Berita PilihanKepriTanjungpinang

107 Sekolah Kepri Dapat Suntikan Dana Rp97 Miliar

×

107 Sekolah Kepri Dapat Suntikan Dana Rp97 Miliar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepri (Ansar ahmad)

Alreinamedia.com-Tanjungpinang,Sebanyak 107 satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendapat alokasi dana revitalisasi sebesar Rp97 miliar pada 2026. Program tersebut menjadi bagian dari kebijakan nasional untuk meningkatkan mutu dan pemerataan akses pendidikan, terutama bagi sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

‎Dana revitalisasi tersebut akan menyasar satuan pendidikan mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain sekolah yang mengalami kerusakan berat, perhatian juga diberikan kepada sekolah-sekolah di kawasan kepulauan dan wilayah 3T yang selama ini menghadapi tantangan geografis dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.

‎Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan program revitalisasi menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan di daerah kepulauan.

‎Menurutnya, kondisi geografis Kepri yang terdiri atas banyak pulau menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan sarana pendidikan. Jarak dan keterbatasan akses menuju sejumlah wilayah membuat proses pengadaan maupun pembangunan fasilitas sekolah membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga :  Gandeng LPDS, Regalianews.com akan Laksanakan UKW 24 September Mendatang

‎Melalui program revitalisasi, kebutuhan pembangunan dan perbaikan sekolah diharapkan dapat dilakukan hingga ke wilayah terpencil sehingga satuan pendidikan di daerah kepulauan tidak lagi menghadapi kesenjangan fasilitas dengan sekolah di wilayah perkotaan.

‎“Program ini merupakan investasi masa depan. Gedung baru ini akan mendukung siswa untuk memajukan daerahnya,” kata Andi Agung.

‎Ia menjelaskan, program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diarahkan untuk meningkatkan mutu dan akses layanan pendidikan melalui pembangunan serta perbaikan sarana dan prasarana.

‎Revitalisasi tidak hanya berfokus pada bangunan utama sekolah, tetapi juga mencakup pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, ruang praktik, laboratorium, toilet, serta berbagai fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.

‎Dengan dukungan fasilitas yang memadai, sekolah di Kepri diharapkan mampu menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, serta memenuhi Standar Nasional Pendidikan.

‎Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.

‎Menurut Ansar, pembangunan sarana pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, revitalisasi sekolah diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menjadi fondasi dalam mempersiapkan generasi muda Kepri menghadapi perkembangan zaman.

Baca Juga :  Temuan BPK: Sorotan Anggaran Sertifikasi Rp 626 Juta di Disperindag Natuna

‎“Kita harus siapkan SDM yang mampu bersaing. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di kampung sendiri,” tegas Ansar.

‎Ansar mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen menghadirkan fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Sekolah di wilayah 3T serta satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat menjadi prioritas dalam pelaksanaan revitalisasi.

‎Ia berharap program tersebut dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kepri, termasuk daerah-daerah kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

‎Dengan alokasi Rp97 miliar untuk 107 satuan pendidikan, Pemerintah Provinsi Kepri optimistis kesenjangan sarana pendidikan antarwilayah dapat terus ditekan. Program revitalisasi ini diharapkan memberikan kesempatan yang lebih setara bagi anak-anak di seluruh Kepri untuk mendapatkan pendidikan dengan fasilitas yang layak, tanpa terkendala kondisi geografis. (Arizki)