Breaking News

Jakarta Banjir Pagi Ini: 6 RT & 4 Jalan Terendam Air 95cm

×

Jakarta Banjir Pagi Ini: 6 RT & 4 Jalan Terendam Air 95cm

Sebarkan artikel ini

Jakarta Diterjang Banjir Akibat Hujan Deras, Sejumlah Titik Tergenang

Hujan lebat yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak dini hari pada Senin, 12 Januari 2026, telah menyebabkan terjadinya genangan air di berbagai titik. Data terbaru yang dihimpun hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan bahwa sedikitnya 6 Rukun Tetangga (RT) dan 4 ruas jalan masih terendam air, dengan ketinggian yang bervariasi antara 20 hingga 95 sentimeter.

Genangan di Wilayah Jakarta Selatan

Wilayah Jakarta Selatan menjadi salah satu area yang terdampak cukup parah. Genangan dilaporkan terjadi di 6 RT yang tersebar di dua kelurahan.

  • Kelurahan Duren Tiga:
    Satu RT di kelurahan ini terendam air dengan ketinggian mencapai 40 sentimeter. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang tidak mampu ditampung oleh sistem drainase.

  • Kelurahan Pasar Minggu:
    Genangan terparah tercatat di Kelurahan Pasar Minggu, meliputi 3 RT. Ketinggian air di kawasan ini berkisar antara 40 hingga 95 sentimeter. Penyebab utama banjir di Pasar Minggu adalah hujan deras yang disertai dengan meluapnya Kali Krukut, yang tidak mampu menampung volume air yang besar.

Saat ini, seluruh titik genangan di Jakarta Selatan masih dalam penanganan intensif oleh petugas gabungan.

Dampak di Wilayah Jakarta Utara

Baca Juga :  Detik Terakhir Lula Lahfah & Reza Arap: Bukti Ketulusan Terekam CCTV

Tidak hanya di Jakarta Selatan, beberapa wilayah di Jakarta Utara juga dilaporkan mengalami genangan.

  • Kelurahan Tanjung Priok:
    Di kelurahan ini, tercatat genangan di 2 RT dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama terjadinya genangan di permukiman warga.

Ruas Jalan yang Tergenang

Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan penting, yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Empat ruas jalan yang tergenang air meliputi:

  • Jalan Anggrek, Kelurahan Rawa Badak Utara.
  • Jalan Walang Baru VII A, Kelurahan Tugu Utara.
  • Jalan Rorotan 10, tepat di depan Masjid Tanwirul Ikhsan, Kelurahan Rorotan.
  • Jalan Taman Stasiun, Kelurahan Tanjung Priok.

Upaya Penanganan dan Imbauan dari BPBD DKI Jakarta

Menghadapi situasi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengerahkan seluruh personelnya ke titik-titik terdampak untuk melakukan pemantauan kondisi lapangan secara langsung. Koordinasi erat juga terus dilakukan dengan instansi terkait lainnya, seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

Tujuan dari koordinasi ini adalah untuk mempercepat proses penyedotan genangan air, membersihkan saluran air yang tersumbat, serta memastikan sistem drainase berfungsi optimal untuk mencegah genangan yang lebih parah.

Baca Juga :  Niger: Prancis & Benin Dituding Dalangi Serangan Bandara Niamey

Para lurah dan camat di wilayah yang terdampak juga dilibatkan secara aktif dalam penanganan di lapangan. Mereka bertugas untuk membantu warga yang membutuhkan, memantau kondisi di lingkungan masing-masing, serta memastikan ketersediaan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak banjir.

BPBD DKI Jakarta menargetkan agar genangan air dapat segera surut dan aktivitas warga dapat kembali normal secepat mungkin.

Imbauan Penting untuk Masyarakat

Mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi, BPBD DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.

  • Pantau Informasi Cuaca: Selalu perbarui informasi mengenai prakiraan cuaca dari sumber resmi.
  • Siapkan Diri: Siapkan diri untuk kemungkinan evakuasi jika kondisi semakin memburuk, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai atau area rawan banjir.
  • Amankan Barang Berharga: Lindungi barang-barang berharga dan dokumen penting dari jangkauan air.
  • Jaga Kebersihan Lingkungan: Hindari membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air, karena dapat memperparah penyumbatan dan genangan.

Dalam kondisi darurat yang membutuhkan bantuan segera, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat terpadu melalui nomor 112. Layanan ini beroperasi secara gratis selama 24 jam penuh untuk memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.