Human Interest

Lula Lahfah: Keanu Agl Ungkap Alasan Haru Hapus Tato Demi Fitrah Sebelum Tiada

×

Lula Lahfah: Keanu Agl Ungkap Alasan Haru Hapus Tato Demi Fitrah Sebelum Tiada

Sebarkan artikel ini

Perjuangan Terakhir Lula Lahfah: Menuju Kesucian Diri Sebelum Kepergian

Kepergian selebgram Lula Lahfah, di usianya yang ke-26 tahun, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan sahabat. Di balik kesedihan itu, terungkap pula kisah-kisah haru yang baru terkuak setelah ia tiada, salah satunya adalah tekad kuat almarhumah untuk menghapus seluruh tato di tubuhnya. Keputusan ini, yang baru terungkap ke publik, memperlihatkan kedalaman spiritual dan keinginan Lula untuk kembali ke kondisi fitrah, atau kesucian, di hadapan Sang Pencipta.

Sahabat dekat Lula, Keanu Agl, menjadi saksi bisu dari perjuangan terakhir Lula. Ia mengungkapkan bahwa Lula memang sedang dalam proses menghapus tatonya secara bertahap sebelum meninggal dunia. Hal ini sempat menjadi topik hangat di antara lingkaran pertemanan mereka. Ketika ditanya mengenai alasannya, jawaban Lula membuat para sahabatnya tertegun dan merenung.

“Dia pengen badannya balik saja kayak yang diciptain sama Allah gitu, nggak bertato lagi,” ungkap Keanu Agl saat ditemui usai acara tahlilan di kawasan Buaran, Jakarta Timur, Minggu (26/1/2026). Keanu menambahkan bahwa keinginan untuk tampil “bersih” ini menjadi fokus utama Lula di sisa hidupnya. “Dia bilang pengen clean (bersih). Kita sampai bahas di grup, ‘Kok dia hapus tato segala macem’, ternyata dia emang kayak sudah prepare (bersiap) banget,” jelas Keanu.

Keputusan Lula untuk menghapus tato secara perlahan ini bukanlah sekadar tren atau keinginan sesaat, melainkan sebuah persiapan matang menuju sesuatu yang lebih sakral. Hal ini menunjukkan bahwa Lula, di akhir hayatnya, memiliki kesadaran spiritual yang mendalam dan berusaha mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dengan cara yang ia yakini paling benar. Perjuangannya ini menjadi pengingat bagi banyak orang tentang pentingnya introspeksi diri dan pencarian makna hidup yang lebih dalam.

Baca Juga :  Ketua PASI Kalsel Mundur, Sekum Dong Ungkap Alasan Sibuk

Sinyal-Sinyal Tak Terduga Sebelum Kepergian

Selain tekadnya untuk menghapus tato, Keanu juga mengenang adanya beberapa “firasat” yang ia sadari belakangan, pasca kepergian Lula. Salah satu kejadian yang paling mencolok adalah ketika Keanu secara tiba-tiba meminta seluruh anggota geng pertemanannya untuk mengenakan pakaian berwarna hitam pada perayaan ulang tahun Dara Arafah. Perayaan tersebut berlangsung tepat di hari Lula ditemukan meninggal dunia.

“Tiba-tiba saya kepikiran pengen pakai hitam saja. Padahal kan biasanya kalau ulang tahun pakai baju putih atau warna apa. Saya minta di grup, ‘Pakai hitam yuk’, eh ternyata kejadiannya begini,” tutur Keanu, merujuk pada momen duka yang tak terduga tersebut. Permintaan Keanu yang tidak biasa ini kini terasa seperti sebuah pertanda yang menghantui, sebuah kebetulan yang terlalu kuat untuk diabaikan.

Keanu juga mengenang percakapan terakhirnya dengan Lula, yang terjadi pada malam sebelum kejadian tragis tersebut. Sekitar pukul 10 malam, Lula sempat mencurahkan rasa takutnya karena harus menjalani pemeriksaan usus akibat kondisi pembengkakan usus yang dideritanya. “Dia takut, saya bilang, ‘Tenang saja, zikir saja’. Tapi ternyata besoknya dia sudah nggak ada,” kenang Keanu dengan nada pilu. Percakapan tersebut, yang seharusnya menjadi momen dukungan dan penghiburan, kini menjadi kenangan pahit yang tak terlupakan.

Sosok Lula yang Tulus dan Tak Pernah Berubah

Bagi Keanu, keinginan Lula untuk kembali ke kesucian diri selaras dengan kepribadiannya yang ia kenal sejak lama. Lula digambarkan sebagai sosok yang sangat baik hati dan tulus, tanpa pernah berubah meskipun popularitasnya meroket. Keanu membagikan sebuah kenangan inti (core memory) yang sangat berharga baginya, yang terjadi saat ia baru memulai kariernya sebagai selebgram dan belum mencapai kesuksesan seperti sekarang.

Baca Juga :  Jejak Farhan: Smartwatch Ungkap Langkah Terakhir Sang Co-Pilot

“Waktu saya pertama jadi selebgram, saya nggak punya HP bagus. Begitu sanggup beli iPhone, uang saya cuma pas-pasan buat HP-nya doang, nggak cukup beli case (pelindung),” papar Keanu. Pada saat itu, ia merasa kesulitan untuk melindungi ponsel barunya.

“Lula yang baru kenal saya belum sebulan, langsung lepas case HP dia buat saya. Dia orangnya tulus banget, nggak pernah milih-milih teman,” ujar Keanu, menyoroti betapa murah hati dan tulusnya Lula. Tindakan sederhana namun penuh makna ini menunjukkan bahwa persahabatan bagi Lula lebih penting daripada materi atau status. Ia tidak segan berbagi apa yang ia miliki, bahkan kepada orang yang baru dikenalnya. Sifat tulus inilah yang membuat Lula begitu dicintai oleh teman-temannya dan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang mengenalnya.

Perjuangan Lula untuk menghapus tato, firasat yang tak terduga, dan kenangan tulus dari sahabatnya, semuanya merangkai sebuah gambaran utuh tentang sosok Lula Lahfah yang tidak hanya dikenal sebagai selebgram, tetapi juga sebagai pribadi yang mendalam, spiritual, dan penuh kasih. Kepergiannya memang meninggalkan luka, namun kisah-kisah yang terungkap setelah ia tiada memberikan pelajaran berharga tentang arti kesucian, persahabatan, dan persiapan diri dalam menghadapi kehidupan, baik di dunia maupun akhirat.