Kaki yang tampak kurus seperti tinggal tulang dibalut kulit sering muncul dalam video viral di media sosial. Pemandangan ini membuat banyak orang iba, namun tidak semua tahu bahwa kondisi tersebut bisa menjadi gejala dari penyakit polio. Polio adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan menyerang sistem saraf, sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.
Polio bukanlah penyakit baru, tetapi masih menjadi ancaman serius jika tidak diperhatikan. Virus ini menyerang saraf motorik yang mengontrol gerakan otot. Akibatnya, otot melemah hingga menyusut (atrofi), membuat kaki terlihat kering dan kurus. Meski vaksinasi telah dilakukan secara global, polio belum benar-benar hilang. Satu anak yang terinfeksi saja dapat menjadi sumber penyebaran virus ke anak-anak lain melalui makanan, air, atau kontak langsung dengan penderita.
Poliovirus termasuk dalam keluarga enterovirus dengan tiga jenis serotipe berbeda. Virus ini masuk melalui mulut, berkembang di tenggorokan dan saluran pencernaan, lalu bisa menyebar ke aliran darah hingga sistem saraf pusat. Di sinilah bahayanya—ketika saraf pengendali otot rusak secara permanen, tubuh bisa lumpuh sebagian atau bahkan total.
Lingkungan dengan sanitasi buruk dan cakupan vaksinasi rendah menjadi tempat favorit bagi virus ini untuk berkembang. Karena itu, meskipun kasus polio telah menurun drastis, kewaspadaan tetap penting untuk dijaga.
Gejala dan Jenis Polio
Sebagian besar orang yang terinfeksi poliovirus tidak menunjukkan gejala apa pun, sehingga disebut sebagai polio subklinis. Meski tampak sehat, mereka tetap bisa menularkan virus tanpa sadar. Inilah salah satu alasan mengapa polio sulit dikendalikan sepenuhnya.
Polio Non-Paralitik (Polio Abortif)
Gejalanya mirip flu, berlangsung 1–10 hari. Penderita biasanya mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri tenggorokan, muntah, kelelahan ekstrem, dan meningitis ringan. Untungnya, infeksi berhenti di tahap ini tanpa menyebabkan kelumpuhan, dan pasien bisa pulih sepenuhnya.
Polio Paralitik
Hanya sekitar 1 persen kasus yang berkembang menjadi polio paralitik, jenis yang paling berbahaya. Infeksi ini menyerang sumsum tulang belakang (polio spinal), batang otak (polio bulbar), atau keduanya (polio bulbospinal).
Gejalanya dimulai dengan demam dan nyeri otot, kemudian berkembang menjadi kehilangan refleks tubuh, kejang hebat, otot lemas di satu sisi tubuh, hingga kelumpuhan permanen. Dalam 5–10 persen kasus, virus bisa menyerang otot pernapasan dan menyebabkan kematian.
Sindrom Pasca-Polio
Bahaya polio tidak berakhir setelah penderita sembuh. Sindrom pasca-polio bisa muncul 15–40 tahun kemudian, ditandai oleh kelemahan otot, nyeri sendi, kelelahan berat, gangguan pernapasan, hingga kesulitan menelan. Kondisi ini juga memengaruhi daya konsentrasi dan memori penderita.
Tidak Ada Obat, Tapi Bisa Dicegah
Menurut World Health Organization (WHO), belum ada obat yang bisa menyembuhkan polio sepenuhnya. Namun penyakit ini dapat dicegah melalui vaksinasi, baik vaksin polio oral (OPV) maupun vaksin polio inaktif (IPV). Keduanya efektif dan aman untuk anak.
Perawatan medis tetap penting untuk meringankan gejala. Beberapa langkah pengobatan seperti pemberian ibuprofen untuk nyeri otot, obat antikejang untuk spasme, antibiotik untuk mencegah infeksi tambahan, hingga ventilator bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan. Selain itu, terapi fisik membantu mempertahankan kekuatan otot dan memperlambat atrofi, sementara rehabilitasi paru menjaga fungsi pernapasan agar tetap stabil. Meski tidak mengembalikan saraf yang rusak, terapi ini meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan.
Cleveland Clinic juga menyarankan pasien menjaga hidrasi, menggunakan kompres hangat, dan cukup istirahat selama pemulihan. Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam proses rehabilitasi jangka panjang.
Vaksinasi tetap menjadi tameng terbaik melawan polio. Selama masih ada satu anak yang terinfeksi di dunia, semua anak berisiko tertular. Karena itu, pastikan imunisasi dilakukan sesuai jadwal. Polio memang bisa dihindari, asal kita tidak lengah.

















