Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari, Senin (12/1/2026), kembali melumpuhkan sebagian wilayah Jakarta dengan genangan banjir. Sejumlah titik di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan ruas-ruas jalan utama terendam air, menimbulkan dampak serius pada kelancaran lalu lintas, operasional transportasi publik, hingga menaikkan status siaga di pos pemantau ketinggian air sungai.
Jakarta Utara Terendam, Pasukan Oranye Beraksi
Wilayah Jakarta Utara menjadi salah satu area yang terdampak parah. Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, melaporkan adanya genangan air sejak pagi hari akibat curah hujan yang tinggi. Lurah Sunter Jaya, Eka Perselian, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan sekitar 30 personel dari Pasukan Oranye (Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum/PPSU) untuk menangani titik-titik genangan.
Petugas PPSU ditugaskan di berbagai lokasi strategis. Tugas mereka meliputi pembersihan tali air dan saluran drainase dari sampah serta sedimen yang menyumbat, serta membantu mengatur lalu lintas agar kendaraan dapat melintas dengan aman.
Beberapa ruas jalan yang dilaporkan tergenang di Jakarta Utara antara lain:
- Jalan Yos Sudarso, tepat di depan PT Honda.
- Kawasan Gedung Altira.
- Area depan Mall Artha Gading.
- Jalan Danau Sunter Utara.
- Jalan Sunter Kirana.
- Jalan Danau Sunter Selatan.
- Jalan Danau Indah Raya.
Ketinggian genangan di beberapa lokasi ini dilaporkan mencapai 5 hingga 10 sentimeter. Selain Sunter Jaya, banjir juga dilaporkan merendam kawasan Plumpang–Semper di Koja, serta sebagian Jalan Raya Cilincing–Marunda.
Kemacetan Parah Melanda Rute Menuju Taman Mini dan Tol Jagorawi
Hujan deras tidak hanya melumpuhkan Jakarta Utara, tetapi juga menimbulkan kemacetan parah di wilayah lain, khususnya yang menjadi jalur utama mobilitas warga. Akses jalan yang terdampak banjir meliputi:
Jalan Taman Mini 1, Pinang Ranti, Jakarta Timur
Genangan air dengan ketinggian mencapai 15 hingga 20 sentimeter membuat arus lalu lintas di kawasan ini melambat secara drastis. Kondisi diperparah dengan adanya proyek galian di sisi jalan yang semakin menyempitkan lajur kendaraan. Akibatnya, kemacetan panjang terjadi, membentang dari arah Jalan H. Bokir bin Dji’un. Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa mengambil langkah nekat, seperti melawan arus atau naik ke trotoar, demi menghindari genangan.Tol Jagorawi Arah Halim
Kemacetan parah juga dilaporkan terjadi di kilometer 1 Tol Jagorawi sejak pagi hari, sekitar pukul 08.00 WIB. Kelima lajur tol dipenuhi oleh kendaraan yang bergerak dengan kecepatan sangat rendah, diperkirakan hanya sekitar 5 km/jam. Selain genangan air, faktor jarak pandang yang terbatas akibat hujan deras menuntut para pengemudi untuk lebih berhati-hati.
Layanan TransJakarta dan Mikrotrans Terganggu
Dampak banjir juga terasa langsung pada operasional transportasi umum. Empat koridor utama TransJakarta, yaitu koridor 5, 7, 9, dan 10, mengalami keterlambatan kedatangan bus. Beberapa rute bahkan terpaksa dipangkas untuk menghindari area yang tergenang.
Rute TransJakarta yang terdampak antara lain:
- 5C
- 7C
- 7D
- 7P
- 7W
- 9A
- 9C
- B41
- D11
Selain itu, layanan Mikrotrans juga mengalami gangguan signifikan:
- Mikrotrans JAK 24 (rute Senen–Pulo Gadung via Kelapa Gading) terpaksa tidak beroperasi untuk sementara waktu.
- Rute JAK 79 (Cengkareng–Tubagus Angke) mengalami pengalihan jalur akibat adanya genangan air di Jalan Peternakan Raya.
Di kawasan Pademangan, genangan air yang cukup tinggi memaksa Koridor 5 TransJakarta (Kampung Melayu–Ancol) untuk memangkas rutenya, hanya melayani hingga Jembatan Merah. Tjahyadi, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Humas TransJakarta, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan mengimbau masyarakat untuk memantau informasi terkini melalui aplikasi TransJakarta atau kanal media sosial resmi.
BPBD DKI Tingkatkan Status Siaga di Sejumlah Pos Pantau
Menyikapi kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menaikkan status siaga banjir di beberapa pos pantau sungai. Peningkatan status ini bertujuan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang berpotensi terdampak.
Berikut adalah rincian status di beberapa pos pantau:
Pos Pantau Pesanggrahan
- Tinggi Muka Air (TMA): 180 cm
- Status: Siaga 3
- Wilayah yang perlu waspada meliputi: Lebak Bulus, Pondok Pinang, Bintaro, Pesanggrahan, Cipulir, Ulujami, Kebon Jeruk, Kedoya, Rawa Buaya, Kembangan, hingga Kapuk Muara.
Pos Pantau Sunter Hulu
- TMA: 180 cm
- Status: Siaga 3
- Wilayah yang berpotensi terdampak banjir meliputi: Bambu Apus, Cilangkap, Pondok Kelapa, Cipinang, Duren Sawit, Kayu Putih, Pulo Gadung, Sumur Batu, Kelapa Gading, Kebon Bawang, Rawa Badak, hingga Sungai Bambu.
Pintu Air Pasar Ikan
- TMA: 210 cm
- Status: Siaga 2
- Wilayah yang rawan tergenang meliputi: Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, dan Kalibaru.
BPBD DKI Jakarta mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
Cara Memantau Lokasi Banjir Melalui Perangkat Seluler
Untuk membantu masyarakat dalam memantau kondisi banjir secara real-time dan menghindari area genangan, beberapa platform digital dapat dimanfaatkan:
Google Maps
Platform ini menampilkan ikon gelombang air berwarna merah pada area yang tergenang banjir. Contoh label yang muncul bisa berupa “East Jakarta floods”.Website Pantau Banjir DKI (pantaubanjir.jakarta.go.id)
Situs web ini menyediakan berbagai fitur informatif, antara lain:- Peta interaktif yang menampilkan titik-titik genangan.
- Informasi terkini mengenai status pintu air.
- Data mengenai curah hujan dan ketinggian muka air.
- Detail operasional pompa air.
- Daftar terbaru area yang terdampak banjir.
Aplikasi JAKI (Jakarta Kini)
Aplikasi ini menawarkan peta banjir yang komprehensif, lengkap dengan informasi mengenai posko penanganan banjir dan data ketinggian air di pintu air. Fitur tambahan meliputi:- Kemampuan pelaporan banjir oleh warga.
- Opsi penyaringan data berdasarkan waktu dan tanggal.
BPBD DKI Jakarta menekankan pentingnya masyarakat untuk secara rutin memantau kanal informasi resmi sebelum dan selama melakukan aktivitas, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Situasi Masih Berkembang, Kewaspadaan Tetap Diperlukan
Hingga siang hari, tim gabungan dari petugas PPSU, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perhubungan, dan TransJakarta masih berada di lapangan untuk melakukan penanganan darurat dan penyesuaian layanan transportasi. Potensi terjadinya banjir susulan masih terbuka lebar, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan adanya potensi curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Oleh karena itu, seluruh warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, menghindari area yang tergenang banjir, serta senantiasa memantau informasi terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah dan layanan resmi terkait situasi banjir di Jakarta.

















