Suasana di ruang ganti Liverpool dikabarkan memanas, bukan hanya karena hasil pertandingan yang kurang memuaskan, tetapi juga karena kritik terbuka dari Mohamed Salah terhadap pelatih Arne Slot terkait keputusannya yang kembali mencadangkan sang pemain.
Liverpool kembali gagal meraih kemenangan dalam lanjutan Liga Inggris pada hari Sabtu (6/12/2025). Bertandang ke markas Leeds United, The Reds harus puas dengan hasil imbang 3-3 setelah sempat unggul 2-0 dan 3-2. Keunggulan yang sudah di depan mata sirna akibat kelengahan di lini belakang.
Yang menjadi sorotan adalah absennya Mohamed Salah sebagai starter dalam pertandingan tersebut. Ini merupakan kali ketiga secara beruntun pemain yang menjadi ikon Liverpool di era Juergen Klopp itu tidak diturunkan sejak menit awal. Sebelumnya, Salah juga memulai pertandingan dari bangku cadangan saat Liverpool menghadapi West Ham United (30/11/2025) dan Sunderland (3/12/2025).
Dalam laga melawan West Ham, Salah sama sekali tidak dimainkan. Sementara saat melawan Sunderland, ia baru diturunkan di babak kedua. Meskipun Liverpool berhasil menang 2-0 atas West Ham, beberapa pihak berpendapat bahwa keputusan mencadangkan Salah saat itu dapat dibenarkan karena tim meraih hasil positif.
Namun, argumen tersebut menjadi tidak relevan ketika Liverpool kembali gagal meraih kemenangan, hanya bermain imbang 1-1 melawan Sunderland dan 3-3 melawan Leeds, dengan Salah tidak menjadi starter. Situasi ini menjadi pemicu kekecewaan bagi Salah, yang kemudian meluapkan perasaannya dalam sebuah wawancara dengan TV2 setelah pertandingan melawan Leeds.
Salah, tanpa ragu, melontarkan kritiknya terhadap klub dan Arne Slot. Berikut poin-poin penting dari pernyataan kontroversialnya:
Kekecewaan Mendalam: “Saya tidak percaya saya duduk di bangku cadangan selama 90 menit. Ini sudah ketiga kalinya. Mungkin pertama kali dalam karier saya. Saya sangat kecewa. Saya sudah melakukan begitu banyak hal untuk klub ini selama bertahun-tahun, terutama musim lalu.”
Merasa Dikhianati: “Rasanya seperti klub melempar saya ke bawah bus. Itulah perasaan saya. Seseorang ingin agar saya menjadi orang yang harus disalahkan.”
Janji yang Tidak Ditepati: “Klub menjanjikan banyak hal kepada saya pada musim panas lalu. Sekarang saya di bangku cadangan, jadi saya bisa bilang bahwa mereka tidak menepati janjinya.”
Hubungan yang Memburuk dengan Pelatih: “Saya pernah memiliki hubungan yang baik dengan pelatih tetapi sekarang tidak ada lagi. Saya tidak tahu mengapa. Sepertinya ada seseorang yang tidak menginginkan saya di dalam klub.”
Merasa Tidak Dihargai: “Jujur saja, situasi ini tidak bisa saya terima. Jika saya orang lain, semua klub akan melindungi pemainnya. Sekarang ini seperti: ‘Lemparkan Mo ke bawah bus karena dia adalah masalah buat tim’. Saya tidak berpikir bahwa saya adalah sebuah masalah.”
Keyakinan akan Kemampuan Diri: “Saya tidak bertarung memperebutkan posisi setiap hari karena saya layak mendapatkannya. Saya tidak lebih besar dari klub, saya tidak lebih besar dari apa pun. Tetapi saya layak mendapatkannya.”
Pernyataan pedas Salah ini tentu saja menimbulkan berbagai spekulasi mengenai masa depannya di Liverpool. Beberapa pengamat menilai bahwa hubungan antara Salah dan Slot telah mencapai titik nadir, dan sulit untuk membayangkan keduanya dapat bekerja sama secara harmonis di masa depan.
Kontribusi Mohamed Salah untuk Liverpool selama ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Sejak bergabung dengan The Reds pada musim 2017-2018, ia telah menjadi mesin gol yang sangat diandalkan.
Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai karier Salah di Liverpool:
- Durasi: Memperkuat Liverpool sejak 2017-2018.
- Statistik: Mencetak 250 gol dan membuat 116 assist dalam 420 penampilan.
- Gelar Juara: Memberikan gelar juara Liga Inggris 2020, 2025, Piala FA 2022, Piala Liga 2022, Community Shield 2022, Liga Champions 2019, Piala Super Eropa 2019, dan Piala Dunia Klub 2019 kepada Liverpool.
Dengan sederet prestasi tersebut, wajar jika Salah merasa kecewa dan tidak terima dengan perlakuan yang diterimanya saat ini. Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana Liverpool akan menyelesaikan masalah ini? Apakah Salah akan tetap bertahan di Anfield, ataukah ia akan mencari tantangan baru di klub lain? Waktu yang akan menjawab.

















