Berita UtamaKepriNatunaNews

Jaksa Masuk Sekolah, Cara Kejari Natuna Bentuk Generasi Taat Hukum di Midai

×

Jaksa Masuk Sekolah, Cara Kejari Natuna Bentuk Generasi Taat Hukum di Midai

Sebarkan artikel ini
Kasi Intel Kejari Natuna Tulis Yunus Abdi SH MH saat memberikan Pemataran kepada Siswa dan Siswi SMAN 1 Midai tentang kegiatan Program Jaksa Masuk Sekolah Sabtu (20/9/25) Foto,: Alreinamedia.com

Alreinamedia.com-Natuna, Sabtu pagi (20/9/2025), suasana di SMA Negeri 1 Midai terasa berbeda dari biasanya. Ruang pertemuan sekolah itu dipenuhi para siswa yang tampak serius menyimak materi dari tamu istimewa, Kejaksaan Negeri Natuna dan Basarnas Natuna.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang digagas Kejaksaan Republik Indonesia. Program ini hadir untuk menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada pelajar, sekaligus mendekatkan lembaga kejaksaan dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam paparannya, Kasi Intel Kejari Natuna, Tulus Yunus Abdi, SH., MH., menegaskan bahwa pelajar harus memahami hukum sebagai pedoman hidup. Ia mengingatkan bahwa banyak pelanggaran bermula dari hal sederhana, seperti penyalahgunaan media sosial

“Generasi muda harus tumbuh dengan kesadaran hukum yang kuat. Dengan pemahaman yang baik, mereka bisa menjadi pribadi berintegritas sekaligus teladan bagi lingkungannya,” ujarnya.

Menurutnya, Jaksa Masuk Sekolah bukan sekadar sosialisasi, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang paham aturan, menghargai hak orang lain dan mampu menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Baca Juga :  Maskapai akan Turunkan Harga Tiket Pesawat hingga 60 Persen

Selain edukasi hukum, para siswa juga mendapat wawasan dari Basarnas Natuna. Meski sebatas teori, materi tentang keselamatan di laut dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat tetap menjadi perhatian besar.

Febri Basarnas Natuna saat memberikan edukasi kepada siswa dan siswi SMAN 1 Midai Sabtu (20/9/25) Foto: Alreinamedia.com

Para siswa diperkenalkan pada langkah-langkah dasar mengurangi risiko kecelakaan di laut, pentingnya menggunakan alat keselamatan, hingga bagaimana bersikap ketika terjadi keadaan darurat. Pengetahuan ini terasa sangat relevan mengingat Midai merupakan wilayah kepulauan yang erat dengan aktivitas bahari.

Selanjutnya Kepala SMAN 1 Midai, Musmulyadi, S.Pd.I., menyambut baik kegiatan ini. Baginya, kehadiran Kejari dan Basarnas menjadi pengalaman langka sekaligus berharga bagi para pelajar.

“Hari ini anak-anak kami mendapat dua bekal penting, bagaimana memahami hukum dan bagaimana menjaga keselamatan diri. Ini bukan hanya tambahan pengetahuan, tetapi pelajaran hidup yang akan mereka bawa sepanjang masa,” ujarnya.

Baca Juga :  Indonesia Berikan Dukungan 200 Ribu Dolar AS untuk Penanganan COVID-19 di Myanmar

Dari kegiatan ini, terdapat dua pesan utama yang ditujukan bagi para pelajar:

  1. Pahami dan patuhi hukum sejak dini. Kedisiplinan, menghargai orang lain dan bijak dalam bermedia sosial adalah bentuk nyata kepatuhan hukum.

  2. Utamakan keselamatan dalam aktivitas sehari-hari, Kesiapsiagaan, terutama di wilayah perairan, adalah bekal penting yang dapat menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain.

Program Jaksa Masuk Sekolah di SMAN 1 Midai, membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tugas guru dan sekolah. Sinergi antara Kejaksaan dan Basarnas memberi ruang belajar baru bagi para siswa, menjadikan mereka lebih sadar hukum sekaligus lebih peduli pada keselamatan.

Hari itu, SMA di pulau kecil Midai tidak sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membekali siswanya dengan pelajaran hidup yang akan mereka bawa sepanjang masa. (Arizki)