Berita UtamaKepriNatuna

Benarkah KSB Buluh Serumpun, Mampu Sediakan 38.500 Bibit Kelapa di Natuna ?

×

Benarkah KSB Buluh Serumpun, Mampu Sediakan 38.500 Bibit Kelapa di Natuna ?

Sebarkan artikel ini
Gambar merupakan ilustrasi (Foto: Istw)

Alreinamedia.com-Natuna, Pengadaan 38.500 bibit kelapa untuk masyarakat Natuna senilai Rp1,135 miliar menyisakan pertanyaan serius, mampukah KSB Buluh Serumpun memenuhi jumlah tersebut dengan bibit bersertifikat sesuai standar pemerintah?

‎Sebelumnya hasil konfirmasi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepri, Rica Azmi, jumat (21/8/26) menjelaskan bahwa bibit program pemerintah harus berasal dari sumber benih yang memenuhi standar. Ia menyebut KSB kelapa yang diakui di Natuna saat ini hanya satu lokasi.

‎Menurut Rica, harga bibit yang lebih tinggi dibandingkan buah kelapa biasa disebabkan bibit berasal dari pohon induk terpilih di KSB. Ia juga menegaskan keberadaan KSB bukan monopoli karena masyarakat atau kelompok tani lain tetap dapat mengusulkan kebunnya untuk ditetapkan sebagai KSB, meski proses penilaiannya dapat memakan waktu hingga sekitar dua tahun.

Baca Juga :  27 Des 2025: 5 Zodiak Beruntung Panen Rezeki Nomplok

‎Di sisi lain, Ketua Kelompok Tani Buluh Serumpun, Raju saat dikonfirmasi sabtu  (22/8/26)menyebut harga bibit kelapa dalam bersertifikat yang dijual kepada pihak ketiga sebesar Rp10.000 per batang.

‎Jika dikalikan 38.500 batang, nilainya sekitar Rp385 juta. Sementara nilai proyek mencapai Rp1,135 miliar. Selisih tersebut tentu belum dapat disebut sebagai keuntungan karena bisa mencakup berbagai komponen pekerjaan dan biaya lainnya. Namun, rincian kontrak dan komponen anggaran menjadi penting untuk dibuka dan diverifikasi.

‎Keraguan lain datang dari seorang petani yang meminta identitasnya dirahasiakan saat dikonfirmasi Senin (24/8/26) Ia mempertanyakan kemampuan Kelompok Tani Buluh Serumpun memproduksi 38.500 bibit dalam setahun.

‎“Kalau bisa menghasilkan 38.500 bibit dalam setahun, itu luar biasa sekali,” ujarnya. Ia juga mengaku mendengar adanya bibit yang dibeli dari petani lain sekitar Rp3.000 per butir.

Baca Juga :  Meski Berumur 23 Tahun, Gedung Pemerintahan Natuna Masih Ngontrak, Upah Non ASN Masih di Bawah UMK

‎Informasi tersebut belum membuktikan adanya pelanggaran. Namun, jika benar bibit diperoleh dari sumber lain, publik berhak mengetahui asal bibit, proses sertifikasi, jumlah pohon induk, kapasitas produksi KSB, hingga mekanisme pengawasan dan penyalurannya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, Raju belum memberikan penjelasan rinci mengenai kemampuan kelompoknya menyediakan 38.500 bibit bersertifikat. CV Air Bunga juga belum berhasil dikonfirmasi.

‎Karena itu, persoalan utama proyek ini bukan sekadar soal harga bibit, melainkan kapasitas, asal-usul, sertifikasi, dan bukti ketersediaan 38.500 bibit.

‎Publik Natuna patut mendapat jawaban berdasarkan dokumen dan data, benarkah 38.500 bibit tersebut mampu disediakan KSB Buluh Serumpun sesuai standar, atau jumlah tersebut masih membutuhkan pembuktian?(Arizki)