Scrool Untuk Baca Berita
Politik

Mahasiswa Bandung Desak Pemerintah Benahi Pendidikan hingga Penanganan Karhutla

×

Mahasiswa Bandung Desak Pemerintah Benahi Pendidikan hingga Penanganan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Bandung Desak Pemerintah Benahi Pendidikan hingga Penanganan Karhutla
Mahasiswa Bandung Desak Pemerintah Benahi Pendidikan hingga Penanganan Karhutla

Alreinamedia.com – Ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (6/11/2026), memilih menyoroti persoalan pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Mereka menilai isu-isu tersebut lebih mendesak untuk ditangani daripada kabar penyadapan Presiden Prabowo Subianto.

Massa dari BEM Nusantara Jawa Barat tiba sekitar pukul 15.30 WIB melalui Jalan Sulanjana. Aksi di Jalan Diponegoro itu digelar untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sekaligus menyampaikan kritik atas masalah yang dinilai belum terselesaikan.

Sejumlah spanduk dibawa peserta aksi, di antaranya bertuliskan “cukup 2 tahun saja” dan “hentikan represif, pulihkan demokrasi, revolusi!”. Andika Satria, mahasiswa Digitech University, mengatakan tuntutan mereka mencakup pembenahan layanan pendidikan, kondisi ekonomi dan kesehatan masyarakat, serta persoalan lingkungan.

Baca Juga :  Jemput Aspirasi Masa Reses, dr Afrizal Dahlan Jaring Harapan Masyarakat Pulau Buluh

Andika menilai pemerintah belum menunjukkan langkah yang menghasilkan penyelesaian konkret atas isu-isu tersebut. “Dan tidak nampak satu pun dilakukan sebagai upaya cicilan ataupun diselesaikan untuk pada akhirnya menjadi suatu solusi yang konkret dan dapat berdampak pada masyarakat banyak,” katanya di lokasi aksi.

Di sektor pendidikan, mahasiswa mendesak pemerintah mewujudkan akses gratis dan merata serta meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan guru. Mereka juga meminta anggaran pendidikan tidak terganggu oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan pemisahan anggarannya dari pendidikan dipercepat.

Untuk persoalan lingkungan, Andika meminta pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional. Ia menyebut dampak karhutla telah meluas hingga ke mancanegara, tetapi status tersebut belum ditetapkan.

Baca Juga :  Satpol PP Bogor Tergusur: Kantor Menumpang, Rumah Sendiri Hilang

Ketika ditanya tentang isu penyadapan Presiden Prabowo, Andika mengatakan mahasiswa tidak memprioritaskannya, terlepas dari benar atau tidaknya kabar tersebut. “Kami lebih peduli hal-hal yang pada akhirnya berdampak pada masyarakat,” ujarnya, seraya meminta pemerintah segera menyelesaikan pekerjaan rumah yang menjadi tuntutan mereka.