mendistribusikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp45 per lembar saham atau senilai total Rp330,36 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp315,7 miliar atau Rp43 per lembar saham.
Dividen tersebut berasal dari laba bersih 2025 sebesar Rp400,48 miliar dengan margin laba bersih sebesar 13,74%. Meski masih tergolong sehat, capaian ini sedikit tertekan dibanding tahun sebelumnya karena kenaikan signifikan pada biaya energi, terutama gas, yang menjadi komponen utama dalam industri keramik.
Artinya, rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio ARNA melonjak. Perseroan akan mendistribusikan 82,4% laba bersih pada 2025 sebagai dividen ke pemegang saham, naik dari 74,1% pada periode sebelumnya. Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp70,11 miliar akan ditambahkan pada laba ditahan.
Pada Selasa (8/4/2026), ARNA mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan penjualan dua digit, meskipun menghadapi tekanan biaya energi terutama kenaikan harga gas.
Selama tahun buku 2025, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,91 triliun, tumbuh 10,71% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat di angka Rp2,63 triliun. Kinerja ini didorong oleh peningkatan volume penjualan serta strategi pemasaran dan penguatan portofolio produk, mulai dari merek Arwana, UNO, ARNA hingga lini baru GLORIA.
Chief Financial Officer ARNA, Rudy Sujanto, menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan kepercayaan pasar domestik yang tetap terjaga, meskipun daya beli belum sepenuhnya pulih. Menurutnya, salah satu kunci ketahanan kinerja perseroan di tengah tekanan industri terletak pada fokus pasar yang konsisten dengan tetap berfokus pada segmen keramik “bodi merah”, yakni pasar menengah ke bawah yang hingga saat ini masih menjadi tulang punggung permintaan domestik.
“Pasar menengah ke bawah masih yang paling kuat di Indonesia. Kami tidak bergeser dari pasar itu, hanya melakukan upgrading produk di dalam segmen yang sama,” ujar Edy dalam paparan publik PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) di Serang, Banten.
Hingga akhir 2025, total aset perseroan mencapai Rp2,88 triliun, meningkat 8,36% secara tahunan, didorong oleh kenaikan signifikan aset tetap sebesar 25,93% seiring realisasi belanja modal.
Sementara ekuitas tercatat Rp1,93 triliun naik 3,04% secara year on year yang ditopang oleh pertumbuhan saldo laba ditahan. Posisi kas yang solid di level Rp377,94 miliar, serta rasio lancar sebesar 193% dan debt-to-equity ratio 49%, mencerminkan struktur keuangan yang konservatif dan likuiditas yang terjaga.
Berikut jadwal pembagian dividen tunai ARNA:
- Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 16 April 2026
- Cum Dividen Pasar Tunai: 20 April 2026
- Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 17 April 2026
- Ex Dividen Pasar Tunai: 21 April 2026
- Recording Date: 20 April 2026
- Pembayaran Dividen: 28 April 2026
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

















