Politik

Lantik Pengurus MUI Cilacap, Syamsul Janjikan Rehabilitasi Kantor

×

Lantik Pengurus MUI Cilacap, Syamsul Janjikan Rehabilitasi Kantor

Sebarkan artikel ini

Pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan Cilacap: Amanah, Sinergi, dan Tantangan Era Digital

Cilacap, 24 Desember 2025 – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cilacap secara resmi mengukuhkan pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Cilacap untuk masa jabatan 2025-2030. Acara penting ini diselenggarakan di Pendopo Wijayakusuma Cakti dan dirangkaikan dengan Halaqah Ulama yang mengusung tema krusial, “Santun dan Berbudaya di Ruang Digital”.

Ketua MUI Kabupaten Cilacap, Nasrulloh Muchson, dalam sambutannya menekankan bahwa proses pengukuhan ini lebih dari sekadar seremoni belaka. Ia menegaskan bahwa ini adalah sebuah amanah besar yang memikul tanggung jawab ganda: kepada masyarakat dan kepada Sang Pencipta.

“Pengukuhan ini adalah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada masyarakat, tetapi kepada Allah SWT,” ujar Nasrulloh. Ia menambahkan bahwa MUI memegang peran strategis, tidak hanya sebagai khadimul ummah atau pelayan umat, tetapi juga sebagai mitra penting bagi pemerintah dalam menjalankan roda pembangunan dan pelayanan publik.

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menyambut baik pelantikan pengurus baru tersebut. Beliau menyoroti betapa vitalnya peran MUI dalam mensosialisasikan berbagai program pembangunan yang digalakkan oleh pemerintah daerah. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata, pemerintah daerah berencana untuk melakukan rehabilitasi kantor MUI Kabupaten. Tujuannya adalah agar kantor tersebut menjadi lebih representatif dan mampu mendukung kinerja para ulama dalam menjalankan tugas-tugas keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

“Sebagai mitra, Pemkab Cilacap sangat membutuhkan peranan MUI untuk mensosialisasikan berbagai kegiatan pembangunan di Kabupaten Cilacap,” ungkap Bupati Syamsul.

Dalam kesempatan yang sama, di hadapan para pengurus MUI Kecamatan yang baru dilantik, Bupati Syamsul memaparkan upaya pemerintah daerah dalam mencapai kemandirian fiskal. Meskipun mengakui adanya kemungkinan pemangkasan anggaran pada tahun 2026 mendatang, beliau menyampaikan optimisme bahwa hal tersebut tidak akan menjadi hambatan berarti bagi kelancaran program-program pembangunan yang telah direncanakan.

Baca Juga :  Antar Energi ke Pulau Obi, Pertamina Bantu Nelayan Halmahera Selatan

“Kami meyakini ikhtiar itu akan bisa kuat kalau kami diridhoi dan didoakan oleh para kiai MUI di berbagai kecamatan,” tuturnya, menggarisbawahi pentingnya doa dan restu dari para ulama.

Menavigasi Era Digital: Tantangan dan Peran MUI

Salah satu fokus utama dari Halaqah Ulama yang diselenggarakan bersamaan dengan pelantikan adalah tentang kesantunan dan budaya di ruang digital. Bupati Syamsul Auliya Rachman secara khusus menyoroti fenomena “CCTV berjalan” yang semakin marak di era digital, di mana setiap aktivitas individu kini dapat dengan mudah terekam oleh perangkat ponsel pintar.

Hal ini menuntut kesiapan, baik dari kalangan birokrasi maupun tokoh agama, untuk menghadapi berbagai komentar dan respons dari para pengguna internet atau netizen. Di tengah derasnya arus informasi, Bupati menekankan peran krusial MUI sebagai penyaring informasi. Ini penting untuk mengatasi maraknya bias yang sering kali timbul akibat framing media atau pemotongan video yang dapat menyesatkan publik.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan para ulama dapat semakin diperkuat. Sinergi ini bertujuan untuk menjaga kondusivitas wilayah Cilacap sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dan berbudaya dalam memanfaatkan ruang digital.

Baca Juga :  Akhirnya Bahagia Menjemput Ahmad Sahroni Usai Rumah Dijarah, Kini Jadi Doktor

Bupati Syamsul menambahkan, “Kelemahan kita adalah sharing informasi tanpa menyaring. MUI bisa menjadi katalis atau penjelas informasi agar masyarakat menerima informasi yang benar. MUI harus bisa menjadi wadah kontrol penyaring informasi terkait keagamaan dan sosial.”

Dengan demikian, pelantikan pengurus MUI Kecamatan ini bukan hanya tentang penguatan struktur organisasi, tetapi juga merupakan momentum untuk menegaskan kembali peran strategis MUI dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya di era digital yang penuh dengan dinamika informasi.

Beberapa poin penting yang dapat digarisbawahi dari acara ini meliputi:

  • Amanah dan Tanggung Jawab: Pengukuhan pengurus MUI Kecamatan menjadi penanda dimulainya masa khidmat baru yang sarat akan tanggung jawab moral dan sosial.
  • Sinergi Pemerintah dan Ulama: Kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Cilacap dan MUI diharapkan terus terjalin erat untuk mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
  • Rehabilitasi Kantor MUI: Dukungan konkret dari pemerintah daerah melalui rehabilitasi kantor MUI menunjukkan komitmen untuk meningkatkan sarana dan prasarana bagi para ulama.
  • Literasi Digital: Tema Halaqah Ulama menyoroti pentingnya kesantunan dan budaya dalam berinteraksi di ruang digital, serta peran MUI sebagai filter informasi.
  • Penyaring Informasi: MUI diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyaring dan mengklarifikasi informasi, khususnya yang berkaitan dengan isu keagamaan dan sosial, guna mencegah kesalahpahaman dan hoaks.

Dengan terbentuknya pengurus MUI Kecamatan yang solid dan tema halaqah yang relevan, diharapkan para ulama di tingkat kecamatan dapat semakin aktif berperan dalam membimbing masyarakat, baik dalam aspek keagamaan maupun dalam menghadapi kompleksitas era digital.