Human Interest

Jejak Farhan: Smartwatch Ungkap Langkah Terakhir Sang Co-Pilot

×

Jejak Farhan: Smartwatch Ungkap Langkah Terakhir Sang Co-Pilot

Sebarkan artikel ini

Sebuah tragedi udara mengguncang kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan mengalami kecelakaan fatal, membawa duka mendalam bagi keluarga dan kerabat para penumpang serta kru. Pesawat nahas ini diketahui mengangkut total 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang. Hingga Senin sore, 19 Januari 2026, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia, salah satunya ditemukan di jurang yang sangat dalam, mencapai 500 meter.

Kisah Haru di Balik Pencarian: Jejak Digital Sang Co-Pilot

Di tengah upaya pencarian yang intens, sebuah kisah menyentuh terungkap, berkaitan dengan jejak salah satu kru pesawat, sang co-pilot bernama Farhan Gunawan. Keberadaan Farhan, yang hingga kini masih menjadi misteri, mulai terdeteksi berkat teknologi canggih yang tersemat pada perangkat pribadinya. Penemuan ini datang dari pihak keluarga pacar Farhan, yang menunjukkan betapa eratnya hubungan mereka dan bagaimana teknologi dapat berperan dalam situasi darurat.

Kakak dari Dian, pacar Farhan, menceritakan bagaimana adiknya, Dian, yang telah menjalin hubungan dengan Farhan selama lima tahun, sangat terpukul dan tidak mampu memberikan keterangan kepada media karena masih dalam kondisi syok. Namun, Dianlah yang secara aktif mencoba melacak keberadaan Farhan.

Baca Juga :  Baru kehilangan sang ayah, Marshanda justru bersyukur pernah ditinggal ayah selama 8 tahun, alasannya bikin mewek!

“Adik saya tidak mampu diwawancara ke media karena lagi syok dan berjuang cari Farhan,” ujar sang kakak. Menurutnya, Dian berhasil menemukan petunjuk penting mengenai keberadaan Farhan.

Smartwatch Ungkap Pergerakan Terakhir Sang Co-Pilot

Keajaiban teknologi terungkap ketika ponsel Farhan ditemukan di hutan pada tanggal 18 Januari, sehari setelah kecelakaan. Ponsel tersebut ternyata masih terhubung dengan smartwatch yang dikenakan oleh Farhan. Ketika smartwatch itu diperiksa, ditemukan data pergerakan langkah kaki yang tercatat secara berkala.

“HP dia itu terhubung ke smartwatch, terus dicek smartwatch-nya itu ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan,” jelas sang kakak. Data pergerakan ini bukan hanya sekali, melainkan tercatat beberapa kali di sepanjang hari, dari pagi hingga malam.

“Dari pagi jam 6 ada berapa langkah, terus ditambah lagi jam 10 sampai malam juga ada, saya lupa jamnya,” tambahnya. Yang lebih mencengangkan, pergerakan langkah kaki Farhan terdeteksi selama tiga hari terakhir, menunjukkan bahwa ia mungkin masih bertahan hidup atau bergerak dalam kurun waktu tersebut.

“Pergerakan langkah kakinya makin bertambah dan ini hari ketiga di hutan,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Seruan untuk Pengerahan Bantuan Lebih Lanjut

Melihat jejak pergerakan yang masih aktif, pihak keluarga merasa ada harapan untuk menemukan Farhan dalam keadaan selamat. Oleh karena itu, mereka melayangkan permohonan bantuan kepada pihak berwenang.

Baca Juga :  ART Akui Dengar Jeritan Maut Selebgram Lula Lahfah

“Tolong Bapak Prabowo atau menteri yang bisa ngasih bantuan tolong turunkan Tim SAR lebih banyak, sekaligus helikopter,” pinta sang kakak, berharap agar upaya pencarian dapat ditingkatkan dengan sumber daya yang lebih memadai.

Profil Singkat Sang Co-Pilot

Farhan Gunawan, co-pilot pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT yang hilang kontak sebelum akhirnya ditemukan jatuh di wilayah hutan Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Sulawesi Selatan, ternyata adalah seorang alumni yang berprestasi. Ia menamatkan pendidikan dari Sekolah Islam Athirah Makassar.

Selama masa sekolahnya, Farhan dikenal sebagai pribadi yang aktif dan memiliki jiwa kepemimpinan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua OSIS SMP Islam Athirah pada periode 2014-2015, dan melanjutkan kiprahnya sebagai Ketua OSIS SMA Islam Athirah pada periode 2016-2017.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMP pada tahun 2016, Farhan melanjutkan ke jenjang SMA di almamater yang sama. Lulus dari SMA, ia kemudian menempuh pendidikan di Akademi Penerbangan Indonesia dan tercatat sebagai seorang Taruna.

Proses pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak ini masih terus berlangsung di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan jejak Farhan melalui smartwatch menjadi secercah harapan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini.