Berita Utama

Mahakarya Launching Lagu Minang Apresiasi Masyarakat Batam

×

Mahakarya Launching Lagu Minang Apresiasi Masyarakat Batam

Sebarkan artikel ini

Alreinamedia. Batam. (23/7/18). Karya anak rantau, lagu-lagu Minang terbaik untuk Kepri hadir di tengah masyarakat, acara yang di laksanakan di Mega Mall Batam Centre, Jumat (20/7).

Tujuan kegiatan ini jelas Rahmat sagara owner mahakarya & surga pelaminan menjelaskan bahwa Mahakarya, mengangkat keluarga marawah dengan kebudayaan-kebudayaan karya anak Indonesia, persembahan kita bawa untuk sebuah lagu karya minang seperti lomba karaoke pop remix Minang dan yang lainnya.

launching album, Sabtu, 21 Juli, 2018, merupakan lomba karaoke yang pernah diadakan di Mega Mall Batam Centre, beberpaa bulan lalu hanya saja menentukan pemenang.

Dihari Minggu adalah konser kebudayaan Mahakarya anak rantau. Kegiatan Acara Mahakarya diadakan selama tiga hari, tentu saja hari Minggu ini akan mengumumkan bagi pemenang lagu lomba karaoke pop remix Minang.

Baca Juga :  Sejak 2018, Pemerintah Lakukan Pemutusan Akses ke 4.873 Konten Fintech Ilegal

Mahakarya memberikan suatu nilai positif bagi anak rantau, supaya segala bakat yang ada akan menonjolkan karya anak rantau yang merupakan bakat-bakat dimiliki hasnya sendiri. Karya – karya anak rantau memang sangat bagus dan baik, sehingga sungguh menghasilkan dan menakjubkan.

Saat ini sisi antara pemerintah dan bisnis sudah ada kerjasama, karena pembisnis hanya membangun ekonomi dan bisnis. Sebab pembisnis ini untuk mengembangkan tingkat raih pembisnis yang ada di Kepri atau Kota Batam.

Harapannya Mahakarya akan menjadi lebih baik. Sehingga menghasilkan khas Minang seperti lagu karaoke pop remix Minang. Agar Mahakarya anak rantau dapat dikenal di kalangan masyarakat Kepri atau Kota Batam.

Baca Juga :  3 Prioritas Utama Pembangunan di Rancangan APBD Kepri 2026

Akan lebih baik lagi diperkembangkan Mahakarya ini khusus Minang. Mahakarya sudah dicampurkan berbagai khas suku lainnya seperti lagu Melayu, bahkan Mahakarya sudah ditampilkan di beberapa karya, yang dimiliki. Walaupun berbeda khas suku, tetep menampilkan karya sendiri, justru masyarakat Kepri atau Kota Batam mengetahui Mahakarya jelas Rahmad Sagara. (Ramadan)