Penjambretan di Kota Lama Surabaya: Respons Cepat Pemerintah dan Penguatan Keamanan
Sebuah insiden penjambretan yang terekam kamera CCTV dan viral di media sosial di kawasan Kota Lama Surabaya, Jawa Timur, telah memicu respons cepat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang akrab disapa Cak Eri, secara langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menindaklanjuti kasus ini, mulai dari pengejaran pelaku hingga penguatan sistem keamanan di salah satu destinasi wisata unggulan kota tersebut.
Peristiwa tidak menyenangkan ini terjadi di Jalan Mliwis, kawasan Kota Lama, pada hari Rabu, 4 Desember 2025. Aksi dua orang pelaku yang berhasil terekam oleh kamera pengawas, kemudian menyebar luas dan menjadi viral, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya para pengunjung dan pelaku pariwisata.
Menanggapi situasi tersebut, Cak Eri menegaskan bahwa laporan mengenai penjambretan telah disampaikan kepada pihak kepolisian dan kini berada dalam proses penanganan. “Penjambretan yang ada di Kota Lama sudah dilaporkan kepada kepolisian. Hari ini juga sudah dilakukan pengejaran, nanti saya update hasilnya,” ujar Cak Eri Cahyadi pada Sabtu, 13 Desember 2025, menunjukkan komitmennya untuk menyelesaikan kasus ini secepat mungkin.
Penguatan Keamanan Menjadi Prioritas Utama
Selain fokus pada pengejaran pelaku, Pemkot Surabaya juga berkomitmen untuk meningkatkan aspek keamanan di kawasan Kota Lama. Destinasi ini tidak hanya penting dari sisi sejarah dan budaya, tetapi juga telah berkembang pesat menjadi salah satu ikon pariwisata yang menarik banyak pengunjung.
“Yang pasti kami akan memperkuat penjagaan yang ada di Kota Lama. Semakin banyak pengunjung, maka kami akan memperbanyak personel Satpol PP dan Dishub agar pengunjung merasa nyaman, aman dan tenang,” jelas Cak Eri. Ia menekankan bahwa keamanan adalah elemen krusial untuk menjaga citra positif Kota Lama sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman.
Cak Eri menambahkan bahwa kawasan Kota Lama, bersama dengan Jalan Tunjungan, kini menjadi representasi wajah utama Kota Surabaya. Oleh karena itu, memastikan faktor keamanan menjadi prioritas utama dalam setiap upaya pengembangan dan pengelolaan kawasan tersebut.
Strategi Pengamanan Berlapis: Melibatkan Semua Pihak
Untuk mewujudkan rasa aman bagi seluruh pengunjung, Pemkot Surabaya tidak hanya mengandalkan aparat keamanan formal. Strategi pengamanan yang akan diterapkan bersifat berlapis dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk warga sekitar.
“Saya minta warga Surabaya, ayo dijogo bareng Kota Surabaya. Kami akan melibatkan warga sekitar untuk menjaga pengamanan di Kota Lama,” ajak Cak Eri, menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan sistem pengamanan yang lebih komprehensif dan efektif. Pengamanan akan melibatkan:
- Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja): Personel Satpol PP akan ditingkatkan kehadirannya di kawasan Kota Lama untuk memberikan rasa aman dan menegakkan ketertiban.
- Dishub (Dinas Perhubungan): Petugas Dishub akan turut serta dalam pengaturan lalu lintas dan pengawasan keamanan, terutama di area yang seringkali padat pengunjung.
- Warga Sekitar: Warga yang berdomisili di sekitar Kota Lama akan dilibatkan sebagai “pengamanan lingkungan tanpa seragam”. Peran mereka sangat penting dalam memberikan informasi dan melakukan pengawasan secara informal, menciptakan jaringan keamanan yang kuat dari tingkat akar rumput.
Pendekatan kolaboratif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman dari tindak kriminalitas, tetapi juga nyaman bagi seluruh elemen masyarakat yang berkunjung.
Patroli Malam Diperketat Hingga Larut
Menyadari bahwa kawasan Kota Lama menjadi daya tarik wisata yang ramai bahkan hingga larut malam, Pemkot Surabaya juga akan meningkatkan intensitas patroli. Pengunjung seringkali masih menikmati suasana Kota Lama hingga pukul 24.00 WIB, sehingga keberadaan petugas keamanan di malam hari menjadi sangat penting.
“Pengunjung Kota Lama tidak hanya sampai sore, tapi bisa sampai pukul 24.00 WIB. Karena itu patroli akan terus dilakukan,” tegas Cak Eri. Peningkatan patroli ini diharapkan dapat mencegah terjadinya aksi kejahatan di jam-jam rawan dan memastikan pengunjung dapat pulang dengan selamat.
Dengan langkah-langkah proaktif ini, Pemkot Surabaya menunjukkan keseriusannya dalam menangani isu keamanan di Kota Lama dan komitmennya untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi seluruh warga Surabaya maupun wisatawan dari luar kota.

















