BeritaNews

Kenangan Pindah Rumah Yandy Laurens

×

Kenangan Pindah Rumah Yandy Laurens

Sebarkan artikel ini

Yandy Laurens Bagikan Pengalaman Haru Saat Pindah Rumah

Sutradara ternama Yandy Laurens kembali membagikan momen pribadi yang menyentuh hati. Dalam unggahan di Instagram miliknya, ia menceritakan perasaan yang dirasakan saat ia dan keluarga harus pindah dari rumah kontrakan karena masa sewanya sudah habis.

Proses pindahan ini tidak mudah bagi Yandy. Menurutnya, ada banyak kenangan yang tertinggal di rumah lama, mulai dari coretan anak-anak hingga suasana ruang tengah yang dulu menjadi pusat aktivitas keluarga. Berikut beberapa momen haru yang ia bagikan:

Coretan Anak-Anak di Teras Masih Tersisa



Bagi Yandy Laurens, bagian teras rumah ternyata menyimpan kenangan yang tidak tergantikan. Teras itu menjadi tempat anak-anak bermain, belajar, dan menulis angka-angka di lantai dengan kapur warna-warni. Meski tampak sederhana, coretan itu seolah menjadi saksi masa kecil mereka yang hangat dan polos.

“Sampai sekarang udah pindahan, coretan anak di teras ini masih ada, dan tentu saja akan hilang dibersihkan penghuni berikutnya,” tulis Yandy.

Ia menulis kalimat itu dengan nada penuh nostalgia. Ia tahu bahwa seiring rumah itu dibersihkan oleh penghuni baru, jejak masa kecil anak-anaknya juga akan ikut hilang. Namun bagi Yandy dan keluarga, memori di teras itu akan tetap hidup dalam ingatan.

Baca Juga :  Nasib Mustafa Yasin, Anggota DPRD Gorontalo, Usai Jadi Tersangka Penipuan Dana Haji

Gambar Anak-Anak di Dinding Bikin Hati “Robek-Robek”



Selain teras, salah satu sudut rumah yang paling berkesan bagi Yandy Laurens adalah dinding ruang bermain anak-anak. Di sana, banyak sekali gambar dan karya seni sederhana yang ditempel dengan selotip hitam, mulai dari lukisan matahari terbenam hingga gambar kupu-kupu berwarna.

“Sempat diskusi sama Joeanne apakah gambar-gambar ini perlu kita bawa. Tapi dipikir-pikir nggak apa-apa, nanti di rumah baru kita buat memori baru lagi aja. Tapi tiap lihat ulang foto ini hati robek-robek,” tulis Yandy.

Kalimat itu menggambarkan dilema sederhana para orangtua, yakni sulit melepaskan hal-hal kecil yang punya makna besar. Gambar-gambar anak di dinding mungkin terlihat biasa, tetapi bagi Yandy dan Joeanne, setiap coretan punya cerita. Meski mereka memilih untuk meninggalkannya, keputusan itu tetap membuat hati terasa berat.

Proses Pindahan yang Penuh Emosi



Dalam unggahan lainnya, Yandy Laurens memperlihatkan suasana rumah yang mulai kosong dengan tumpukan kardus di ruang tamu. Terlihat ada mainan anak, perabotan kecil hingga sofa yang dulu jadi tempat mereka berkumpul. Pagi itu terasa seperti hari biasa, tetapi ternyata menjadi momen terakhir mereka tinggal di rumah tersebut.

Baca Juga :  Atasi Banjir dan Tertibkan Tata Kota, Wali Kota Batam Tinjau Rumah Pompa Jodoh dan Truk Kontainer di Bahu Jalan Batu Ampar

“Moment pindahan tuh painful sekali sejujurnya. Pagi sarapan masih di rumah ini, pulang sekolah udah di kontrakan baru. For good! Meski ini plan dari lama, tapi pas kejadian terasa tiba-tiba aja. Paginya saya dan Joeanne masih nangis, sadar hari ini pindah rumah,” ungkap Yandy.

Momen itu begitu jujur dan hangat. Yandy menggambarkan perasaan yang mungkin banyak dirasakan keluarga lain, terutama ketika harus pindah dari tempat yang penuh kenangan, meskipun alasannya rasional. Kini mereka tinggal di kontrakan baru yang lebih dekat ke sekolah anak. Seperti kata Yandy, saatnya membuat babak baru dalam kehidupan keluarga mereka.

Kesimpulan

Itulah rangkuman Yandy Laurens curhat momen haru pindahan rumah. Melalui unggahan ini, Yandy Laurens menunjukkan sisi lain dari dirinya sebagai seorang papa dan suami. Ia tak hanya dikenal lewat karya film yang penuh makna, tetapi juga lewat cara ia menghargai kehidupan sehari-hari. Dari coretan di teras hingga tumpukan kardus di ruang tamu, semuanya bercerita tentang cinta, keluarga, dan kenangan yang tak tergantikan.