Berita

Kader PSI Kritik Tingkah Roy Suryo dan Tifa, Makam Keluarga Jokowi Dikunjungi: Sudah Gila

×

Kader PSI Kritik Tingkah Roy Suryo dan Tifa, Makam Keluarga Jokowi Dikunjungi: Sudah Gila

Sebarkan artikel ini

Aksi Roy Suryo dan Dokter Tifa di Makam Keluarga Jokowi Dikritik

Aksi yang dilakukan oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, bersama dokter Tifa, yang mendatangi makam keluarga Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Solo, mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Kader PSI, Dian Sandi Utama, yang menilai tindakan tersebut tidak etis dan melanggar nilai-nilai kesopanan.

Dian Sandi Utama, yang juga Ketua Direktorat Diseminasi Informasi dan Sosial Media DPP PSI, mengkritik sikap Roy Suryo dan timnya yang dinilai terlalu berlebihan. Menurutnya, aksi mendatangi makam tanpa izin dari pihak yang bersangkutan dianggap tidak pantas dan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi keluarga besar Jokowi.

Dalam media sosial pribadinya @DianSandiU, Dian Sandi menyebut bahwa tindakan yang dilakukan Roy Suryo Cs sudah melebihi batas. Ia mengatakan bahwa sebelumnya ia masih menganggap mereka kurang waras, namun setelah melakukan aksi tersebut, ia merasa mereka benar-benar gila.

“Kalau kalian setuju dengan apa yang dilakukan mereka, itu karena korbannya bukan kalian,” ujarnya.

Penelitian dan Analisis yang Dilakukan

Sebelumnya, Roy Suryo dan timnya mendatangi makam keluarga Jokowi pada Selasa (7/10/2025). Momen ini juga dibagikan melalui Channel Youtube Refly Harun. Dokter Tifa dan Roy Suryo Cs mengaku mendatangi makam keluarga Jokowi karena ingin mencari fakta soal asal-usul keluarga Jokowi.

Baca Juga :  Menkes Pastikan Ketersediaan Oksigen untuk Kebutuhan Medis

Tifa menyebut ada kejanggalan dan ketidaklaziman dari makam keluarga Jokowi. Ia menyoroti bentuk dan lokasi makam yang dianggap tidak lazim, bahkan untuk orang Jawa sekalipun. Ia juga menyebut lokasi pemakaman Hari Mulyono, yang jauh dari Solo, menjadi pertanyaan.

“Makam ini kalau kita lihat riwayat dari keluarga pak Hari Mulyono, saya sini juga punya keturunan di sana yah. Ibunda saya itu mereka orang Lawean, itu punya makam sendiri di tengah kota Solo,” ujar Tifa.

Ia juga menyampaikan kecurigaannya bahwa Sudjiatmi Notomihardjo bukanlah ibu kandung dari Joko Widodo. Warga Solo mengatakan bahwa ibu Sudjiatmi ini adalah ibu tiri atau ibu angkat dari Joko Widodo.

Kecurigaan Terkait Usia Orang Tua Jokowi

Tifa juga menyoroti tanggal lahir bapak Widjiatno Notomihardjo dan Jokowi. Menurutnya, jarak usia keduanya hanya 19 tahun, yang dianggap tidak lazim jika bapak Widjiatno Notomihardjo benar-benar ayah kandung dari Jokowi.

“Ibu Sudjiatmi juga lahir 15 Februari 1943, jadi muda sekali kalau seandainya ini benar ibu kandung dari seseorang yang lahir 21 Juni 1961. Kan muda sekali ketika melahirkan Joko Widodo,” ujarnya.

Hasil pengamatan dan analisis Tifa menunjukkan adanya hal yang janggal dari makam kedua orang tua Jokowi. Ia menyebut bahwa Jokowi mungkin memiliki ibu kandung lain.

Baca Juga :  Jaga Senyum Sehat di Kendari: Tips Mulut Prima dari HUT PDGI ke-76

Roy Suryo Pamer Salinan Ijazah Jokowi

Roy Suryo juga mencuri perhatian setelah mengaku mempunyai salinan ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Ia mengklaim bahwa ijazah tersebut 99,99 persen palsu.

Menurut Roy Suryo, posisi logo dan teks pada ijazah Jokowi tidak lazim jika dibandingkan dengan ijazah lain. Ia juga menyebut bahwa salinan ijazah ini digunakan untuk persyaratan calon presiden.

“Kami akan cek benarkah dekan yang melegalisasi adalah orang yang ada pada saat itu. Yang 2019 sudah benar. Pak dr. Budiadi,” ungkapnya.

Keyakinan Roy Suryo tentang Ijazah Palsu

Dalam tayangan di Kompas TV, Roy Suryo mengaku tidak memiliki niat apapun terkait isu ijazah palsu Jokowi. Ia menegaskan bahwa ia hanya ingin meneliti dan membuktikan kebenaran ijazah tersebut.

“Kalaupun misalnya terbukti ijazah ini misalnya memang benar-benar palsu, dan insyaallah memang palsu, karena buktinya sudah mengarah ke sana, skripsinya juga palsu, tidak ada niat kami sedikitpun untuk memenjarakan atau mempidanakan orang yang punya ijazah, itu urusan hukum. Artinya kami tidak berpikir politik sama sekali,” tegas Roy Suryo.